Sabtu, 16 Maret 2013

FF Yoonhae " I'm Sorry My Husband"



Author : Lee YoongHwae
Main Cast : Im Yoona >< Lee Donghae => Lee Haena
Other Cast : Member SUJU & SNSD
Genre : Romantic, Sad
Rating : PG 17+

Anyeonghaseo, aku bawa ff baru, kayak nya ni ff bukan oneshoot, coz kepanjangan. Terserah Reader saja mau menamainya apa. Mian kalau isi ama judulnya kurang nyambung karna ini ff pertamaku. Happy Reading, guys!!!…. Jangan lupa di comment ya!!!… Wajib!!!...


Author PoV
Pagi hari yang cerah, seorang namja masih enggan untuk membuka matanya,  tangannya bergerak meraba raba ke samping mencari sosok istrinya.Tapi namja itu juga tidak menemukan istrinya di sampingnya, namja itu mulai membuka matanya secara perlahan lahan, dia menyipitkan matanya karna cahaya sinar matahari yang langsung menusuk matanya.

Namja itu pun bangun dari tidurnya, dia menggosok gosok kedua matanya, lalu dia segera keluar kamar mencari keberadaan istrinya.Seorang yeoja tengah sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk suaminya. Karna saking sibuknya memasak, dia bahkan tidak menyadari kalau suaminya sudah bangun.

Yoong” kata Donghae memeluk Yoona dari belakang dan membenamkan kepalanya di bahu Yoona membuat Yoona terkejut. “Oppa?!” kata Yoona terkejut.“Apa Oppa mengejutkan mu Chagi?” tanya Donghae dengan lembut sambil tersenyum. 

Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Donghae.
Ne, Oppa sangat mengejutkan ku,” kata Yoona cemberut. Donghae tersenyum melihat wajah yoona, lalu dia mencium kilat bibir Yoona.“Oppa, kau sangat menyebalkan” kata Yoona lalu membelakangi Donghae.“Mian Chagi, Oppa janji, lain kali Oppa tidak akan mengejutkan mu lagi” kata Donghae tersenyum melihat tingkah Yoona.

Janji ya, kalau Oppa mengulangi nya lagi, aku tidak akan memaafkan Oppa” kata Yoona menghadap suaminya.“Ne” kata Donghae tersenyum manis menampakan deretan gigi putihnya . Lalu dia berjalan ke meja makan bersama Yoona.

Mereka berdua makan bersama di rumah baru mereka yang merupakan pemberian dari omma Donghae sebagai hadiah pernikahan mereka seminggu yang lalu.Setelah selesai makan, Donghae masuk ke kamarnya dan mandi, setelah itu Donghae pun berangkat ke kantor nya.

Di Kantor Donghae
Donghae sudah tiba di kantornya, dia menyapa semua karyawan di kantornya termasuk Jessica, sekretarisnya. Donghae sebenarnya kurang menyukai Jessica sebagai sekretarisnya, tapi karna permintaan istrinya, dia pun menerima Jessica sebagai sekretarisnya.

Perasaan Jessica pada Donghae masih tidak pudar walau pun Donghae sudah punya istri yaitu Yoona, adik tirinya. Yoona memang sudah memaafkan segala perlakuan kasar Jessica padanya. Tapi Jessica tidak pernah tulus meminta maaf pada Yoona, karna masih ada dendam di hatinya yang begitu membara pada Yoona. Dia menganggap Yoona telah merebut Donghae darinya.
Sesampai nya Donghae di ruangan nya, dia mulai mengerjakan pekerjaan yang selalu menunggunya setiap hari.
SKIP

3 Hari Kemudian
Donghae sudah memakai piyama, dia bersiap siap untuk tidur. Dia melihat Yoona keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh Yoona. Donghae melihat ada yang berbeda dengan Yoona kali ini. Mungkin karna rambut yang Yoona basah sehingga menambah kesan lebih seksi pada Yoona. Yoona mengeringkan rambutnya di depan cermin.Donghae berjalan ke arah Yoona dan memeluk Yoona dari belakang, “Oppa” kata Yoona.

Yoong” kata Donghae membenamkan kepalanya di bahu Yoona.“Waeyo Oppa?” Tanya Yoona.“Oppa mau melakukan sesuatu yang sempat tertunda waktu lalu” kata Donghae.Yoona mengalihkan pandangannya ke Donghae, “Melakukan apa maksud Oppa?” Tanya Yoona polos. “Mmmm… Itu Yoong, oppa mau melakukan …  Donghae menggantung kata katanya karna dia sangat gugup.“Mau melakukan apa maksud Oppa, kenapa bicara nya setengah setengah?

Hubungan intim Yoong” kata Donghae membuat Yoona sedikit terkejut.“Apa Oppa ingin melakukannya malam ini?” tanya Yoona ragu, Donghae mengangguk mantap, “Aku belum siap Oppa” kata Yoona.“Kenapa belum siap?”Tanya Donghae heran.“Aku takut” kata Yoona, “Takut kenapa?” Tanya Donghae kembali heran.

Kata Oenniedeul ku kalau melakukan itu awalnya akan terasa sakit” kata Yoona.“Semua yang dikatakan Oenniedeulmu itu benar, tapi setelah itu kau akan merasa nyaman, emmm?!” kata Donghae, setelah mendengar perkataan Donghae, Yoona menganggukan kepalanya dengan ragu.

Donghae masih memeluk Yoona dari belakang. Dia mulai mencium tengkuk Yoona sehingga Yoona merasa geli. Lalu Donghae mencium leher Yoona.“Oppa…” kata Yoona menggoda karna menahan geli, matanya terpejam tiap kali Donghae mencium tengkuknya. Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Donghae.
Yoona mengalungkan tangan nya di leher donghae. Donghae mulai melumat bibir mungil Yoona. Yoona masih belum membalas lumatan Donghae.Perlahan lahan Yoona mulai menikmati ciuman nafsu itu. Dia mulai membalas lumatan Donghae. Kedua tangan Donghae melingkar di pinggang Yoona.Donghae kembali mencium leher Yoona, Yoona mengacak rambut Donghae karna tidak kuat menahan rasa geli yang sangat ketika Donghae mencium lehernya.

Setelah itu, Donghae kembali melumat bibir Yoona. Donghae pun menggendong Yoona ala bridal ke atas kasurnya tanpa melepaskan lumatan mereka. Kemudian Donghae merebahkan tubuh Yoona di sana. 
Donghae menindih tubuh Yoona hingga handuknya terlepas akibat geseran dari tindihan Donghae.

Yoona terkejut saat handuknya terlepas, pipinya merah seketika. Donghae menghentikan lumatannya.  Saat dia melihat pipi Yoona merah merona, Yoona semakin terlihat menggoda di mata Donghae.Donghae kembali melumat bibir Yoona dengan lembut, semakin lama ciuman Donghae semakin panas membuat yoona semakin bernafsu.

Yoona membuka mulutnya, membiarkan lidah Donghae bermain di dalam mulutnya. Donghae semakin memperdalam lumatannya membuat darah mereka mengalir deras.Semakin lama lumatan Donghae semakin mendalam. Donghae melepas lumatannya sejenak karna kehabisan nafas, lalu mereka menarik nafas sebanyak mungkin.

Kemudian Donghae mencium mata, hidung, pipi, dan kembali ke bibir Yoona. Donghae kembali melumat bibir Yoona dengan penuh nafsu.Ciuman Donghae perlahan lahan mulai turun ke leher  Yoona lagi meninggalkan beberapa kiss mark. Kali ini ciumannya cukup lama di leher Yoona sehingga membuat Yoona mendesah.

Setelah itu ciuman Donghae turun lagi ke sekitar dada Yoona, setelah cukup lama dia mencium sekitar dada Yoona, dia mencium ke bagian bawah dan semakin kebawah, hingga dia merasakan surga dunia.

SKIP

Keesokkan Harinya
Yoona dan Donghae belum juga bangun setelah melakukan aktivitas semalaman. Sinar matahari menembus jendela kaca kamar mereka membuat Yoona mulai membuka matanya dengan perlahan lahan.Yoona merasakan tangan suaminya masih melingkar di pinggangnya dan kepalanya berada tepat didepan dada bidang suaminya itu.

Yoona merenggangkan tubuhnya dari dekapan Donghae dan segera bangun dari tempat tidurnya. Dia mengenakan pakaiannya dan segera menuju dapur, Yoona mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya.Semua sarapan telah disiapkan Yoona, tapi suaminya belum juga bangun dari tidur nya. Yoona masuk ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.

Oppa, ayo bangun ini sudah siang” kata Yoona lembut tepat di telinga suaminya. Donghae menggeliat, dia mulai membuka matanya.Donghae melihat istrinya tersenyum manis ke arahnya. Donghae duduk di atas kasur masih dengan mata yang tertutup.“Oppa ayo bangun, kita sarapan” kata Yoona menarik tangan Donghae.

Yoong, Oppa masih ngantuk” kata Donghae merebahkan tubuhnya kembali ke kasur. Yoona segera mencium kilat bibir suaminya, karna itu satu satunya cara agar suaminya mau bangun.


Donghae pun bangun dan duduk, dia menggosok gosok matanya sambil tersenyum. Lalu dia turun dari kasurnya dan memakai pakaiannya. Setelah itu Yoona pun menggandeng tangan Donghae menuju meja makan. Di meja makan suasananya hening, hanya terdengar suara sendok dan garpu saling beradu.
Yoong, kau kenapa?” Tanya Donghae, dia melihat Yoona merintih, “Yoong, apa kau merasakan sesuatu?” Tanya Donghae.“Ne Oppa, aku merasakan pegal pegal di tubuh ku ” kata Yoona sambil merintih.“Mungkin itu efek dari aktivitas kita semalam Yoong” kata Donghae.“Entahlah Oppa” kata Yoona. Mereka kembali melanjutkan makan mereka. Lagi lagi Yoona merintih  .

Mian Yoong” kata Donghae menatap mata Yoona dengan iba.“Untuk apa?” Tanya Yoona heran.“Mian karna Oppa telah membuat  mu sakit” kata Donghae.“Ani Oppa, aku rela menahan sakit yang lebih dari pada ini demi diri mu” kata Yoona sambil menggenggam tangan Donghae, Yoona menahan rintihannya agar Donghae tidak menyalahkan dirinya.“Gomawo Chagi” kata Donghae, Yoona tersenyum manis pada suaminya. Setelah itu mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.

3 Hari Berlalu
Yoona menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah semuanya sudah siap Yoona pun berjalan menuju kamarnya untuk mengajak suaminya sarapan. Ketika dia masuk ke kamarnya, tiba tiba hp Donghae berdering menandakan sebuah pesan masuk.Yoona melihat Donghae sedang berada di kamar mandi, lalu dia pun membuka pesan itu.

Pagi Chagi, apa kau sudah bangun? Jangan lupa sarapan ya? Muach…(morning kiss)   isi dari pesan di hp Donghae dari orang yang tidak di kenal.“Dari siapa ini??  Mungkin hanya salah sambung” kata Yoona, dia menghapus pesan itu. Lalu Yoona melepaskan hoodienya dan bersiap siap untuk mandi. Selama tiga hari berikutnya,  lagi lagi Yoona membuka pesan yang sama dan dari orang yang sama untuk Donghae.Yoona mulai mencurigai Donghae, sementara Donghae hanya bersikap biasa biasa saja dan selalu mengabaikan pesan itu karna dia sudah sering di kirimi pesan oleh orang yang tidak di kenalnya itu.

Yoona dan Donghae sedang sarapan pagi, suasananya hening pagi itu, hanya suara sendok dan garpu yang terdengar. “Oppa, siapa orang yang selalu mengirimi mu pesan seperti itu setiap pagi?” Tanya Yoona memecah keheningan.“Entah lah, Oppa juga tidak tau, mungkin orang salah sambung” kata Donghae, dia kembali melanjutkan makannya.“Benarkah?” Tanya Yoona, dia menatap Donghae curiga.“Tentu saja, memang nya ada apa?” Tanya Donghae

Aku heran saja, kalau cuma salah sambung, dia tidak akan mungkin mengirimi oppa pesan seperti itu berkali kali” kata Yoona mulai menampakan rasa curiganya.“Apa kau curiga pada Oppa?” Tanya Donghae menghentikan makannya dan menatap mata Yoona.“Tentu saja, istri mana yang tidak akan curiga pada suaminya kalau suaminya selalu di kirimi pesan yang seperti itu setiap paginya”kata Yoona

Yoong, apa kau percaya pada Oppa?” Tanya Donghae, Yoona menatap kedua bola mata Donghae. Yoona mencoba mencari kebohongan yang di sembunyikan Donghae, tapi dia tidak bisa menemukannya.“Ne, aku percaya Oppa” kata Yoona menganggukkan kepalanya, Donghae tersenyum manis pada Yoona. “Kalau begitu cepat habiskan makan mu, nanti kita akan pergi mengunjungi Omma” kata Donghae.
Jinjja Oppa?” Tanya Yoona semangat, Donghae mengangguk mantap, Yoona tersenyum sumringah. Yoona melahap makanannya dengan segera, Donghae tersenyum melihat istrinya begitu semangat.

2 Minggu Kemudian 
Jessica dan Siwon sedang berada di sebuah rumah makan. Siwon mengajaknya bertemu karna ingin membicarakan sesuatu.“Apa yang ingin Oppa bicarakan padaku?” Tanya Jessica.“Oppa tau kau masih menyimpan dendam pada Yoona” kata Siwon.“Lalu?”Tanya Jessica“Oppa ingin kau membantu Oppa memisahkan Yoona dan Donghae” kata Siwon.“Ada apa dengan Oppa, apa Oppa masih menginginkan Yoona?” Tanya Jessica.“Ne, Oppa masih tidak rela Yoona menjadi milik Donghae” kata Siwon.

Lalu jika aku berhasil, apa Oppa akan membayar ku dengan harga yang mahal?” Tanya Jessica.“Ani, ,jika kau bisa membantu Oppa memisahkan mereka, Donghae akan jadi milikmu” kata Siwon mengajak Jessica bernegosiasi.Jessica memikirkan kata kata Siwon, apa dia harus menerimanya atau tidak. “Sudahlah Sica, Oppa tau kau masih punya perasaan pada Donghae” kata Siwon, Jessica menatap mata Siwon lekat.

Lalu Jessica tersenyum dan menerima tawaran Siwon,“Baiklah, aku akan membantu Oppa” kata Jessica. Siwon tersenyum ke arah Jessica menampakkan lesung pipinya.“Bagaimana caranya?” Tanya Jessica. Siwon membisikkan semua rencananya pada Jessica.“Baiklah Oppa, aku akan melakukan nya, dan Donghae Oppa akan jadi milikku” kata Jessica tersenyum ke arah Siwon begitu juga dengan Siwon.

Keesokkan Harinya
Jessica menghubungi seorang teman nya bernama Taeyon untuk melancarkan semua rencananya. Jessica menyuruh Taeyon datang ke tempat yang telah di siapkannya. Jessica tau kalau malam ini Donghae akan lembur, jadi dia sengaja tidak pulang, sementara karyawan lain sudah pada pulang. Donghae keluar dari ruangannya, dia menginginkan secangkir kopi untuk mengurangi rasa ngantuknya. “Sica, bisa tolong kau buatkan aku secangkir kopi?” Tanya Donghae pada Jessica.

Ne Pak,” kata Jessica. Lalu Jessica pun membuatkan Donghae secangkir kopi, setelah kopi nya sudah siap, Jessica memasukkan sesuatu keadalam kopi itu lalu dia mengaduknya. Jessica membawa secangkir kopi itu ke ruangan Donghae. “Ini Pak kopinya” kata Jessica meletakkan kopi itu di meja Donghae setelah itu dia keluar. Donghae pun meminum kopi itu, tidak lama kemudian Donghae merasa kepalanya sangat berat dan akhirnya dia tidak sadarkan diri.

Jessica segera masuk ke ruangan Donghae, dia melihat keadaan Donghae sudah tidak sadarkan diri di kursinya. Lalu Jessica menghubungi Siwon untuk membantunya membawa Donghae ke tempat yang telah mereka persiapkan. Siwon dan Jessica memapah tubuh Donghae yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke mobil. Tidak lama kemudian mereka tiba di tempat itu. Lalu mereka memesan sebuah kamar.
Setelah itu mereka membawa Donghae ke kamar  tersebut, dalam waktu yang singkat mereka semua sudah tiba di kamar tersebut. Jessica merebahkan tubuh Donghae di atas kasur. Lalu Siwon melucuti pakaian 

Donghae hingga Donghae naked. Sementara Jessica membantu Taeyon melucuti pakaiannya. Jessica mengatur posisi Donghae yang sudah naked, dia melingkarkan tangan Donghae di pinggang Taeyon seolah olah Donghae sedang memeluk Taeyoon.

Tubuh mereka di tutupi selimut dan hanya menampakkan sampai bagian Donghae. Taeyon bersandar di dada bidang Donghae sambil memejamkan matanya.Lalu Siwon mengambil gambar mereka dengan pose yang berbeda beda, sehingga mereka terlihat seperti sedang melakukannya sungguhan. Setelah itu, Taeyon segera memakai pakaiannya, lalu mereka semua meninggalkan Donghae di kamar itu.

Keesokkan Harinya
Donghae membuka matanya perlahan lahan menatap langit langit kamar. Dia merasa kalau kamar itu bukan kamarnya. Matanya menyusuri setiap tempat di kamar itu. “Dimana ini?” Tanya Donghae pada dirinya. Donghae mendudukkan tubuhnya, matanya masih menatap seisi kamar itu.Tiba tiba Donghae menemukan sebuah tulisan yang menggunakan lipstik di cermin “Terimah kasih untuk semalam”.

Apa maksud nya?” Tanya Donghae heran. Donghae terkejut saat melihat dirinya sudah tidak lagi menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya, kecuali selimut.Donghae segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar itu. Saat dia sudah berada di depan hotel itu, dia heran melihat mobilnya tidak ada di sana, dan ternyata mobilnya masih di kantor.Donghae memutuskan untuk naik taksi pulang ke rumahnya. Di dalam Taxsi, Donghae masih bertanya tanya, apa yang telah terjadi padanya tadi malam.Tidak lama kemudian Donghae pun sampai di rumahnya. Dia segera memasuki rumahnya dan mencari keberadaan Yoona.

Yoong, kau di mana?” panggil Donghae, dia berjalan menuju dapur dan menemukan istrinya tengah memasak.“Yoong” kata Donghae langsung memeluk istrinya dari belakang.“Oppa!!!” kata Yoona.“Yoong, mian semalam Oppa tidak pulang, karna Oppa lembur Yoong” kata Donghae berbohong.“Gwencana Oppa, kau tidak perlu minta maaf, aku bisa mengerti semua itu” kata Yoona tersenyum dengan lembut.“Gomawo Chagi” kata Donghae.“Ne, Oppa” kata Yoona, Donghae masih belum melepaskan pelukannya pada Yoona.“Oppa, kenapa kau belum melepas pelukan mu, kalau Oppa terus memeluk ku seperti ini, bagaimana aku bisa memasak” kata Yoona.

Yoong, Oppa tidak mau kehilangan mu” kata Donghae membenamkan kepalanya di bahu Yoona.“Kenapa tiba tiba Oppa bicara seperti itu?” Tanya Yoona heran.“Oppa hanya takut kehilangan mu Yoong” kata Donghae.“Ne Oppa, aku juga takut kehilangan mu, sangat sangat takut” kata Yoona sambil tersenyum, dia membalikkan tubuh nya menghadap suami nya. Yoona mencium bibir suaminya dengan lembut. Donghae membalas ciuman istri nya. Mereka berciuman cukup lama, setelah itu Yoona kembali melakukan aktivitasnya dan Donghae masuk ke kamarnya.

3 Hari Kemudian
Yoona dan Donghae sedang asyik menonton TV. Yoona memangku kepala Donghae dan membelai rambut Donghae  dengan lembut. Tiba tiba suara bell rumah mereka berbunyi. Yoona segera membukakan pintu, 
Apa benar ini rumah keluarga tuan muda Lee?” Tanya orang asing itu,” Ne, ada apa ya?” Tanya Yoona heran.“Ini ada kiriman paket untuk  tuan muda Lee” kata orang asing itu, “Gomawo” kata Yoona dan langsung menutup pintunya. Yoona tidak menemukan siapa pengirimnya, karna tidak menemukan nya Yoona pun membuka paket kiriman tersebut, dia sangat terkejut saat melihat beberapa foto di dalam paket itu, foto suaminya sedang tidur bersama yeoja lain.

Yoona merasakan dadanya mulai sesak dan matanya mulai berkaca kaca. Donghae memperhatikan Yoona dari kejauhan membuka isi paket itu.“Yoong, paket kiriman dari siapa?” Tanya Donghae. Yoona tidak menjawab pertanyaan Donghae.Donghae berjalan menghampiri Yoona. “Yoong” tanya Donghae kembali, tapi lagi lagi Yoona diam saja, matanya mulai meneteskan butiran bening.

Yoong, kenapa kau diam saja? Apa isinya?” Tanya Donghae, melihat Yoona terdiam saja, Donghae langsung merebut kiriman paket itu dari tangan Yoona dan melihat isinya. Donghae sangat terkejut saat mengetahui isi paket kiriman itu. “Yoong” kata Donghae menatap wajah Yoona takut. “Siapa wanita itu Oppa?” kata Yoona mulai membuka suara, air matanya tumpah. “Oppa tidak mengenalnya Yoong” kata Donghae sambil menggelengkan kepalanya. “Apa dia yeoja yang selalu mengirimi Oppa sms setiap pagi itu?” Tanya Yoona dengan suaranya yang parau.

Entahlah, Oppa benar benar tidak mengenal yeoja ini” kata Donghae.“Benarkah? Lalu ini apa?!!” kata Yoona melempar foto itu ke muka Donghae.“Oppa tidak melakukan nya Yoong, Oppa juga tidak tau kapan semua itu terjadi” kata Donghae.“Aku tidak percaya Oppa, apa karna semua itu Oppa pulang pagi waktu lalu?” Tanya Yoona.“Itu…em…Sebenarnya…” Donghae gugup menjawab pertanyaan Yoona.“Kenapa Oppa gugup ? apa perkaatan ku itu benar?!”tanya Yoona memotong perkataan Donghae, matanya menatap Donghae curiga.“Ne,k… kau… benar Yoong, tapi Oppa benar benar yakin kalau Oppa tidak melakukan nya“ kata Donghae.

Oppa masih tidak mau mengaku,foto foto ini sudah cukup membuktikan kalau Oppa memang benar melakukan nya!!!” kata Yoona, nada suaranya naik. Dia merebut foto foto itu dari tangan Donghae dan merobeknya.“Yoong, percayalah, Oppa tidak melakukan semua itu” kata Donghae.“Diam kau Oppa!!! aku benci melihat mu!!!” kata Yoona dan pergi meninggalkan Donghae. “Tunggu Yoong” kata Donghae menarik tangan Yoona.“Yoong, Oppa benar benar tidak mengenal wanita itu” kata Donghae, “PLAAKKKK” sebuah tamparan mendarat di pipi Donghae.

Emosi Yoona sudah memuncak, dia menggampar Donghae di luar kesadarannya. Dia juga terkejut  dan langsung menaruh tangannya di mulutnya sambil menangis.Donghae mengusap pipinya yang telah di gampar Yoona, “Yoong, oppa benar benar tidak mengenalnya” kata Donghae kembali.“Aku tidak butuh semua penjelasan mu Oppa, semua nya sudah jelas” Kata Yoona melepaskan tangan Dongha dari tangannya. Dia sudah tidak bisa membendung rasa sakit hatinya.“Percayalah Yoong, semua itu tidak benar” kata Donghae meraih tangan Yoona.“Lepaskan Oppa “ kata Yoona menepis tangan suami nya.

Yoong, Oppa mohon percayalah” kata Donghae kembali meraih tangan Yoona.“Lepaskan Oppa, jangan sentuh aku, aku jijik melihat mu!!!” kata Yoona kembali menepis tangan suaminya, dia menghapus air matanya dan meninggalkan suaminya.Yoona  segera berlari ke kamarnya dan menguncinya. Donghae berlari mengejar Yoona, tapi gagal keburu pintu kamarnya di tutup dan di kunci oleh Yoona.“Yoong, buka pintu nya, Oppa bisa menjelaskan semuanya Yoong” kata Donghae menggedor gedor pintu kamar mereka.

Yoona hanya diam saja, di dalam kamarnya dia sibuk mengemasi barang barangnya. Donghae semakin khawatir karna tidak mendengar suara Yoona.“Yoong, buka pintunya Yoong, Oppa mohon” kata Donghae memohon tapi Yoona tidak menjawab, dia masih diam saja.Setelah cukup lama akhirnya Yoona keluar dengan pakaian yang rapi dan penampilan yang berbeda dari sebelumnya sambil  membawa sebuah koper.“Yoong, kau mau kemana?” Tanya Donghae menghalangi Yoona.

Menyingkir lah Oppa” kata Yoona mendorong tubuh Donghae.“Tidak, Oppa tidak akan membiarkan mu pergi” kata Donghae kembali menghalangi Yoona.“Oppa, cepat singkirkan tubuh mu itu!!!” kata Yoona dengan kasar dan langsung mendorong tubuh Donghae hingga Donghae terjatuh. Yoona segera berlari  ke luar rumah, Donghae mengejarnya.“Yoong, tunggu Oppa Yoong, kau tidak boleh pergi dari rumah ini” kata Donghae sambil berlari mengejar Yoona,  tapi Yoona tidak menghiraukannya.Setelah Yoona keluar dari rumahnya, dia langsung memanggil Taxsi. Taxsi itu berhenti, Yoona segera membuka pintu Taxsi itu dan memasukkan kopernya, saat dia hendak masuk Donghae menarik tangannya.

Jangan pergi Yoong” kata Donghae memohon menarik tangan Yoona. Yoona menepis tangan Donghae, 
Lepaskan Oppa, aku tidak mau lagi melihat wajah mu itu!!!” kata Yoona sambil menangis. “Oppa tidak akan melepaskan mu  sebelum kau mendengarkan semua penjelasan Oppa ” kata Donghae. “Apa lagi yang ingin Oppa jelaskan, semuanya sudah jelas” kata Yoona.Yoona mencoba melepaskan cengkraman Donghae pada tangan nya, tapi tidak berhasil karna cengkraman tangan Donghae cukup kuat.

Lepaskan Oppa, kau membuat pergelangan tangan ku sakit” kata Yoona yang masih berlinang air mata.“Oppa, tidak akan melepaskan mu” kata Donghae.“Pak supir, tolong bantu saya melepas kan diri dari orang ini Pak!!” kata Yoona meminta bantuan pada supir Taxsi itu.Supir itu pun segera keluar dari Taxsi nya. Dia berusaha melepaskan tangan Donghae yang mencengkram tangan Yoona. Melepaskan cengkraman Donghae pada Yoona bukanlah hal yang gampang bagi supir itu karna tenaga Donghae cukup kuat.

Supir itu memerlukan banyak tenaga agar bisa melepaskan cengkraman Donghae. Supir itu menghabiskan waktu yang cukup lama agar bisa melepaskannya.Lama kelamaan tangan Yoona terlepas dari cengkrama Donghae. Yoona segera masuk ke dalam Taxsi itu dan mengunci pintunya.“Yoong, buka pintunya Yoong “ kata Donghae mengetuk ngetuk kaca Taxsi. Supir taxsi itu mulai menjalan kan mobilnya.
Donghae mengejar dan tetap mengetuk kaca Taxsi itu. Taxsi itu mulai melaju, Donghae tetap berusaha mengejarnya.Semakin lama Taxsi itu semakin melaju dengan kencang hingga dia tidak mampu untuk terus mengejarnya.Donghae segera berlari kembali ke rumahnya dan mengendarai mobilnya yang di parkirkan di garasi lalu mengejar Yoona.“Bisa lebih cepat sedikit Pak” kata Yoona, “Ne, Ahgassi” kata supir itu, supir itu mempercepat jalannya. Donghae berusaha mengejar Taxsi itu.

Saat mobil Donghae sudah mendekati Taxsi tu, tiba tiba lampu merah dan Donghae terjebak di sana, Yoona pun berhasil lolos.“Sial!!!!!” kata Donghae memukul setir mobilnya. Dia membenamkan kepalanya di setir mobilnya. Air matanya mulai jatuh setitik demi setitik.“Ahgassi, anda mau kemana?” Tanya supir taxsi itu, 
Jalan saja dulu Pak, nanti saya akan memberitakuhan ke mana arah yang akan saya tuju” kata Yoona. Mata Yoona terus mengeluarkan cairan bening membanjiri kedua pipinya. Yoona mencoba menghapus air matanya tapi lagi lagi air matanya kembali membasahi kedua pipinya.

Yoona sangat bingung kemana arah yang akan di tujunya, dia tidak punya kerabat di seoul selain keluarga Donghae. Matanya kembali mengeluarkan cairan bening.Yoona sempat berniat ingin menginap sementara di salah satu rumah temannya. Tapi dia mengurungkan niatnya , karna dia tahu kalau Donghae pasti akan menghubungi mereka.Yoona sudah tidak bisa lagi membendung rasa sakit hatinya. Setelah cukup lama berfikir, dia memutuskan untuk menghubungi ommanya yang berada di New York. “ Yeobosseo Omma” kata Yoona, “Yeobosseo Yoong, ada apa?” Tanya omma Yoona.“Pesankan aku tiket pesawat sekarang juga 
Omma, aku akan ke New York hari ini juga” kata Yoona, suaranya terdengar parau.
 Apa kau menangis Yoong? ” Tanya omma Yoona.“Ani Omma, aku tidak menangis” kata Yoona berbohong.“Omma tau kau sedang menangis Yoong, apa sebenar nya yang terjadi ?” Tanya omma Yoona mulai khawatir. “Kalau aku sudah tiba di sana aku akan menceritakan semua nya Omma” kata Yoona. 

Omma Yoona pun memesankan Yoona tiket pesawat dengan segera.“Pak, antar aku ke Bandara Incheon sekarang juga” kata Yoona, “Ne, Ahgassi “ kata supir itu. Di tempat lain Donghae sibuk menyusuri jalan kota Seoul mencari keberadaan istrinya. ”Yoong, kau ada di mana sekarang” kata Donghae, butiran bening kembali mengalir perlahan lahan dari matanya.

Donghae berusaha menghubungi  Yoona, tapi Hp Yoona selalu tidak aktif. Donghae pun membanting Hpnya ke kursi mobil yang ada di sampingnya.Tiba tiba Hp Donghae berbunyi, sebuah panggilan masuk dari 
Donghwa. Donghae segera menjawab telponnya.“Yeobosseo” kata Donghae.“Yeobosseo Hae-ah, cepat ke rumah sakit sekarang juga” kata Donghwa.“Apa yang terjadi Hyung?” tanya Donghae, “Omma masuk rumah sakit” kata Donghwa.“Ne Hyung, aku akan segera ke sana” kata Donghae. Donghae memutar arah mobil nya.Sesampainya di rumah sakit, Donghae bertanya kepada seorang suster untuk mengetahui di mana letak kamar ommanya.

Setelah itu Donghae langsung berlari mencari ruang ommanya di rawat, tidak lama kemudian dia melihat hyungnya sedang duduk di kursi tunggu di depan ruang rawat ommanya.“Hyung, apa yang terjadi pada Omma, bagaimana keadaan nya sekarang?” Tanya Donghae dengan nafas tersengal sengal sehabis berlari.“Sakit jantung Omma kambuh lagi Donghae dan sekarang Omma masih belum sadarkan diri” kata Donghwa dengan khawatir.“Kenapa sakit jantung Omma kambuh lagi?” Tanya Donghae.

Omma  sangat shock saat melihat foto mu tengah tidur bersama yeoja lain, setelah melihat itu sakit jantung Omma kambuh lagi dan Omma langsung tidak sadarkan diri” kata Donghwa.“Mwo!!!! Jadi kalian juga mendapat kiriman paket itu? ”tanya Donghae, Donghwa mengangguk.“Apa Hyung percaya kalau aku tidak melakukan semua itu?” Tanya Donghae ragu ragu pada Donghwa.“Hyung percaya kalau kau tidak akan mungkin melakukan semua itu, tapi Hyung tidak yakin kalau Omma akan percaya” kata Donghwa.“Gomawo Hyung, karna Hyung telah mau mempercayaiku ” kata Donghae sedikit tersenyum. Tapi wajahnya tiba tiba berubah seketika.

Ada apa Hae-ah?” Tanya Donghwa heran melihat ekspresi Donghae. “Yoona pergi Hyung, aku tidak tau dimana dia sekarang, dan aku masih belum berhasil menemukan nya ” kata Donghae frustasi. Donghwa berdiri dan memeluk adiknya.“Sabar Hae-ah, Hyung yakin kalau Yoona ada di sautu tempat, mungkin untuk sekarang ini Yoona sedang ingin sendiri ” kata Donghwa menenangkan Donghae.“Aku tidak ingin Yoona pergi jauh dan meninggalkan ku Hyung ” kata Donghae, dia mulai menitkkan air mata. Donghwa mengusap punggung adiknya.“Sabar lah Hae-ah” kata Donghwa kembali menenangkan.

New York
Yoona menekan bell rumah ommanya di New York. Ommanya langsung membukakan Yoona pintu. Dia terkejut melihat Yoona datang ke rumahnya dalam keadaan menangis.“Yoong, kenapa kau menangis? apa yang telah terjadi?” tanya omma Yoona.“Donghae Oppa Omma, hiks…hiks…hiks…” kata  Yoona terisak langsung memeluk ommanya.“Ada apa dengan Donghae Yoong?”Tanya omma Yoona heran.“Donghae Oppa tidur bersama yeoja lain Omma” kata Yoona, tangisnya semakin menjadi jadi.“Benarkah?” Tanya omma Yoona.

Ne, Omma” kata Yoona sambil terisak.“Apa kau melihat  nya sendiri Yoong?”Tanya Omma Yoona,“Ani, aku mendapat kiriman paket dari orang asing yang berisi foto Donghae Oppa sedang tidur bersama yeoja lain” kata Yoona sambil menangis.“Tapi apa benar kalau Donghae melakukan semua itu?” Tanya Omma Yoona.“Entahlah Omma, aku benci dengan Donghae Oppa, aku benci Omma” kata Yoona masih terisak, tetesan air matanya membasahi bahu Ommanya.“Sudahlah Yoong, tenangkan dulu diri mu” kata omma Yoona mengusap punggung  Yoona.

Keesokan Hari nya
Donghae tertidur di tepi ranjang ommanya di rumah sakit, dia masih belum bangun dari tidurnya. Lalu Donghwa datang dan masuk ke ruangan ommanya.“Hae-ah, ayo bangun, mandi lah sana, Hyung sudah membawankan pakaian untuk mu” kata Donghwa membangun kan Donghae. Donghae terbangun dari tidurnya dan dia segera berjalan menuju kamar mandi.Setelah Donghae selesai mandi, dia pun keluar, dia terkejut melihat ommanya sudah sadar. “Omma” kata Donghae dan duduk di samping ommanya, “Omma, sudah sadar” kata Donghae tersenyum senang.“Ne Hae-ah, Omma sudah sadar sejak kau tadi masih di kamar mandi” kata Donghwa tersenyum pada Donghae.

Omma, aku sangat mengkhawatirkan mu ” kata Donghae. Omma Donghae mengalihkan pandangannya ke arah lain.“Omma, kenapa Omma bersikap aneh?” Tanya Donghae bingung melihat sikap omma nya.“Omma tidak mau melihat mu” kata Omma Donghae dingin.“Kenapa?” Tanya Donghae.“Kau bodoh Hae-ah, kurang apa  istri mu, kenapa kau tega sekali menghianati nya!” kata omma Donghae menatap Donghae tajam, nada suaranya mulai naik.“Aku tidak menghianati nya Omma, aku tidak melakukan semua itu” kata Donghae membela dirinya.

Jangan berbohong Hae-ah, Omma sangat kecewa pada mu, Omma tidak menyangka kau tega melakukan semua itu!” kata omma Donghae marah.“Omma, percayalah ,aku tidak melakukan nya”kata Donghae.“Pergi dari hadapan Omma sekarang juga, Omma tidak mau lagi melihat wajah mu itu!” kata omma Donghae mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Omma, aku mohon percayalah” kata Donghae meraih tangan ommanya.“Lepaskan, pergi kau sekarang juga!!!!!!” kata omma Donghae menepis tangan Donghae.“Donghae, Hyung mohon pergilah, mungkin Omma masih belum bisa menerima semua ini” bujuk Donghwa. Donghae pun keluar dari ruangan ommanya dengan perasaan sedih bercampur kacau.

3 Hari Berlalu
Di Rumah Donghae
Donghae menangis di kamarnya karna di tinggalkan oleh istrinya entah kemana. Dia memandangi foto Yoona yang ada di meja kamarnya. Matanya kembali meneteskan butiran bening. Dia mencoba menbendung rasa sedih nya tapi air matanya kembali tumpah tanpa aba aba. 

Donghae PoV
Aku mulai melewati hari hari ku tanpa Yoona, aku merasa dunia ini terasa hampa tanpanya. Setiap melihat fotonya air mata ini selalu tumpah tak tertahankan. “Yoong, di mana kau sekarang, kenapa kau belum kembali, Oppa sangat merindukan mu Yoong. Mian Yoong,,, karna Oppa telah menyakitimu, kembalilah Yoong,,, Oppa mohon” batinku. Aku merasa menghabiskan satu hari tanpa Yoona terasa sangat lama bagiku. Aku ingin dia kembali dan menemaniku setiap harinya. “Yoong, Oppa sangat ingin melihat senyum mu lagi, Oppa ingin memeluk mu, Oppa ingin kau kembali Yoong, apa kau mendengar semua yang Oppa katakan” batinku.
Donghae PoV End
  
Author PoV
Donghae kembali menitikkan air matanya sambil memandangi foto Yoona. Hanya air mata yang selalu setia menemaninya. Bahkan hyungnya pun tidak menjenguknya sama sekali. Dari hari ke hari Donghae hanya menangis di kamarnya dan merenung meratapi nasibnya, tidak ada kegiatan lain yang di lakukannya selain dari itu.Sudah 2 hari penuh Donghae tidak keluar keluar dari kamarnya. Dia tidak makan sama sekali, wajahnya pucat dan dia hanya tidur saat sudah terlalu lelah karna menangis.

Seminggu Kemudian
Jessica datang ke rumah Donghae, dia ingin melihat keadaan Donghae setelah di tinggal Yoona. Lalu dia mengetuk rumah Donghae, tapi tidak ada jawaban dari Donghae. Jessica pun memutar knop pintu rumah Donghae, kebetulan tidak di kunci jadi Jessica bisa masuk. “Oppa” panggil Jessica, tetap masih tidak ada jawaban dari Donghae. Jessica pun masuk ke dalam rumah Donghae, dia mencari keberadaan Donghae. Tapi dia tetap tidak berhasil menemukan Donghae.

Lalu Jessica mencoba membuka sebuah kamar, kamar itu juga tidak terkunci. Jessica pun masuk ke kamar itu dan dia berhasil menemukan Donghae di sana.“Oppa” kata Jessica, Donghae melirik asal dari suara itu.“Sica-ah, kenapa kau bisa kemari?” Tanya Donghae heran.“Aku sangat mengkhawatirkan mu Oppa, karna sudah seminggu Oppa tidak masuk kerja, jadi aku memutuskan untuk mengunjungi Oppa” kata Jessica. Setelah itu Donghae tidak berkata apa apa, dia kembali terdiam.“Oppa, wajah mu terlihat pucat, apa kau habis menangis? dan badan mu juga terlihat agak kurusan, apa kau sudah makan?” Tanya Jessica khawatir. Donghae hanya diam.

Oppa, kenapa kau hanya diam saja?” Tanya Jessica.“Sebaiknya kau tinggalkan aku sendiri Sica, aku sedang tidak ingi berbicara pada siapa pun” kata Donghae. Jessica pun meninggalkan Donghae.

Yoona PoV
Hari ini cuaca di sini sangat cerah, seharusnya aku mengisi waktu ku dengan jalan jalan ke Taman atau ke berbagai tempat lainnya. Tapi aku merasa kaki ku ini tidak berdaya untuk berdiri tegak. Selama seminggu ini, aku hanya menghabiskan waktu ku di kamar ini.Sebenarnya aku sangat sangat merindukannya. Aku takut kalau dia akan telat makan, kurang beristirahat dan dia akan lupa untuk selalu meminum vitaminnya.Tubuhnya sangat sensitif, aku takut dia akan sakit dan tidak ada yang akan mengurusinya.Tapi ketika aku membayangkan wajahnya, foto foto itu masih terbayang bayang di benakku.

Mataku kembali meneteskan butiran bening, aku sudah lelah menangis terus, tapi mata ini seakan tidak lelah untuk menangis.Aku mendengar seseorang sedang berjalan menuju kamar ku. Aku menoleh kan pandangan ku ke arah pintu kamarku.“Yoong, ayo makan, Oennie sudah membawakan makanan kesukaan mu” kata Yoonhee.“Aku masih kenyang Oennie” kata ku.“Baiklah, Oennie akan meletakkan makanan mu di sini” kata Yoonhee, setelah itu dia duduk di samping ku.
Yoona PoV End

Author PoV
Yoong, apa kau tidak ingin menghubungi suami mu?” Tanya Yoonhee. Yoona menggelengkan kepalanya.“Sudah seminggu kau di sini, pasti Donghae sangat mengkhawatirkan mu” kata Yoonhee.Yoona memandang ke luar lewat jendela kacanya. Matanya mulai berkaca kaca kembali jika mengenang tentang Donghae suaminya itu.“Biar saja Oennie, aku tidak peduli apa Oppa mengkhawatirkan ku atau tidak” kata Yoona, air matanya pun tumpah seketika.“Walaupun mulutmu berkata seperti itu, tapi hatimu berkata lain Yoong, Oennie tau  kalau kau sangat merindukan Donghae Yoong” kata Yoonhee sambil memeluk Yoona.Yoona terisak di pelukan unnie nya. Air matanya mengalir deras membasahi bahu Oennienya.

Di tempat lain
Donghwa mengajak Kyunhyun, Kibum, Enhyuk dan Sungmin bertemu di sebuah Restoran. Tidak lama kemudian mereka semua pun sudah berkumpul disana.“Ada apa Hyung mengajak kami kemari?” Tanya Kibum.“Ada yang mau Hyung tanyakan pada kalian” kata Donghwa.“Tentang apa?” Tanya Enhyuk. Donghwa memperlihatkan foto Donghae yang tengah tidur bersama Taeyon.

Apa kalian tau siapa yeoja ini?” Tanya Donghwa.“Bukan kah ini foto Donghae Hyung” Tanya Kyunhyun.“Benar, itu memang foto Donghae” kata Donghwa.“Kenapa Donghae Hyung bisa melakukan semua ini?” tanya Kibum. Kyunhyun mengambil foto itu dari tangan kibum. Kyunhyun menatap lekat foto itu.“Hyung juga tidak tau kenapa Donghae bisa melakukan itu semua” kata Donghwa“Bagaimana keadaan Donghae Hyung sekarang?” Tanya Kibum. “Sudah seminggu ini Hyung tidak ke rumah Donghae dan melihat keadaan nya, Hyung tau Donghae pasti sedang butuh waktu untuk sendirian” kata Donghwa.

Bagaimana dengan Yoona?”Tanya Enhyuk.“Yoona pergi meninggalkan Donghae entah kemana, dan sampai sekarang belum juga ada kabar nya” kata Donghwa.“Aku tidak yakin kalau Donghae Hyung tega melakukan semua ini” kata Kyunhyun menyela pembicaraan Donghwa dan Hyung Hyungnya. “Hyung juga merasa begitu Kyu, Hyung yakin kalau Donghae tidak melakukan nya” kata Donghwa.“Geundae, siapa yeoja ini?” Tanya kyunhyun, Enhyuk merebut foto itu dari Kyunhyun.

Itulah yang ingin Hyung tanyakan pada kalian” kata Donghwa.“Coba aku lihat lagi” kata Kibum, Kibum mengambil foto itu dari Enhyuk. Kibum menatap wajah yeoja itu dengan lekat, sepertinya Kibum sedang mengingat ngingat siapa yeoja itu.“Hyung, aku merasa wajah yeoja ini sangat familiar?” Tanya Kibum pada Sungmin yang berada di samping kirinya, sedangkan Kyunhyun di samping kanannya.“Coba aku lihat” kata sungmin mengambil foto itu dari kibum.“Bukankah ini Taeyon” kata Sungmin yang dari tadi sama sekali belum melihat foto itu.“Apa kau mengenalnya Hyung?” Tanya Enhyuk.“Ne, Taeyon adalah yeojachingu nya Leetteuk Hyung” kata Sungmin.“Maksud mu Taeyon itu yeojachingu nya sepupu mu Hyung?” Tanya Kibum. Sungmin mengangguk.“Apa kau tahu ada hubungan apa Donghae dengan Taeyon?” tanya Donghwa.“Setauku Donghae tidak mengenal Taeyon begitu juga dengan sebaliknya” kata Sungmin.

Lalu kenapa mereka bisa tidur bersama?” Tanya Donghwa. Kibum, Kyunhyun, Sungmin, dan Enhyuk mencoba  mengingat seseorang yang ada kaitannya dengan Donghae dan Taeyon.“Hyung, bukan kah Taeyon temannya Jessica?” Tanya Kyunhyun pada Sungmin.“Benarkah?” tanya Sungmin.“Apa kalian ingat saat perayaan ulang tahun ku tahun lalu, bukan kah Sica datang bersama Taeyon saat itu” kata Kyunhyun. Enhyuk, Kibum, dan Sungmin mencoba mengingat kejadian itu.“Ne, aku ingat, waktu itu Sica menghampirimu bersama yeoja itu kan” kata Enhyuk. Kyunhyun mengangguk.

Siapa Jessica?” tanya Donghwa.“Jessica adalah saudara tiri Yoona” kata Kibum.
Benarkah?” Tanya Donghwa.“Ne, Sica sebenarnya menyukai Donghae Hyung, tapi sayang Donghae Hyung tidak menyukai nya dan malah menyukai Yoona ” kata Kyunhyun.“Tunggu,,, Donghae Hyung, Sica, Yoona,, apa kalian tidak merasa ada yang aneh dengan Sica. Sica menyukai Donghae Hyung, tapi tidak dengan Donghae Hyung, bisa jadi…” Kibum menggantung kata katanya.“Bisa jadi apa maksud mu?” Tanya Sungmin pada Kibum.

Bisa jadi Sica adalah Orang yang merencanakan semua ini, karna cintanya bertepuk sebelah tangan” kata Kyunhyun meneruskan kata kata Kibum.Kibum mengangguk membenarkan kata kata Kyunhyun. Donghwa menatap Kyunhyun dan Kibum secara bergantian.“Aku setuju dengan pendapat kalian” kata Enhyuk, “Aku juga sependapat” kata Sungmin.Donghwa pun ikut mengangguk, “Tapi untuk menyatakan kalau Sica orang di balik  semua ini, kita harus perlu bukti” Kata Enhyuk.Suasana hening sejenak, mereka semua memikirkan bagai mana cara mencari bukti kalau Jessica lah pelakunya.“Bagaimana kalau kita menanyakan rekaman CCTV  pada petugas yang bertugas di hotel itu” usul Kyunhyun.

Hyung sudah menanyakannya, tapi petugas itu bilang rekaman CCTVnya sudah ada yang mengambilnya” kata DonghwaMereka semua kembali mencari ide, “Bagaimana kalau begini saja” kata kyunhyun, dia membisikkan sebuah rencana untuk membuktikan bahwa Jessica lah dalangnya. “Hyung, apa kau punya No. Hp Taeyon?” Tanya Kyunhyun pada Sungmin.“Aku punya” kata Sungmin, dia pun memberikan No. Hp Taeyon pada Kyunhyun.“Baiklah, kita akan menjalan kan rencana kita mulai besok” kata Kyunhyun. Semua mengangguk setuju.

2 Hari Kemudian
Sungmin datang ke rumah Leetteuk bersama teman temannya sambil membawa sebuah foto.“Hyung, aku ingin memberitahukan sesuatu pada mu” kata Sungmin.“Tentang apa?” Tanya Leetteuk.“Ini Hyung” kata Kyunhyun memberikan sebuah foto pada Leetteuk. Leetteuk menatap foto itu.“Bukankah ini Taeyon dan Donghae?” Tanya Leetteuk.“Ne Hyung” kata Kibum.“Apa yang telah mereka lakukan!!! Kenapa mereka bisa tidur bersama??!!!” kata Leetteuk dengan marah membanting foto itu ke meja.

Ini semua bukan salah mereka Hyung” kata Sungmin.“Apa maksud mu?” Tanya Leetteuk. Enhyuk pun menceritakan semua nya.“Jadi semua ini ulah Jessica” kata Leetteuk, semua mengangguk.“Lalu apa yang kalian inginkan dari ku?” Tanya Leetteuk. “Kami hanya perlu sedikit bantuan dari mu Hyung agar kebenaran nya bisa terungkap” kata Kyunhyun.“Apa yang bisa aku bantu?” Tanya Leetteuk. Kyunhyun memberitahukan jalan rencana nya. Leetteuk pun mengangguk tanda mengerti.

Rumah Donghae
Sudah seminggu berlalu, tapi Donghae masih tetap di rumahnya, dia tidak melakukan apa pun sama seperti hari hari sebelumnya.Hari ini Jessica kembali datang melihat keadaan Donghae, ”Oppa, ayo makan lah” kata Jessica hendak menyuapkan nasi ke mulut Donghae. Tapi Donghae tidak membuka mulutnya.“Ayo lah Oppa buka mulut mu” kata sica membujuk Donghae.“Apa kau tidak bosan setiap hari datang ke sini?” kata Donghae akhir nya buka suara.“Aku tidak akan bosan demi diri mu Oppa” kata Jessica.

Apa kau masih mengharapkan ku Sica?” Tanya Donghae sambil menatap lekat mata Jessica.“Bukan kah kau sudah tau kalau aku sudah punya istri” kata Donghae.“Aku tau Oppa, tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan itu” kata Jessica.“Kau harus bisa menghilangkan nya” kata Donghae menatap ke arah lain.“Aku tidak bisa, aku tidak mampu dan aku tidak mau Oppa” kata Jessica.“Kau harus bisa, kau harus mampu dan kau harus mau!!!” kata Donghae, nada suara nya agak naik dan agak di tekan kan.

Oppa, perasaan ku padamu sama sekali belum pudar, jadi aku mohon pahamilah perasaan ku” kata Jessica.“Sadar lah Sica, aku sudah punya istri” kata Donghae dengan lantang.“Tapi sekarang dia meninggalkan mu Oppa” kata Jessica juga dengan nyaring, mata nya mulai berkaca kaca.“Kau benar Sica, Yoona memang sudah meninggalkan ku” kata Donghae lesu.“Oppa” kata Jessica memeluk Donghae, Donghae hanya diam saja saat Jessica memeluk nya, dia tidak membalas atau pun menolak pelukan Jessica.“Aku sedih melihat mu seperti ini terus Oppa” kata Jessica, dia membenamkan wajah nya di bahu Donghae, air mata nya mulai jatuh.

Oppa aku mohon makan lah” kata Jessica melepas pelukan nya, lalu dia mengambil mangkuk yang sudah disediakan nya di meja.Lalu dia mulai menyuapkan sesendok nasi untuk Donghae, tapi Donghae tidak mau membuka mulut nya. “Ayo lah Oppa ku mohon” kata Jessica. Akhir nya Donghae pun membuka mulut nya.Dari hari ke hari Donghae mulai mau makan. Setiap hari selalu Jessica yang mengurus nya, mulai dari menyuapi nya makan , mencuci pakaian Donghae dan membereskan rumah menggantikan tugas Yoona.
Dua minggu sudah berlalu, Donghae sudah bekerja kembali di kantor nya. Dia mulai kembali mengerjakan tugas tugas nya, tapi dia tidak begitu bersemangat.Kyunhyun, Sungmin, Kibum dan Enhyuk mampir ke Kantor Donghae. Mereka menyuruh Jessica untuk memberitahu kedatangan mereka pada Donghae, “Tok..tok…tok..” bunyi ketukan pintu ruang Donghae.“Masuk” kata Donghae. “Pak ada teman teman Bapak ingin bertemu” kata Jessica, “Suruh mereka masuk” kata Donghae merapikan meja kerjanya.

Hyung, kemana saja kamu selama ini? Kenapa kami tidak bisa menghubungi mu?” Tanya Kyunhyun pura pura tidak tau dan langsung duduk di meja kerja Donghae.“Ya!!!!! Apa kau tidak bisa sopan sedikit dengan Hyung mu ini!” kata Donghae.“Ya!!! Cho kyunhyun, turun dari situ!“kata Sungmin yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Donghae.“Baiklah, baiklah, baiklah” kata Kyunhyun, lalu dia turun dari meja kerja Donghae dan duduk di sofa.“Ada apa kalian datang kemari?” Tanya Donghae.“Kami hanya ingin mampir saja, bukankah sudah lama kita tidak ngumpul bareng seperti ini” kata Kibum.

Jangan bohong, aku sudah tau betul dengan kalian semua, kalau bukan karna hal penting mana mungkin kalian akan datang ke kantor ku” kata Donghae.“Ini” kata Sungmin memberikan sebuah alat perekam suara ke Donghae.“Apa ini?” Tanya Donghae.“Sudah, putar saja Hyung” kata Kibum. Donghae pun memutar alat perekam itu.

“Oppa, aku tidak melakukan apa apa padanya, aku hanya di suruh untuk tidur di samping pria itu” kata seorang yeoja sambil menangis.“Siapa yang menyuruh mu!!!” kata seorang namja.
“Aku di suruh oleh Jessica, aku tidak tega menolak nya karna dia teman baikku” kata yeoja itu lagi dengan terisak.“Lalu apa kau tau untuk apa dia melakukan semua itu?”…
“Tapi oppa harus janji tidak akan bilang pada siapa pun” kata yeoja itu.“Ne, oppa tidak akan bilang”…“Itu semua karna dia ingin memisahkan namja itu dengan istri nya oppa” kata yeoja itu sambil menangis. “Apa semua itu benar?” Tanya namja itu.
“Ne,” kata yeoja itu.“Kau bodoh Taeyon, apa kau tidak tau bagaimana perasaan nya sekarang ini, istri nya pergi meninggalkan nya entah kemana dan sakit jantung omma nya kambuh lagi  karna semua perbuatan mu itu Taeyon!!!” kata namja itu.“Mian oppa, aku tidak tau akan seperti itu kejadian nya” kata yeoja itu menangis sejadi jadi nya. Perekam suara itu pun berhenti.

Mereka semua diam mendengar kata kata itu. Donghae terkejut mendengar pengakuan yeoja itu. “Suara siapa itu?” Tanya Donghae menatap  semua teman nya satu persatu.“Itu suara yeoja yang tidur dengan mu Hyung” kata Kibum.“Apa benar semua yang di katakan nya?” Tanya Donghae tanpa menatap orang yang ditanya, karna tatapan nya kosong.“Kami yakin kalau semua yang di katakan yeoja itu benar Hyung, bukan kah Hyung sudah mendengar yeoja tadi mengatakan kalau semua yang di katakan nya itu benar” kata Enhyuk. Donghae terdiam, tatapan nya masih kosong.“Pak, ada yang ingin saya sampaikan” kata Jessica masuk ke ruangan Donghae tanpa permisi. Semua yang ada di ruangan Donghae menatap Jessica lekat, kecuali Donghae.“Kenapa kalian menatap ku seperti itu?” Tanya Jessica heran. Donghae mulai menatap Jessica dengan tajam.“O…O…Oppa, kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Jessica gugup, dia takut melihat tatapan Donghae.
Berani sekali kau menyebut Donghae Hyung dengan sebutan Oppa di kantor ini” kata Kyunhyun tersenyum miris.“M...m…mian, mian lain kali aku tidak akan mengulang nya lagi, kalau begitu aku akan keluar” kata Jessica, lalu dia memutar tubuh nya hendak keluar tapi tiba tiba Kibum mencegat nya.“Tunggu Sica” kata Kibum, Jessica pun menghentikan langkah nya.“Waeyo?” Tanya Jessica takut takut.

Ada yang ingin kami bicarakan pada mu, kemarilah ” kata Kibum. Jessica duduk di sofa di samping Donghae yang masih diam saja tanpa berkata kata apa pun.Kibum memutar pemutar suara tadi. Jessica mulai mendengarkan nya. Setelah dia mendengarkan semua nya, matanya terbelalak, dia sangat terkejut mendengar pengakuan Taeyon.“Sica, apa benar yang di kata kan yeoja itu?” Tanya Donghae, akhir nya dia mulai mengeluarkan suara. Jessica hanya diam saja, tangan nya gemetaran karna ketakutan.

A..a..apa maksud Oppa? ” kata Jessica sangat gugup.“Apa semuanya itu benar Sica!!!” kata Donghae dengan nyaring membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.“A..a..apa maksud Oppa, aku sungguh tidak mengerti?” Tanya Jessica, dia masih pura pura tidak mengerti.“Jangan pura pura tidak tau Sica, apa benar semua yang di katakan yeoja itu!!!” kata Donghae.“Oppa, mianhae, mianhae Oppa mianhae” kata Jessica berlutut di kaki Donghae sambil menangis.“Oppa tidak butuh maaf mu, Oppa hanya ingin tau apa benar semua yang di katakan yeoja itu” kata Donghae, Jessica hanya diam saja.“Kenapa kau diam saja?!!!” Tanya Donghae.

Mianhae oppa, mianhae…hiks…hiks..” kata Jessica terisak.“Lepaskan Sica, Oppa tidak menyangka kau tega melakukan semua ini” kata Donghae.“Oppa,mianhae Oppa, mianhae” kata Jessica, mata nya kembali menitikkan air mata.“Oppa mau kau mengundurkan diri sekarang juga!” kata Donghae.“Oppa, aku mohon, jangan lakukan itu Oppa, Oppa…” Kata Jessica. “Lepaskan, Oppa bilang lepaskan Sica!!!!” kata Donghae membentak Jessica, sica pun melepaskan kaki Donghae.“Cepat kemasi berkas berkas mu dan pergi dari sini, besok kau harus mengajukan surat pengunduran diri” kata Donghae. Jessica pun meninggalkan ruangan Donghae dengan berat hati.

2 Minggu Berlalu
Jessica mengajak Siwon untuk bertemu. Siwon dan Jessica duduk saling berhadapan. Suasana hening “Minggu depan aku dan Omma ku akan pulang ke Negara asal kami…” kata Jessica memecah keheningan.“Apa yang terjadi? Kenapa tiba tiba kalian ingin pergi dari sini?” Tanya Siwon, dia heran melihat raut wajah Jessica yang sangat menyedihkan.“Donghae Oppa sudah mengetahui semua nya Oppa” kata Jessica.

Mwo!!, bagaimana Donghae bisa tau?” Tanya Siwon, dia sangat terkejut mendengar penuturan Jessica.“Sudahlah Oppa, karna cepat atau lambat, semuanya pasti akan terungkap” kata Jessica.“Lalu apa kau akan meninggalkan Donghae begitu saja?” Tanya Siwon. Jessica mengangguk.“Lalu bagaimana dengan perasaan mu selama ini padanya?” Tanya Siwon.“Aku akan berusaha sekuat mungkin agar bisa menghilangkan semua perasaan ku padanya” kata Jessica, tatapan nya memandang ke arah lain.“Apa kau akan menyerah begitu saja?” lagi lagi Siwon mencoba untuk mengubah pikiran Jessica.

Aku sudah lelah melakukan semua ini Oppa” kata Jessica menatap bola mata Siwon.“Oppa bisa mencari cara agar Donghae bisa kembali bersamamu, dan meninggalkan Yoona” kata Siwon.“Sudahlah Oppa, aku sudah lelah” kata Jessica.“Oppa mohon Sica, hanya kau harapan Oppa satu satu nya yang bisa memisahkan mereka“ kata Siwon memohon.“Mian Oppa, aku sudah tidak bisa lagi membantu Oppa” kata Jessica. Setelah itu, Jessica pun meninggalkan Siwon, dan iwon hanya memandangi kepergian Jessica.

Sebulan Berlalu  
New York
Pagi yang indah di hiasi cuaca yang cerah. Tapi tidak secerah hati seorang  yeoja yang tengah duduk termenung di tepi kasur nya. Kedua mata nya kembali mengalirkan butiran butiran bening. Yoona sangat merindukan suami nya. Walau pun hati nya terasa sakit mengingat kejadian itu, tapi dia tetap merindukan suami nya.

Yoona berniat ingin melupakan Donghae tapi hati nya berkata lain, yang ada malah semakin merindukan Donghae dan semua itu menyakiti dirinya sendiri.  Setiap hari hanya air mata yang setia menemani Yoona menghabiskan waktu di kamar nya. “Yoong, apa kau tidak ingin jalan jalan? Sudah sebulan kamu ini hanya di kamar terus” kata Yoonhee.“Aku tidak ingin kemana mana Oennie, aku hanya ingin di sini saja” kata Yoona, mata nya kembali berair.“Kalau kau tidak mau keluar rumah, setidak nya keluarlah dari kamar mu Yoong” kata Yoonhee. Yoona menggelengkan kepalanya.“Apa kau tidak lelah hanya berdiam diri di kamar dan menangis terus menerus” kata Yoonhee. Yoona hanya diam saja.

Tiba tiba dia merasakan perut nya mual, dia segera berlari ke luar dari kamar nya menuju kamar mandi. Yoonhee menyusul Yoona ke kamar mandi.“Uwwweek……uuwwweeek…” suara  Yoona muntah, Yoonhe mengurut belakang Yoona.“Yoong, kau tidak apa apa?” Tanya Yoonhee.“Uwwweek…uwweeeekkk…” lagi lagi Yoona muntah.“Omma, cepat panggil Dokter kesini Omma, Yoona muntah muntah” teriak Yoonhee dari kamar mandi. Omma Yoona segera menghubungi Dokter.

Setelah Yoona selesai muntah, Yoonhee merebahkan tubuh adiknya yang lemah di kasur. Badan nya sangat kurus, wajah nya pucat dan tubuh nya begitu lemah.Tidak lama kemudian Dokter pun datang. Dia memeriksa keadaan Yoona. “Bagaimana Dok?” Tanya Omma Yoona khawatir.“Dia harus sering mengonsumsi makanan makanan yang sehat dan pola makan nya harus di jaga dengan teratur, itu semua demi kebaikan perkembangan janin nya” kata Dokter.“MWo!!!!!!, JANIN??!!!” kata Yoonhee terkejut, Yoona dan Omma nya tidak kalah terkejutnya dengan Yoonhee. “Maksud Dokter Yoona hamil?” Tanya Omma Yoona.“Ne, usia kandungan nya baru menginjak 1 bulan, janin nya masih sangat muda, saya harap kalian bisa menjaga nya dengan baik” kata Dokter itu, setelah memeriksa Yoona, Dokter itu pamit pulang.

Yoong, kau harus banyak makan, itu semua demi janin yang ada di perut mu” kata Yoonhee. Air mata 
Yoona mengalir di ujung mata nya.“Yoong, kenapa kau menangis? Apa kau tidak senang atas kehadiran janin mu itu?” Tanya Omma Yoona.“Ani omma, aku sangat sangat senang, tapi aku sedih karna Donghae oppa tidak ada di sini, seandai nya Donghae oppa ada di sini, dia pasti sangat senang” kata Yoona, air mata nya kembali mengalir. “Bersabar lah Yoong, omma yakin kau akan kuat menjalani semua ini” kata Omma Yoona menenangkan.

3 Tahun Kemudian
Yoonhee menemani Haena bermain di ruang tengah. Haena membuka sebuah buku cerita bergambar. Haena melihat sebuah gambar keluarga yang sedang berkumpul di ruang tamu.“Ahjumma, ini siapa nya anak ini?” Tanya Haena menunjuk seorang laki laki, Yoonhee membaca tulisan yang ada di bawah gambar itu.“Ini Appanya nya anak ini dan ini Ommanya” kata Yoonhee menunjuk orang orang yang ada di dalam buku itu.“Appa?” Tanya Haena. Yoonhee mengangguk.

Apa Haena juga punya Appa?” Tanya Haena polos. Yoonhee tidak mampu berkata apa apa.“Ahjumma, kenapa ahjumma diam?” Tanya Haena.“Ne, iya, Haena juga punya Appa” kata Yoonhee.“Lalu kemana Appa Haena, kenapa Haena tidak pelnah melihat Appa Haena?” Tanya Haena.“Karna Appa Haena sedang berada di sebuah tempat yang jauh… dari tempat tinggal Haena” kata Yoonhee.“Benalkah? Haena ingin sekali beltemu Appa” kata Haena, Yoonhee terdiam. Haean berlari ke kamar Yoona meninggalkan Yoonhee yang terdiam.

Haena duduk di atas kasur memperhatikan Yoona merapikan pakaian mereka di lemari. “Haena” kata Yoona, dia menghentikan pekerjaan nya.“Omma, Appa sekalang ada di mana? Apa Appa tinggal di sebuah tempat yang jauh…?” Tanya Haena polos.

Yoona terdiam, dia juga tidak mampu berkata apa apa. “Omma, kenapa Omma diam?” Tanya Haena.“Ne?” Tanya Yoona.“Sekalang Appa ada di mana, Haena ingin sekali beltemu Appa” kata Haena.“Haena pasti akan bertemu Appa” kata Yoona.“Kapan?” Tanya Haena.“Suatu saat nanti” kata Yoona, Yoona kembali melanjutkan pekerjaan nya. Tapi dia masih memikirkan perkataan Haena.Yoona teringat kembali akan wajah Donghae yang sudah cukup lama ia lupakan. Air mata Yoona jatuh membasahi pipinya. Yoona segera menghapus air matanya.

1 tahun kemudian
Yoona turun dari pesawat bersama si buah hati nya, dia memutuskan untuk kembali ke seoul karna si buah hati nya selalu menanyakan keberadaan Appanya sejak setahun yang lalu. Yoona tidak mampu lagi membendung rasa rindu anaknya pada Donghae Appanya. Bukan hanya karna itu saja, sejujurnya Yoona juga sangat merindukan suaminya itu.

Yoona berusaha membendung rasa itu, tapi yang ada malah menyakiti dirinya sendiri. Dia pun menyerah memendam rasa itu dan memutuskan untuk kembali ke negara asalnya.“Haena sayang, ayo kita turun” kata Yoona, “Omma, sekarang kita ada di mana?” Tanya si buah hati nya.”Kita ada di seoul sayang, kita akan menemui Appa Haena“ kata Yoona, “Jinjja Omma?!” Tanya Haena dengan mata berbinar binar, “Ne, sayang” kata Yoona sambil tersenyum.

Mereka berjalan turun dari pesawat dan segera keluar dari Bandara memanggil  taxsi dan menaiki nya menuju rumah mertua nya.

Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya Yoona tiba di depan rumah mertuanya.  Yoona dan Haena turun dari taxsi dan memandangi  rumah berlantai dua yang hendak di masuki nya itu.”Omma, apa ini rumah Appa?”Tanya Haena, “Bukan sayang, ini rumah Halmeoni Haena, ayo kita masuk kata Yoona.Mereka berdua berjalan melewati pagar rumah itu. Yoona menekan bell rumah mertuanya. Seorang pelayan membukakan Yoona pintu.

Nona Muda!!!” kata pelayan itu terkejut, “Ne, anyeonghaseo” kata Yoona sedikit membungkukkan  tubuh nya. Pelayan itu mempersilakan Yoona masuk. “Tuan muda, Nona muda sudah kembali Tuan!!!!” teriak pelayan itu.“Ada apa sih teriak teriak!!!” kata Donghwa berjalan menuju ruang tamu. Dia terkejut melihat orang yang sedang duduk di kursi tamu, kedua matanya terbelalak.“Yoona!!! K..k..a..kau..sudah kembali  kata Donghwa gugup, dia sangat terkejut melihat kedatangan Yoona.

Ne Oppa, aku sudah kembali” kata Yoona, dan tersenyum ke arah Donghwa . “Yoong, Oppa sangat merindukan mu Yoong” kata Donghwa, dia segera memeluk Yoona, Yoona pun membalas pelukan Donghwa. “Oppa, Omma mana?” Tanya Yoona matanya mencari cari ke beradaan Omma mertuanya. 

Omma ada di kamar Yoong” kata Donghwa, Yoona berjalan bersama anak nya ke kamar Omma mertua nya.“Omma” kata Yoona, dia masuk ke kamar Omma nya dan menghampiri Omma nya yang tengah terkejut atas kehadiran nya.

Yoong” kata Omma mertuanya, Yoona langsung memeluk Omma mertua nya, matanya mulai berkaca kaca, “Yoong, kau sudah kembali” kata Omma mertua nya. Omma mertua nya mulai menitikkan air mata karna senang.“Ne, Omma, aku sudah kembali” kata Yoona, Yoona pun mulai menitikkan air mata nya membasahi bahu Omma nya. Setelah cukup lama Haena diam di muka pintu, Haena pun berjalan mendekati Yoona.“Yoong, siapa anak ini?” Tanya Donghwa memperhatikan Haena dengan heran di belakang Yoona.

Dia Haena, anak ku Oppa” kata Yoona, lalu dia memangku Haena. “Haena??? Yoong,  apa Haena anak mu bersama Donghae?” tanya Omma Donghae heran dan menatap Haena lekat, omma mertua nya melepas pelukan nya. Yoona mengangguk.“Kapan kamu hamil Yoong, kenapa Omma tidak tau?” Tanya Omma mertua Yoona.“Sejak sebulan setelah aku meninggalkan Donghae Oppa ke New York, usia kandungan ku sudah menginjak satu bulan Omma” kata Yoona. Omma mertua Yoona kembali memandang wajah cucunya.“Haena sekarang sudah berumur berapa tahun?” Tanya Donghwa pada Haena sambil memasang senyum yang sangat manis.

Umur Haena  4 tahun Ahjussi ” kata Haena, “Haena lucu sekali, apa Haena senang tinggal di New York?” Tanya Donghwa, Haena menggelengkan kepala nya.“Kenapa?” Tanya Donghwa heran, “Di sana tidak ada Appa Haena” kata Haena polos. Yoona, Donghwa dan Omma mertua Yoona saling bertatapan mendengar perkataan Haena.“Apa Haena sangat ingin bertemu dengan Appa Haena?”Tanya Donghwa, Haena mengangguk mantap.“Sekarang Appa Haena ada di mana?”Tanya Haena, “Sekarang Appa Haena lagi kerja di kantor” kata Donghwa menjelaskan pada Haena.

Omma, kapan kita akan bertemu Appa, Haena sudah sangat merindukan Appa” kata Haena pada Yoona. Yoona terdiam, dia tidak mengatakan apapun pada anaknya.“Omma, kenapa diam saja?” Tanya Haena, 
Ayo kita menemui Appa” Kata Haena turun dari pangkuan Yoona dan menarik tangan Yoona, lagi lagi Yoona terdiam di buat nya.“Sebaiknya Haena main dulu sama Ahjussi, setelah main, Ahjussi akan mengantar Haena bertemu appa” kata Donghwa.“Jinjja?” Tanya Haena semangat, Donghwa  mengangguk mantap. Donghwa dan Haena keluar meninggalkan Yoona dan omma nya di kamar.

Yoong, apa kau tidak ingin bertemu suami mu, anak mu sudah menanyakan nya?” Tanya omma Donghae.“Entahlah Omma, aku merasa belum siap untuk bertemu Donghae Oppa” kata Yoona. Omma Donghae hanya menganggukkan kepalanya. Suasana hening sejenak.
Omma” kata Yoona memecah keheningan.“Waeyo Yoong?” Tanya omma Donghae.“Bagaimana keadaan 
Donghae Oppa semenjak kepergian ku?” Tanya Yoona.

Sejak Omma melihat foto itu Omma sangat marah pada Donghae, Omma mengusirnya dan menyuruhya agar tidak menemui Omma lagi, semenjak itu Omma tidak tau bagaimana keadaan Donghae setelah kepergian mu” kata Omma mertuanya.“Benarkah, apa Donghwa Oppa juga tidak tau bagaimana keadaan Donghae Oppa?” Tanya Yoona.“Donghwa juga tidak mengetahui keadaan Donghae sebelum  Donghae mengalami kecelakaan” kata omma mertuanya.“MWo!!! Kecelakaan!! kecelakaan apa yang menimpa Donghae Oppa Omma???” Tanya Yoona khawatir.

Donghae ditabrak oleh sebuah truk saat dia hendak mengunjungi makam Appanya” kata Omma mertuanya.“Bagaimana dengan keadaan Donghae Oppa, apa dia tidak mengalami luka yang parah?” kata Yoona khawatir, matanya mulai berkaca kaca.Omma mertua Yoona pun menceritakan semua kejadian yang di alami Donghae saat  Donghae mengalami kecelakaan.

Flashback
Hari ini Donghae akan pergi mengunjungi makam appanya. Dia sudah bersiap siap untuk pegi ke sana.Tidak lupa juga Donghae menyiapkan semua barang barang yang akan di perlukan untuk berziarah ke makam appanya. Setelah semuanya sudah siap, dia segera pergi dengan mengendarai motornya. Di tengah perjalanan Donghae teringat bahwa dia lupa membeli bunga.

Donghae pun berhenti di sebuah toko bunga, dia membeli seikat bunga mawar. Setelah itu Donghae kembali melanjutkan perjalanannya.Setelah cukup lama di perjalanan, tiba tiba ada sebuah panggilan masuk di Hp Donghae. Dia berusaha mengambil Hp nya yang ada di saku celana nya, tapi karna kesulitan dia pun memandang ke saku celana nya dan tidak memperhatikan jalanan.

Sebuah Truk dari arah yang berlawanan sedang melaju dengan sangat kencang, supirnya menyetir dengan  ugal ugalan, dari kejauhan dia tidak melihat kalau motor Donghae sedang beada tepat di depan Truk nya. Saat motor Donghae sudah dekat, supir itu baru menyadari nya dan dia membunyikan klakson dengan panjang. Mendengar suara klakson, Donghae pun segera mengalihkan pandangan nya ke depan. Donghae terkejut melihat  Truk itu berada di depan nya dengan jarak yang dekat dan mereka langsung bertabrakan.

“BRUUUUKKKKK!!!!!!!!!! Suara motor Donghae dan truk itu bertabrakan. Motor Donghae habis terbakar, Donghae terkapar tak berdaya dengan lumuran darah di sekujur tubuhnya  dan dia langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan supir truk itu hanya terdapat luka di kening nya dan dia langsung melarikan diri.Seseorang yang melihat kejadian itu langsung memanggil ambulans. Donghae di bawa ke rumah sakit seoul. Setelah tiba di rumah sakit, Donghae langsung di larikan ke ruang UGD.

Kyunhyun segera pergi ke rumah sakit Seoul , dia di kabari oleh ayah nya, karna ayahnya seorang dokter dan kebetulan dia menangani Donghae.Kyunhyun  mengabari semua teman nya dan keluarga Donghae. Mereka semua datang ke rumah sakit Seoul.” Kyunhyun apa yang terjadi?” Tanya Donghwa.”Donghae Hyung mengalami kecelakaan, kata Appa, dia bertabrakan dengan sebuah truk dan supirnya melarikan diri ” kata Kyunhyun. “Donghae anak ku…hiks…hiks…hks…” kata omma Donghae terduduk lemah. “Omma” kata Donghwa terkejut melihat omma nya yang terduduk lemah. Donghwa segera membantu ommanya berdiri dan mendudukan nya di kursi tunggu.

Donghwa mondar mandir di depan ruang UGD, dia menunggu dokter keluar dari ruangan itu. Sementara omma nya dan teman teman Donghae duduk di kursi tunggu.Setelah cukup lama, akhirnya dokter pun keluar dari ruang UGD.  Bagaimana keadaanya Dok?” Tanya Donghwa.”Lukanya cukup parah benturan di kepalanya sangat kuat dan dia kehilangan banyak darah, sangat kecil kemungkinan untuk nya bisa sadar kembali” kata dokter.

Donghwa tersandar kedinding, omma nya langsung tidak sadarkan diri mendengar semua penuturan dokter. Teman teman Donghae sangat terpukul mendengar semua itu. Satu bulan lamanya Donghae mengalami koma. Donghwa datang kembali untuk menjenguk adik nya. Sementara omma nya terbaring di rumah, dia tidak mampu untuk menemui anak nya dan melihat keadaan anak nya yang sedang koma di rumah sakit.

Dongwa masuk ke ruang Donghae, dia terkejut melihat Dokter dan Suster yang sedang panik menanangani adiknya.“Apa yang terjadi Dok?” tanya Donghwa khawatir.“Jantung nya berhenti berdetak Donghwa, kami akan mencoba membuat jantungnya kembali berdetak” kata Dokter itu, mata Donghwa berkaca kaca, tubuh nya tersandar ke dinding, dia tidak kuasa melihat keadaan adiknya yang sudah bagai telur di ujung  tanduk.Berkali kali Dokter mencoba memompa jantung Donghae, tapi jantungnya tetap tidak berdetak, hingga akhir nya Dokter menggelengkan kepalanya.

Donghwa, kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menolongnya, tapi kami tidak berhasil, kami harap kamu dan keluargamu bisa menerima dengan ikhlas  kepergian nya” kata Dokter menepuk bahu Donghwa.Air mata Donghwa tumpah seketika setelah cukup lama ia menahan nya. Dia menutup mulut nya agar suara nya tidak pecah, dia menggeleng gelengkan kan kepalanya sambil menangis.Dokter itu pun menyuruh suster melepas peralatan rumah sakit yang ada di tubuh Donghae.Seorang suster berjalan keluar dari ruangan Donghae dengan terburu buru, tapi tiba tiba dia berpapasan dengan Kyunhyun dan teman teman nya.

Sus, apa yang sedang terjadi pada Donghae Hyung?” Tanya Kyunhyun khawatir karna melihat Suster itu keluar dengan terburu buru.“Pasien yang bernama Lee Donghae sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup dan kami akan segera melepas semua peralatan rumah sakit yang ada di tubuh nya” kata Suster itu lalu segera meninggalkan Kyunhyun dan teman teman nya.Kyunhyun dan yang lain nya pun masuk ke ruangan Donghae melihat keadaan Donghae yang sudah terbujur kaku.

Hyung, apa yang terjadi pada Donghae Hyung?” Tanya Kibum pada Donghwa. Donghwa hanya menangis, dia tidak mampu berkata apa apa.“Hyung” kata Kyunhyun mendekati Donghae. “Appa, apa yang terjadi pada Donghae Hyung?” Tanya Kyunhyun pada Appanya dokter yang menangani Donghae.Appa Kyunhyun dokter hanya mampu menggelengkan kepalanya. Dia juga sangat sedih melihat Donghae yang sudah terbujur kaku.“Kenapa Appa diam saja?” tanya Kyunhyun menggoncang tubuh Appanya. Mata Kyunhyun mulai berkaca kaca.

Hyung,, kau bercanda kan?” Tanya Kibum pada tubuh Donghae yang sudah terbujur kaku. Air mata nya tumpah seketika.“Hyung, kau bisa mendengar ku kan? Ia kan Hyung?” kata Kibum mengguncang tubuh Donghae. Air mata nya pun membanjiri kedua pipinya, dia tidak kuasa melihat teman nya yang begitu ia sayangi telah pergi.

Donghae PoV
Aku berjalan di sebuah tempat yang sangat gelap. Aku tidak bisa menemukan cahaya sedikit pun di sini.“Di mana ini, kenapa di sini gelap sekali, arah mana yang harus ku tuju?” batinku.“Donghae ayo ikut aku, kita harus pergi dari sini” kata orang asing memegang tangan ku. Aku tidak mampu melihat wajah orang itu, karna sangat gelap.“Tunggu Appa, jangan pergi, aku mau Appa kembali, aku mau kita hidup bahagia bersama Omma” kata anak seorang kecil yang tidak ku kenal, aku tidak bisa melihat wajah nya.“Siapa kau?” Tanya ku, “Jika Appa mau kembali bersamaku, Appa akan tau siapa aku” kata anak itu sambil memegang tangan kanan ku.Sebenarnya ku sangat heran kenapa dia memanggilku dengan sebutan appa, karna aku sangat penasaran padanya. Aku pun menggenggam tangan nya dan dia menarikku untuk mengikuti nya.Aku mulai melihat ada sedikit cahaya terang, aku terus mendekati cahaya itu dan cahaya itu semakin terang.Aku mulai mengerjap ngerjapkan mataku, awal nya terlihat samar samar. Tapi lama kelamaan penglihatan ku mulai jelas.
Donghae PoV End

Author PoV
Di mana aku?” Tanya Donghae. Kibum yang tengah mengguncang tubuh Donghae langsung terkejut dan menghentikan guncangan nya.Begitu juga dengan yang lain nya, mereka semua menghentikan tangis nya.  
 Dokter dan juga suster tak kalah terkejutnya dengan mereka.Dokter segera memeriksa keadaan Donghae, dia tersenyum melihat Donghae langsung sadar. “Ini benar benar sebuah keajaiban” kata dokter itu tersenyum senang.“Hyung, kau sadar?!” tanya Kibum terkejut , Donghwa, Enhyuk, Kyunhyun, dan Sungmin pun mendekati ranjang Donghae.

Apa yang telah terjadi padaku? Kenapa kalian semua pada menangis? ” Tanya Donghae. Kibum menceritakan semua kejadian saat Donghae kecelakaan hingga diasampai  koma.“Hyung, bagaimana kau bisa kembali sadar?” Tanya Enhyuk. Donghae menceritakan apa yang di alaminya selama dia koma.

Bagaimana keadaan Donghae sekarang Dok?” Tanya Donghwa. “Keadaan Donghae sudah kembali normal, ini benar benar sebuah keajaiban” kata Dokter itu. Mereka semua tersenyum dengan sumringah karna Donghae telah kembali sadar.

Dari hari ke hari keadaan Donghae mulai membaik. Sejak kejadian itu, perubahan pada diri Donghae berubah drastis dan dia mulai kembali bekerja seperti sebelum nya.  
Flashback end

Air mata Yoona tumpah seketika saat Omma mertua nya menceritakan apa yang telah di alami Donghae semenjak kepergian nya. “Omma?” Tanya Yoona tanpa menatap Omma mertuanya,  tatapan nya kosong ke arah lain.“Waeyo Yoong?” Tanya Omma mertua nya.“Apa aku begitu kejam pada suami ku?” Tanya Yoona, tatapan nya masih kosong.

Yoong, menurut Omma wajar kalau kau melakukan hal itu, karna semua istri pasti akan sangat marah pada suaminya jika suaminya menghianatinya” kata Omma Donghae.“Omma” kata Yoona menangis di pelukan Omma mertua nya.“Yoong, ada satu lagi yang belum kamu ketahui tentang Donghae” kata Omma mertuanya.“Waeyo?” Tanya Yoona melepaskan pelukan nya.“Mengenai kejadian 4 tahun yang lalu, sebenarnya Donghae tidak meniduri yeoja itu” kata Omma mertuanya.“Apa maksud Omma?” Tanya Yoona, Yoona pun menatap Omma nya.

Sebenar nya Donghae  tidak melakukan semua itu Yoong” kata Omma mertuanya.“Apa maksud Omma? Bukan kah sudah ada bukti nya kalau Donghae Oppa melakukan nya” kata Yoona, dia merasa kalau Omma mertuanya sedang membela suaminya.“Donghae hanya di jebak” kata Omma mertua nya.“MWo!!!  Lagi lagi Yoona kembali terkejut.“Ne, Yoong” kata Omma mertuanya. Lalu Omma mertuanya pun mulai menceritakan bagaimana kejadian 4 tahun yang lalu bisa terungkap kebenaran nya.

Omma…hiks…hiks…” kata Yoona menangis, Omma mertuanya pun segera memeluknya.“Apa yang harus ku lakukan Omma, selama ini aku telah membuat Donghae Oppa begitu menderita” kata Yoona menangis di pelukan Omma nya.“Yoong, Omma yakin Donghae pasti sudah memaafkan mu, karna Omma tau dia sangat mencintaimu” kata Omma Donghae mengusap punggung Yoona.“Omma…hiks…hiks…hiks…” lagi lagi air mata Yoona tumpah membasahi pipi nya.

Sudahlah Yoong, Omma mohon jangan menangis lagi” kata omma Donghae mengusap punggung Yoona.“Aku telah bersalah omma, aku telah menyakiti orang yang sangat ku cintai” kata Yoona di sela tangis nya. Omma Donghae hanya diam, dia kembali mengusap punggung Yoona menenangkan Yoona.

Seminggu kemudian
Yoona, Haena dan mertuanya pergi ke super market untuk berbelanja.“Yoong, apa masih banyak barang yang akan kita beli?” Tanya Omma mertua Yoona.“Masih omma, memang nya ada apa?” Tanya Yoona, 
Omma mau ke toilet sebentar Yoong “ kata Omma mertuanya.

Ne” kata Yoona, Omma mertuanya melepaskan genggaman nya pada tangan Haena dan segera ke toilet, sedangkan Yoona sibuk mecari barang barang yang akan di belinya. Haena berkeliling di sekitar tempat Omma nya memilih barang,. Tiba tiba dia melihat gantungan Hp seorang namja berbentuk ikan nemo yang sangat lucu.

Haena mengikuti orang yang memakai gantungan itu sampai ke luar supermarket, Haena mengehentikan langkah kakinya mengikuti orang itu, karna orang itu sudah masuk ke dalam taxsi dan meninggalkannya.“Yah… Haena gagal mendapat kan ikan itu” kata Haena lemas. Dia memutar balikkan tubuh nya, “Di mana ini? bagaimana Haena bisa ke mari?” Tanya nya pada diri sendiri.“Omma!!! Omma di mana!!!! Omma!!!! Omma di mana!!!” kata Haena berteriak berkali kali, dia menangis karna tidak bisa menemukan Omma nya. Karna Haena tidak tau sedang berada di mana, dia berjalan melawan arah ke mini market tadi hingga dia semakin jauh.

Haena berjalan sambil menangis hingga bertemu dengan Donghae yang sedang membeli bunga tepat di depan toko bunga. Donghae menatap Haena dengan heran.“Gadis kecil, kenapa kau menangis, orang tua mu ada di mana?” Tanya Donghae, Haena menggelengkan kepalanya.“Kenapa kau bisa di sini?” Tanya Donghae, Haena menceritakan kejadian tadi hingga membuat nya tersesat.“Nama mu siapa?”Tanya Donghae.“Haena, Lee Haena” kata Haena.

Lee Haena?” kening Donghae mengerut mendengar nama Lee Haena.“Apa Ahjussi boleh tau siapa nama Omma Haena?” Tanya Donghae.“Yoona, nama Omma Haena Yoona” kata Haena. “Yoona?” lagi lagi kening Donghae mengerut mendengar nama Yoona. “Apa mungkin Yoona yang di maksud anak ini adalah Yoona istri ku? Tapi Yoona belum hamil saat dia meninggalkan ku, mungkin semua ini hanya kebetulan saja” Batin Donghae. “Apa Haena mau pulang bersama Ahjussi, nanti kita akan cari orang tua Haena sama sama” tawar Donghae, Haena menggelengkan kepalanya.“Kenapa?” Tanya Donghae heran.

Omma bilang, Haena tidak boleh ikut sama orang yang belum Haena kenal” kata Haena.“Kenapa Omma mu bicara seperti itu?” Tanya Donghae.“Karna Omma takut Haena akan di culik” kata Haena. Donghae tertawa mendengar kata kata Haena.“Kalau Haena tidak mau ikut Ahjussi, Haena mau pergi ke mana?” Tanya Donghae.“Haena akan berjalan terus mencari Omma” kata Haena.“Kalau Haena tidak menemukan Omma Haena dan malah bertemu sama orang jahat nanti bagaimana?” Tanya Donghae.

Haena tidak akan mau mengikuti orang jahat itu” kata Haena.“Bagaimana Kalau Haena tidak tau kalau orang itu jahat?” Donghae kembali menanyai Haena.Haena terdiam, dia tidak bisa menjawab nya. Karna dia masih kecil dan memang dia tidak bisa membedakan mana yang orang jahat dan mana yang baik.“Karna itu Ahjussi mengajak Haena ikut Ahjussi, Ahjussi takut kalau Haena akan bertemu dengan orang jahat” kata Donghae.“Tapi Haena takut kalau Ahjussi ini orang jahat” kata Haena polos. Donghae tersenyum mendengar kata kata Haena.“Memangnya wajah Ahjussi seperti orang jahat?” Tanya Donghae, dia mengulum tawanya. Haena memandang wajah Donghae sangat lekat, kemudian dia menggelengkan kepala nya.“Ne, Haena mau ikut sama Ahjussi” kata haena akhirnya. Donghae membawa Haena masuk ke dalam mobil nya.

Di tempat lain
Omma, apa Haena bersama Omma?” Tanya Yoona, dia baru sadar kalau Haena tidak bersama nya.“Ani Yoong, bukankah Haena tadi di sini bersamamu” kata omma Donghae.“Dari tadi aku sama sekali tidak melihat Haena di sini, aku pikir Haena bersama Omma” kata Yoona.“Omma tadi meninggalkan Haena di sini, Omma kira kamu tau kalau Haena Omma tinggal di sini” Kata omma mertuanya. “Kalau Haena tidak bersamaku dan omma, lalu Haena ke mana omma?” Tanya Yoona mulai khawatir, dia segera mencari Haena di dalam super market itu, begitu juga dengan Omma nya.

Mata Yoona berkaca kaca karna dia belum berhasil menemukan sibuah hati nya. “Haena sayang, kau di mana nak?” kata Yoona. Lalu Yoona menangis sejadi jadi nya karna kehilangan Haena.Yoona pulang dengan wajah berlumur air mata. Ommanya berusaha menenangkan nya tapi Yoona masih tetap menangis.Sesampai nya di rumah, Yoona berjalan dengan loyo dan dia langsung pingsan. “Yoong” kata Omma Donghae. Ommanya berteriak memanggil Donghwa, Donghwa pun segera datang dan menggendong Yoona ke kamar nya.

SKIP

Keesokkan Hari nya
Yoona dan Donghwa melaporkan bahwa mereka kehilangan seorang anak pada petugas kepolisian. Setelah itu Yoona dan Donghwa pulang.“Yoong, ayo sarapan dulu, dari kemarin malam kau belum makan” kata Omma mertuanya.“Aku masih kenyang omma” kata Yoona. Yoona langsung berjalan menuju kamarnya.Di kamarnya Yoona kembali menangis, dia sangat merindukan anak nya. Sebelumnya dia tidak pernah berpisah dengan anaknya, karna itu dia sangat sedih. Hari demi hari di laluinya tanpa sibuah hatinya. Hanya air mata yang setia menemaninya.Yoona  juga selalu menghabiskan waktu di kamarnya, dia berharap dengan memandang foto si buah hatinya akan bisa menghibur hati nya, tapi dia malah semakin merindukan anak nya. 

3 Hari Kemudian
Donghae membawa Haena ke sebuah rumah makan, mereka memesan rice fried dan chicken fried dengan minuman jus strowberi. Makin hari Haena makin dekat dengan Donghae dan dia mulai berani bercerita ke pada Donghae.“Ahjussi, Haena senang bisa tinggal bersama Ahjussi” kata Haena terenyum sambil menyuapkan sesendok nasi kemulut nya.“Kenapa?” Tanya Donghae.“Ahjussi sangat baik, tiap hari Ahjussi selalu memperhatikan Haena, menemani Haena tidur, menemani Haena mandi, dan mengajak Haena jalan jalan keluar” kata Haena tersenyum manis.“Benarkah?” Tanya Donghae.

Emm… Haena seperti sudah memiliki Appa yang selama ini Haena rindukan” kata Haena tersenyum.“Appa?” Tanya Donghae.“Ne, seandai nya Haena punya Appa sebaik Ahjussi, Haena pasti sangat senang” Kata Haena. Dia kembali merindukan Appanya.“Memangnya Appa Haena ke mana?” Tanya Donghae heran.“Haena tidak tau Ahjussi, Haena sangat merindukan Appa, Haena sangat ingin menemui Appa, tapi ketika Haena bertanya pada Omma kapan Haena kan bertemu Appa, Omma selalu bilang besok, besok, dan besok” kata Haena sedih.

Haena jangan sedih ya, wajah Haena terlihat jelek kalau Haena sedih, bagaimana kalau Haena menganggap Ahjussi sebagai Appa Haena?” Tanya Donghae. Haena menatap wajah Donghae.“Ahjussi berharap, Haena mau menganggap ahjussi sebagai Appa nya Haena, agar Ahjussi bisa mengobati rasa rindu Haena pada Appa Haena” kata Donghae dengan senyuman hangat.“Bolehkah?” Tanya Haena dengan mata berbinar binar. Donghae mengangguk mantap.

Seminggu kemudian
Di kamar Yoona
Seorang yeoja menangisi kepergian si buah hatinya yang entah kemana. Setiap bangun dari tidurnya, dia hanya menangis dan menangis. Dia tidak mau keluar dari kamar nya dan selalu menghabiskan waktu di sana ,“Nona, kenapa makanan tadi malam masih utuh, apa nona tidak memakan nya sedikit pun?” Tanya pelayan rumah itu. Yoona hanya diam.“Nona, ayo makan lah nona, nanti nona akan sakit kalau tidak makan” kata pelayan itu.

Aku tidak lapar” jawab Yoona singkat.“Tapi nona harus makan walau hanya sedikit” kata pelayan itu membujuk Yoona.Yoona tidak menghiraukan nya. Melihat Yoona diam saja akhir nya pelayan itu menaruh makanan nya di meja kamar Yoona dan meninggalkan Yoona.

3 Hari Kemudian
Donghae di undang oleh Kyunhyun untuk datang menghadiri pestanya. Donghae pun mulai bersiap siap, “Bibi Han, tolong kau pakaikan Haena gaun yang cantik, sebentar lagi kita akan pergi ke pesta” kata 
Donghae.“Ne” kata bibi Han. Bibi Han meghampiri Haena yang sibuk bermain boneka di ruang tv.“Haena, ayo kita kekamar mengganti pakaian Haena” kata Bibi Han.

Memangnya Haena akan kemana?”Tanya Haena pada Bibi Han.“Haena akan pergi ke pesta bersama Appa ” kata Bibi Han.“Jinjja?” Tanya Haena, Bibi Han mengangguk, Haena meloncat kegirangan. Bibi Han pun membawa Haena ke kamar nya dan mendandani nya. Setelah Haena siap, dia segera keluar kamar nya dan mendatangi  appa nya di kamar nya.“Appa” kata Haena berlari sambil tersenyum ke arah Donghae.”Wah… putri Appa sangat cantik” kata Donghae. Haena tersenyum ke arah Donghae. Lalu Donghae mendudukan Haena di kursi.

Appa, apa kita akan pergi ke pesta?” Tanya Haena sambil tersenyum.“Ne sayang” kata Donghae. Donghae merapikan pakaian nya di depan cermin, setelah itu dia pun menggendong putri nya keluar dari kamar nya.

Di Tempat Pesta
Donghae sudah datang ke tempat pesta Kyunhyun. Dia masuk dan menghampiri Kyunhyun. Kibum, Enhyuk dan Sungmin pun menghampiri Donghae dan Kyunhyun.“Selamat ya Kyu” kata Donghae menjabat tangan Kyunhyun.“Gomawo Hyung” kata Kyunhyun.“Kyu, selamat ya” kata Enhyuk di ikuti Kibum dan Sungmin. 
Gomawo semuanya” kata Kyunhyun.“Hyung, siapa anak ini?” Tanya Kyunhyun, dia heran melihat Donghae datang ke pestanya bersama seorang anak kecil.“Dia Haena putri angkat ku” kata Donghae. “O…o…o…” kata Sungmin, Kibum, Enhyuk dan Kyunhyun  mengangguk mengerti.“Appa, Haena ke sana ya” kata Haena menunjuk ke arah segerombolan anak anak yang sedang berkumpul.“Ne, Haena hati hati ya, ingat jangan buat ulah” kata Donghae memperingatkan, Haena mengangguk dan pergi menghampiri anak anak itu.

Tidak lama kemudian, Hyoyon, Yuri, Tiffany dan Seohyun datang menghadiri pesta Kyunhyun. Mereka semua mengucapkan selamat pada kyunhyun.Di saat Seohyun mengucapkan selamat pada Kyunhyun, 
Gomawo Chagi” kata Kyunhyun.“Mwo!! Chagi!!!” kata yang lain nya terkejut, karna mereka semua tidak ada yang tau bahwa Seohyun dan Kyunhyun berpacaran.“Kyu, apa kau dan Seo…” Kata Enhyuk mengantung kata kata nya.

Ne, Hyung, kami sudah resmi berpacaran” kata Kyunhyun, Seohyun terlihat malu saat Kyunhyun memberitahukan soal hubungan mereka pada teman teman nya.Mereka semua berkumpul dan saling bersenda gurau mengenang masa masa SMA mereka waktu lalu. Tiba tiba Haena datang menghampiri Donghae.“Appa, kapan kita pulang, Haena sudah ngantuk” kata Haena memeluk kaki Donghae.“Sebentar lagi ya sayang” kata Donghae, dia segera menggendong Haena.“Oppa, siapa anak ini?” Tanya Yuri, dia heran kenapa anak itu memanggil Donghae dengan sebutan appa.“Dia Haena, putri angkat ku” kata Donghae. Yuri, Hyoyon, Tifanny, dan Seohyun mengangguk mengeti.

Tidak lama kemudian Haena tertidur di bahu Donghae.“Kyu, mian, sepertinya aku harus pulang cepat malam ini” kata Donghae.“Kenapa Hyung?” Tanya Kyunhyun.“Haena sudah tidur” kata Donghae menunjuk Haena yang sudah tertidur di gendongan nya dengan kepala haena yang berada bahunya.“Tapi Hyung, kau belum lama di sini” kata Kyunhyun.“Kau mengerti sedikit lah Kyu, kali ini Hyung tidak seperti biasanya, Hyung membawa seorang  anak kecil” kata Donghae.“Baiklah” kata Kyunhyun.Donghae pun pamit pulang pada Kyunhyun. Lalu dia membaringkan Haena di kursi belakang, setelah itu dia juga masuk dan menjalankan mobilnya.

Keesokkan Hari nya
Pagi yang indah, Donghae sudah berada di meja makan. Dia membiarkan Haena tertidur pulas karna semalam dia tidur cukup larut malam.Donghae memakan sarapan nya, tidak lama kemudian Haena keluar dari kamar nya. “Appa, kenapa Appa tidak membangunkan Haena?” Tanya Haena berjalan menuju meja makan.“Karna Haena terlihat lelah, jadi Appa tidak membangunkan Haena” kata Donghae sambil menaikkan Haena ke kursi makan.Mereka makan bersama, tidak ada suara di sana hanya bunyi sendok dan garpu saling beradu. Kebetulan hari ini hari minggu, Donghae akan mengunjungi rumah omma nya.
Haena, habis makan Haena mandi ya, setelah itu kita akan pergi ke rumah Halmeoni Haena” kata Donghae.“Ne, Appa”kata Haena.

 Di Rumah Omma Donghae
Yoona sudah mulai mau makan walau pun cuma sedikit, tapi sudah ada kemajuan. Omma Donghae dan Donghwa terlihat senang melihat ada perubahan pada Yoona.“Yoong, ayo tambah makan nya” kata omma mertua Yoona.“Ani Omma, aku sudah kenyang” kata Yoona, Yoona berjalan hendak ke kamar nya.“Omma” kata Donghae tiba tiba muncul sambil menggendong Haena. Yoona terkejut mendengar suara itu, dia menghentikan langkah kakinya.

Hae-ah, kenapa tidak bilang dulu kalau kau akan kemari?” Tanya omma nya, omma nya sedikit terkejut karna kedatangan Donghae tiba tiba, apa lagi ada Yoona di rumah nya.Donghae hanya tresenyum, dia berjalan ke meja makan, Yoona masih belum membalikkan arahnya menghadap Donghae.“Hae-ah, siapa anak kecil yang kau gendong itu?” Tanya Donghwa, dia tidak melihat wajah Haena karna Haena menghadap Donghae.“Dia putri ku Hyung” kata Donghae, semua yang ada di meja makan termasuk Yoona  yang hendak menuju ke kamar nya terkejut mendengar penuturan Donghae.“Haena sayang, ayo beri salam pada Halmeoni” kata Donghae, lalu dia menurunkan Haena dari gendongan nya. Lagi lagi semua yang ada di meja makan di buat terkejut oleh Donghae mendengar nama Haena.

Yoona segera membalikkan tubuh nya dan menatap wajah  anak kecil yang bernama Haena. Haena turun dari gendongan Donghe dan berjalan mendekati meja makan.Yoona terkejut saat dia mengetahui bahwa Haena yang di gendong Donghae adalah Haena si buah hati nya.“Haena?!!!” kata Yoona. Yoona langsung berlari ke arah anak itu dan memeluk nya.Haena mencari asal dari suara itu, “Omma” kata Haena saat mengetahui bahwa suara itu adalah suara Omma nya.

Haena sayang” kata Yoona sambil mencium pucuk kepala anak nya, mata nya mulai berkaca kaca. Donghae menatap mereka dengan heran.“Omma” kata Haena lagi.“Haena, Omma sangat merindukan mu nak” kata Yoona, mata nya mulai menitikkan air mata, Donghwa  turun dari kursi nya dan menghampiri Haena begitu juga dengan omma nya.“Haena, Haena kemana saja selama ini?” Tanya Donghwa pada Haena yang masih di pelukan Yoona.

Haena tinggal bersama appa, Ahjussi” kata Haena. Donghwa memandang wajah Donghae yang  tengah heran memandang ke arah Haena dan seorang yeoja yang belum di ketahui adalah Yoona saling berpelukan.

Omma, Haena sesak” kata Haena, karna Yoona memeluk nya terlalu kuat.“Mian sayang, Omma terlalu senang melihat Haena kembali jadi Omma sampai menyakiti Haena” kata Yoona tersenyum melepas pelukan nya, tapi air matanya masih membasahi pipi nya.“Omma, Haena rindu Omma” kata Haena kembali memeluk Yoona, perlahan lahan wajah Yoona mulai terlihat jelas oleh Donghae.“Nado Haena sayang”kata Yoona, lagi lagi matanya menitikkan butiran bening.“Omma, jangan menangis, Haena tidak suka melihat Omma menangis” kata Haena menghapus air mata omma nya.“Ne, Omma tidak akan menangis lagi, Haena liat kan Omma sudah tersenyum” kata Yoona mencoba tersenyum di depan anak nya.

Yoona?!” kata Donghae, dia sangat terkejut melihat sosok istri yang sangat di rindukan nya. Yoona menoleh ke arah orang yang memanggil namanya.“Oppa” kata Yoona, dia melepas pelukan nya pada Haena, mata nya mulai berkaca kaca kembali melihat sosok suami nya ada di depan nya.“Yoona” kata Donghae, mata Donghae juga mulai berkaca kaca.Donghae berjalan mendekati Yoona, tapi Yoona malah mundur dan segera berlari ke kamar nya. “Yoong” kata Donghae langsung mengejar Yoona.Beruntung kamar Yoona tidak terkunci sehingga Donghae bisa masuk. Yoona duduk di tepi kasur nya sambil menangis.

Yoong” kata Donghae mendekati Yoona dengan mata berkaca kaca.“Oppa” kata Yoona. Yoona berdiri dan mencoba menjauh dari Donghae.“Yoong” kata Donghae berjalan mendekati Yoona.“ Kau jahat Oppa, kau jahat…!!!!” kata Yoona memukul Donghae.“Yoong” kata Donghae langsung memeluk Yoona.“Kau jahat Oppa!!! Aku benci padamu, kau jahat, kau jahat Oppa…hiks…hiks…hiks…” kata Yoona, dia menolak pelukan Donghae  dan terduduk lemas di atas kasur.Yoona menangis sejadi jadi nya sambil menutup mulut nya dengan tangan nya.

Yoong” kata Donghae. Air mata Donghae juga tumpah seketika melihat Yoona menangis.

Donghae tidak mampu menahan rindunya pada Yoona, Donghae pun duduk di atas kasur dan kembali memeluk Yoona, Yoona tetap menolak pelukan Donghae.“Kau jahat Oppa, kau jahat…!!!!” kata Yoona menangis sambil memukul dada Donghae, air mata Donghae mengalir perlahan lahan membasahi kedua pipi nya.Donghae mengeratkan pelukan nya pada Yoona. “Kau jahat Oppa!!! Aku benci padamu, kau jahat, kau jahat Oppa…hiks…hiks…hiks…” kata Yoona.Yoona tetap menangis sambil memukul dada Donghae, tapi itu tidak membuat Donghae melepas pelukan nya pada Yoona.“Kau jahat Oppa!! aku benci padamu…hiks…hiks…hiks…“ kata Yoona, air matanya tumpah di bahu Donghae. Pukulan Yoona pada tubuh Donghae mulai melemah.

Yoong” kata Donghae, suara Donghae terdengar parau karna dia juga sedang menangis.“Kau jahat Oppa…hiks…hiks…hiks…” Kata Yoona, dia sudah menghentikan pukulan nya. Yoona menangis sejadi jadi nya di pelukan Donghae.“Yoong” kata Donghae menenangkan Yoona, suara Donghae masih terdengar parau.“Kenapa Oppa tidak menjelaskan pada ku kalau Oppa sudah di jebak, kenapa Oppa, kenapa!!” kata Yoona sambil terisak. “Karna Oppa mengira kau pasti tidak akan memaafkan Oppa dan mendengarkan semua penjelasan Oppa” kata Donghae, air mata nya kembali mengalir membasahi kedua  pipinya.

Apa Oppa tau, selama 4 tahun ini aku selalu memendam rasa rinduku pada Oppa dan berusaha melupakan Oppa, karna setiap aku membayangkan wajah Oppa, foto itu selalu terbayang di pikiran ku, aku  benci  mengingat foto itu Oppa…hiks…hiks…hiks…” kata Yoona menangis sejadi jadi nya.“Mian Yoong, Oppa tidak bermaksud membuat mu menderita” kata Donghae.“Oppa” kata Yoona menangis sejadi jadinya.“Bogoshippo Yoong, jeongmal bogoshippo” kata Donghae.“Nado Oppa, jeongmal bogoshippo” kata Yoona sambil terisak membalas pelukan Donghae.

Yoong, Oppa sangat sangat merindukan mu” kata Donghae. “Oppa” kata Yoona sambil terisak.“Apa kau tau Yoong, tidak pernah sedetikpun Oppa tidak memikirkan mu, Oppa tau kau pasti sangat menderita tanpa kehadiran Oppa di samping mu” kata Donghae sambil melepas peluk nya.Donghae menghapus air mata Yoona dengan ibu jari nya. “Oppa” kata Yoona kembali memeluk suami nya, air matanya pun kembali tumpah di bahu Donghae.“Yoong” kata Donghae mengeratkan pelukan nya. Dia mencium aroma wangi rambut Yoona.“Oppa, jeongmal bogoshippo…hiks…hiks…hiks…” kata Yoona masih terisak.

Nado Yoong kata Donghae. Donghae mengusap punggung Yoona mencoba menenangkan Yoona.“Oppa…hiks…hiks…hiks…” Yoona menangis sejadi jadinya di pelukan Donghae, Donghae tetap mengusap usap punggung Yoona.Setelah cukup lama mereka berpelukan akhir nya mereka melepas pelukan mereka. Donghae kembali menghapus air mata di pipi Yoona menggunakan ibu jarinya.

Yoong, berhentilah menangis, kau terlihat jelek jika terus menangis seperti itu” kata Donghae meledek.“Oppa” kata Yoona manja, isakan nya mulai berhenti, tapi kedua pipinya masih basah. Donghae tersenyum melihat tingkah manja Yoona.“Yoong” kata Donghae.“Waeyo Oppa?” kata Yoona menatap bola mata Donghae. Donghae menatap wajah Yoona dengan lekat.

Apa Haena putri kita?” Tanya Donghae.“Ne Oppa” kata Yoona mengangguk.“Oppa tidak menyangka kalau kau akan melahirkan seorang yeoja yang sangat cantik” kata Donghae, lalu dia membalikkan tubuh Yoona dan memeluk Yoona dari belakang sambil tersenyum.“Ne Oppa, anak kita memang sangat cantik” kata Yoona membalas senyum suaminya.

Di Ruang Makan
Halmeoni, apa Appa angkat Haena anak Halmeoni?” Tanya Haena heran.“Ne Haena, Appa angkat Haena adalah anak Halmeoni sekaligus Appa kandung Haena” kata Omma Donghae.“Appa kandung? Apa maksud Halmeoni?” Tanya Haena heran.“Appa angkat Haena tadi itu adalah Appa kandung Haena yang Haena cari selama ini” kata Halmeoninya.“Jinjja, Halmeoni?” Tanya Haena terkejut.“Ne, Haena sayang” Kata Donghwa buka suara.“Kenapa Omma berlari ke kamar, apa yang terjadi pada Omma, apa Omma tidak merindukan Appa?” Tanya Haena kembali.

Haena sayang, Omma Haena jauh… lebih rindu pada Appa Haena di banding Haena sendiri” kata Donghwa.“Tapi kenapa Omma malah berlari, bukan nya langsung memeluk Appa?” “Mungkin Omma Haena sekarang masih belum siap untuk bertemu Appa Haena” kata Halmeoninya.“Kenapa?” Tanya Haena polos.“Sudahlah Haena sayang, sebaiknya Haena main saja sama Ahjussi, Ahjussi punya boneka baru untuk Haena” Kata Donghwa tersenyum.“Jinjja Ahjussi?” Tanya Haena girang, Donghwa mengangguk mantap.  

Di Kamar
Donghae masih memeluk Yoona dari belakang, Yoona menyandarkan kepalanya di dada Donghae.“Oppa” kata Yoona.“Emmm?” Tanya Donghae menatap wajah Yoona dari samping.“Apa selama aku pergi Oppa selalu makan dengan teratur?” Tanya Yoona.

Emmm, ani, Oppa tidak selera untuk makan, apa kau tidak liat kalau tubuh Oppa kurus sekarang” kata Donghae, dia melihat kan tubuh nya yang kurus pada Yoona, Yoona membalikkan tubuhnya menghadap Donghae.“Ne, tubuh Oppa sangat kurus” kata Yoona.“Apa Oppa tidak meminum vitamin?” Tanya Yoona.“Ani, Oppa tidak akan meminum vitamin kalau bukan kau yang memberikan nya pada Oppa” kata Donghae dengan gaya anak kecil nya.

Oppa, kenapa di saat yang seperti itu kau malah bertingkah seperti anak kecil” Kata Yoona khawatir, nada suaranya mulai naik.“Sudah lah Yoong, semua itu sudah berlalu” kata Donghae tanpa peduli pada raut wajah Yoona yang terlihat khawatir. “Apa Oppa istirahat dengan cukup?” Tanya Yoona kembali menanyai Donghae.“Emmm, Oppa capek istirahat terus, tapi akhir akhir ini Oppa sangat sibuk, jadi waktu untuk Oppa istirahat tidak banyak” Kata Donghae.

Oppa, kenapa kau seperti itu, itu semua demi kesehatan mu, kau harus istirahat dengan cukup, bagaimana kalau Oppa sakit, siapa yang akan mengurus Oppa” kata Yoona kembali khawatir.“Kenapa baru sekarang kau mengkhawatirkan Oppa, apa sebelum kau pergi kau tidak memikirkan bagaimana keadaan Oppa nantinya” kata Donghae tersenyum mengejek. Donghae bermaksud untuk bercanda, tapi tidak dengan Yoona.

Yoona menundukkan kepalanya. Butiran bening menetes dari kedua pelupuk matanya. Raut wajah Donghae berubah seketika melihat Yoona tertunduk.Donghae memegang dagu Yoona, menampakkan wajah Yoona yang sedang meneteskan butiran bening.“Yoong” kata Donghae memasang ekspresi khawatir. Yoona hanya diam saja, Donghae menghapus air mata Yoona menggunakan ibu jarinya.“Mian Yoong, Oppa tidak bermaksud membuat mu menangis” Kata Donghae penuh penyesalan.

Ani Oppa, Oppa tidak salah, perkataan Oppa memang benar, seharus nya sebelum aku meninggalkan Oppa, aku memikirkan bagaimana dengan Oppa nantinya tanpa diriku, bukan nya langsung meninggalkan Oppa dan membuat Oppa begitu menderita” kata Yoona kembali meneteskan air matanya.“Yoong, semua itu sudah berlalu, Oppa sudah melupakan semua nya, jadi Oppa mohon jangan menangis lagi, emmm” kata Donghae kembali menghapus air mata Yoona. Yoona menatap bola mata Donghae yang sedang menatap nya. Donghae mendekatkan wajah nya ke Yoona. 

Jarak wajah mereka mulai mendekat. Makin lama jarak di antara mereka semakin dekat. Yoona memejamkan kedua matanya begitu juga dengan Donghae.CHU Donghae mencium bibir Yoona. Cukup lama mereka saling berciuman.  Setelah itu Donghae melepaskan ciuman nya. Yoona dan Donghae menarik nafas sedalam mungkin.Donghae menatap kembali  wajah Yoona dengan lekat. Donghae kembali mencium melumat bibir Yoona. Yoona menikmati setiap lumatan Donghae pada bibir nya, Yoona pun membalas lumatan Donghae. Yoona membuka celah pada bibir nya membiarkan lidah Donghae bermain di dalam mulut nya.

Setelah cukup lama mereka saling melumat, Donghae menghentikan lumatan nya. Kening mereka masih menyatu. Donghae dan Yoona membuka kedua matanya secara bersamaan.
Mereka berdua saling melempar senyum. “Yoong, ayo kita keluar, Haena mungkin sudah terlalu lama menunggu kita” kata Donghae dengan lembut, Yoona pun menurut.

Mereka keluar dari kamar Yoona menuju ruang keluarga. “Omma, Appa” kata Haena berlari memeluk kaki mereka.“Haena sayang, apa Haena senang bermain sama halmeoni dan Donghwa Ahjussi?” Tanya Donghae.“Ne Appa” kata Haena. Donghae pun menggendong Haena, Yoona tersenyum melihat Donghae dan Haena yang begitu akrab.“Appa, apa nanti Omma akan pulang ke rumah kita?” Tanya Haena. Donghae menatap Yoona. Yoona menganggukkan kepalanya member isyarat.“Ne, nanti Omma akan pulang ke rumah bersama kita” kata Donghae. “Asyik!!!!” kata Haena girang. Donghae, Yoona, Donghwa and Omma nya tertawa melihat Haena begitu gembira.

Malam Harinya
Yoona telah menyiapkan semua barang barang nya dan siap untuk pulang ke rumah nya bersama suami dan anaknya.“Omma, kami pulang dulu ya, kapan kapan kami akan datang lagi mengunjungi Omma” kata Donghae.“Ne, kalian hati hati ya” kata Omma Donghae. Donghae, Yoona dan Haena pun masuk ke mobil, lalu Donghae menjalankan mobil nya.

Di Rumah Donghae
Yoona turun dari mobil sambil membawa kopernya sementara Donghae menggendong Haena. Yoona menghentikan langkah nya saat memasuki rumah nya.“Oppa, ternyata suasana rumah kita sama sekali belum berubah ya semenjak kepergian ku” kata Yoona.

Ne Yoong, Oppa tidak mau mengubah suasana rumah ini karna terdapat banyak kenangan tentang dirimu” kata Donghae. “ Ayo Yoong kita masuk ke kamar dan kemasi barang barang mu” kata Donghae. “Ne Oppa” kata Yoona. Yoona pun berjalan menuju kamar mereka. Setelah tiba dikamar mereka, Yoona langsung membuka koper nya dan menyimpan semua pakaian nya ke dalam lemari.“Yoong, Oppa mau mandi dulu ya” kata Donghae, Yoona mengangguk dan kembali mengemasi pakaian nya sementara Haena bermain boneka di kasur mereka.“Haena” kata Yoona.

Waeyo Omma?” Tanya Haena.“Sudah waktunya Haena untuk tidur, jadi Haena harus tidur ya sayang?” kata Yoona.“ Tapi Omma harus menidurkan Haena ya?!” kata Haena dengan aegyo nya.“Tapi pekerjaan Omma belum selesai sayang?” kata Yoona.


Kalau begitu, Haena akan menunggu sampai pekerjaan Omma selesai” kata Haena memperhatikan Yoona merapikan pakaian nya. “Haena sayang, Haena harus nurut apa kata Omma, Omma akan berbaring di samping Haena tapi setelah pekerjaan Omma selesai” kata Yoona.“Kalau Omma tidak mau, Haena akan meminta Appa untuk menemani Haena tidur” kata Haena sedikit cemberut. “Tapi Appa masih di kamar mandi” kata Yoona.

Haena akan menunggu Appa sampai Appa keluar dari kamar mandi” kata Haena kembali memainkan boneka nya.“Memang nya Haena tidak bisa tidur tanpa di temani? Haena itu sekarang sudah besar, Haena harus bisa belajar mandiri” ujar Yoona.“Haena hanya bisa tidur kalau ada yang menemani” kata Haena.“Lalu semenjak tinggal bersama Appa, siapa yang selalu menemani Haena tidur?” Tanya Yoona.“Appa,,, Appa selalu menemani Haena tidur, sebenar nya hampir setiap malam Appa selalu sibuk tapi Appa selalu punya waktu untuk menemani Haena tidur” kata Haena.

Jinjja?” Tanya Yoona. Haena mengangguk mantap.“Haena, lain kali Haena jangan lagi merepotkan Appa lagi ya, kasian Appa, Appa sudah sangat sibuk menguruskan masalah kantor, Haena jangan menambah beban Appa lagi” kata Yoona.“Appa tidak pernah bilang pada Haena kalau Haena beban buat Appa” kata Haena polos.Donghae keluar dari kamar mandi dan menghentikan pembicaraan kedua ibu dan anak tersebut.“Appa, temani Haena tidur” kata Haena dengan manja memeluk kaki Donghae.

Baik lah, tapi Appa mengenakan pakaian dulu ya” kata Donghae, Haena mengangguk.“Oppa, kenapa Oppa suka memanjakan Haena, Haena itu sudah besar, dia harus bisa belajar mandiri” kata Yoona berjalan ke arah Donghae membantu Donghae memasang kancing bajunya.“Yoong, biarkan saja Haena bermanja manja pada Oppa, Haena pasti masih sangat merindukan Appa nya yang telah lama ia rindukan” kata Donghae.

Ne, Haena masih sangat merindukan Appa” kata Haena.“Tapi Haena kan sudah seminggu lebih tinggal bersama o…” kata kata Yoona terpotong karna Donghae meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Yoona menghentikan kata kata Yoona. “Sudahlah chagi, mmmm” kata Donghae dengan lembut. Yoona tidak mampu berkutik kalau Donghae sudah mengeluarkan kata kata lembut nya yang selalu mampu meluluhkan hati Yoona.Donghae mengajak Haena berbaring di kasur mereka sementara Yoona kembali melanjutkan aktivitasnya.

Donghae memeluk tubuh mungil Haena, mencoba memberikan kehangatan untuk si buah hatinya. Tidak lama kemudian Haena pun tertidur di peluka Donghae, lalu dia mengangkat tubuh Haena ke kamar Haena.Setelah itu Donghae kembali ke kamarnya. “Ayo kita tidur Yoong” kata Donghae mengajak Yoona. Donghae sudah naik ke atas kasur mereka.

Baiklah Oppa“ kata Yoona, dia pun naik ke atas kasur mereka.Donghae membetulkan posisi tubuh nya, dan Yoona berbaring di samping Donghae. Donghae menyanggah kepala Yoona dengan tangan nya, dan semakin mendekatkan tubuh Yoona pada nya.Kemudian Donghae memeluk Yoona sehingga Yoona berhadapan tepat dengan leher Donghae. Yoona mencium aroma tubuh Donghae yang sudah sangat lama ia rindukan.Donghae membelai rambut Yoona dengan lembut. “Kau pasti lelah, jadi tidurlah Yoong” kata Donghae sambil membelai rambut Yoona. Yoona melingkar kan kedua tangan nya di pinggang Donghae.
Donghae mencium kening Yoona. Yoona semakin mengeratkan pelukan nya. Perlahan lahan mata Yoona mulai terpejam, begitu pula dengan Donghae.

Keesokkan Harinya
Sang surya mulai menampakan cahaya nya. Seorang yoeoja mulai membuka kedua matanya dengan perlahan. Dia menatap wajah suaminya yang masih tertidur pulas tepat di depan wajahnya.Yoona tersenyum melihat wajah suaminya yang baby face itu. Yoona menelusuri setiap permukaan di wajah suaminya  itu menggunakan jari telunjuk nya.Yoona menghentikan aksinya saat jari telunjuknya berada tepat di bibir Donghae. Yoona mendekatkan wajah nya ke wajah Donghae dan mencium bibir Donghae dengan cukup lama.Yoona mendengar seseorang sedang membuka pintu kamar mereka. Yoona pun melepas ciuman nya pada Donghae dan melihat siapa orang di balik pintu kamar mereka.

Haena” kata Yoona terkejut. Ternyata orang yang membuka pintu kamar mereka adalah Haena, anak mereka.“Ada apa sayang?” Tanya Yoona, Yoona melepas kedua tangan Donghae yang melingkar di pinggang nya dan mendudukkan tubuhnya.“Haena mau sarapan” kata Haena di muka pintu.“Baiklah omma akan menyiapkan sarapan untuk Haena” kata Yoona. Yoona pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur sambil menggenggam tangan si buah hatinya.

Yoona membuatkan sarapan untuk Haena, sementara Haena memainkan sendok dan garpu di meja makan menunggu sarapan nya siap. Tidak lama kemudian Yoona pun membawa sarapan yang telah di siapkan nya. 
Nah, sekarang sarapan nya sudah siap” kata Yoona. Yoona pun menyuapkan sarapan ke mulut Haena ”Ayo buka mulut nya sayang” kata Yoona. Haena pun membuka mulut nya. “Omma, apa Appa masih belum bangun?” Tanya Haena di sela sela makan nya.

Ne, mungkin Appa masih ngantuk, karna semalam Appa dan Omma tidur sangat larut malam” kata Yoona sambil menyuapi Haena.“Tapi kenapa Omma sudah bangun duluan?” Tanya Haena.“Itu semua karna Omma harus menyiapkan sarapan untuk kamu, Appa dan juga Omma  kata Yoona mencolek hidung anak nya, Haena pun mengangguk dan tersenyum.Setelah Yoona selesai menyuapi Haena makan, dia menyuruh Haena untuk mandi. “Habis ini Haena mandi ya” kata Yoona, “Ne Omma” kata Haena. Haena pun meninggalkan Yoona di meja makan.

Sekarang giliran Yoona untuk memakan sarapan nya, dia mengambil nasi di magicom. “Yoong” kata Donghae memeluk Yoona dari belakang hingga mengejutkan Yoona.“Oppa” kata Yoona terkejut, “Kenapa Oppa senang sekali membuat ku terkejut?” Tanya Yoona kembali mengambil nasi.“Oppa masih merindukan mu Yoong” kata Donghae membenamkan kepalanya di pundak Yoona.“Aku juga Oppa, tapi bukan seperti itu caranya” kata Yoona melepas pelukan Donghae dan berjalan ke meja makan.

Mian, lain kali Oppa tidak akan mengejutkan mu” kata Donghae.“Oppa mau sarapan apa?” Tanya Yoona. 

Emmmm” kata Donghae sambil berjalan mendekati Yoona.“Oppa mau sarapan ini” kata Donghae langsung melumat bibir Yoona. Yoona terkejut atas perlakuan suaminya, tapi dia tidak menolak ciuman itu.Yoona memejamkan matanya menikmati lumatan Donghae. Donghae mendirikan Yoona yang tengah duduk di kursi makan.

Lalu Donghae menyandarkan nya di kulkas tanpa melepas lumatan mereka. Yoona mengalungkan tangan nya di leher Donghae.Yoona mulai membalas perlakuan Donghae. Donghae melingkar kan tangan nya di pinggang Yoona.“Omma, Appa” kata Haena menghentikan ciuman mereka.“Haena” kata Yoona terkejut dan langsung melepaskan tangan nya dari leher Donghae. Donghae masih belum melepaskan tangan nya dari pinggang Yoona.“Omma, apa yang sedang Omma dan Appa lakukan?” Tanya Haena polos.

Ani, Oppa mandi dulu ya Yoong” kata Donghae meninggalkan mereka. Dia salah tingkah ketika Haena melihat mereka saling berciuman.“Omma, Appa kenapa?” Tanya Haena heran.

Ani sayang, Haena main boneka saja di kamar ya, Omma mau mandi dulu” kata Yoona meninggalkan 
Haena.Haena merasa heran pada sikap omma dan appanya. Lalu dia pun berjalan dan masuk ke kamar nya.Yoona masuk ke kamarnya, dia melihat Donghae sudah selesai mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor.Yoona pun membantu Donghae mengenakan dasinya dan jas nya. Donghae memperhatikan wajah Yoona dengan lekat.

Yoona bisa merasakan setiap hembusan nafas Donghae yang menyapu permukaan wajah nya.Donghae mencium kilat bibir Yoona. “Oppa, sudah lah, cepat berangkat ke kantor nanti Oppa telat“ kata Yoona mendorong tubuh Donghae.Yoona mengantar Donghae hingga depan rumah, “Oppa pergi dulu ya Chagi” kata Donghae kembali mencium kilat bibir Yoona dan tersenyum penuh kemenangan.“Oppa” kata Yoona langsung cemberut. Donghae pun mencium kening Yoona dan segera masuk ke mobil.

Yoona memandangi kepergian Donghae. Setelah itu dia kembali masuk ke rumah nya. Tidak lama kemudian bel rumah mereka berbunyi sementara Yoona tengah asyik mandi. Haena pun berjalan dan membukakan pintu.“Bibi Han” kata Haena tersenyum menyambut kedatangan kembali pembantu rumah nya.“Haena, apa Haena sendirian di rumah?” Tanya Bibi Han. Dia berjalan masuk sambil menenteng tasnya.“Ani, di sini juga ada Omma Haena” kata Haena mengikuti Bibi Han dari belakang.“Omma Haena? Nugu?” Tanya Bibi Han membalikkan tubuh nya menghadap Haena.“Omma sedang di kamar sekarang, nanti Bibi juga tau” kata Haena langsung meninggalkan Bibi Han ke kamar nya.

Tidak lama kemudia Yoona keluar dari kamarnya, “Nona” kata Bibi Han terkejut melihat Yoona.“Bibi Han” kata Yoona juga tak kalah terkejutnya.“Kapan nona kembali?” Tanya Bibi Han.“Sudah cukup lama aku kembali ke Seoul, hanya saja baru kemarin aku tinggal di sini, Bibi kenapa Bisa ada di sini?” Tanya Yoona balik.“Bibi di kirim ke sini oleh Nyonya besar untuk mengurusi tuan muda semenjak kepergian nona” kata Bibi Han. Yoona mengangguk.“Sudah ya nona, Bibi mau beres beres dulu” kaat Bibi Han, Yoona mengangguk. Bibi Han pun meninggalkan Yoona.

Di Kantor
Seorang namja tengah sibuk memandangi layar monitor nya. Lalu dia merebahkan kepalanya di sandaran kursi sekedar untuk merehatkan pikiran nya“Hyung” kata Enhyuk mengejutkan Donghae, di ikuti Kibum, Sungmin, dan Kyunhyun.“Ya!!!! apa apaan kalian, apa tidak bisa kalian mengetuk pintu dulu baru masuk” kata Donghae marah marah.“Mian, mian” kata Enhyuk.

Ada apa kalian kemari?” Tanya Donghae, nada suaranya mulai merendah.“Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau Yoona sudah kembali?” Tanya Sungmin balik.“Dari mana kalian tau?” Tanya Donghae heran.“Donghwa Hyung” jawab Kyunhyun.“Apa apaan Hyung itu” kata Donghae.

Kau bicara apa tadi?” Tanya Sungmin.“Ani Hyung” kata Donghae.“Hyung, kenapa kau tak menjawab pertanyaan Sungmin Hyung?” Tanya Kibum.“Untuk apa aku memberi tau kalian” sahut Donghae ketus.“Ya Hyung!!! Kenapa kau seperti itu, kami ini teman mu dan Yoona, tentu saja kami harus tau” kata Kyunhyun, nada suaranya agak naik.“Ya!!! Kenapa kau berteriak, aku kan tidak tuli” kata Donghae juga dengan nada suara yang agak naik.

Salah mu sendiri Hyung, kenapa kau menjawab pertanyaan kami seperti itu” kata Kibum.“Baiklah, aku akan menjawab pertanyaan kalian, karna aku masih ingin berduaan dengan Yoona, dan aku tidak ingin kalian mengganggu ku, puas kalian!!!” kata Donghae menatap tajam ke arah teman teman nya.“Kenapa tidak bilang dari tadi” kata Enhyuk.“Hyung nanti malam kami akan ke rumah mu mengunjungi Yoona, kami juga merindukan Yoona” kata Kyunhyun.

Shireo!!!! aku masih ingin berduaan dengan Yoona” kata Donghae.“Terserah apa kata mu Hyung, kami akan tetap datang ke rumah mu nanti malam” kata Kyunhyun.“Ingat! nanti malam!!!” kata Sungmin kembali mengingatkan. Mereka pun meninggalkan ruangan Donghae.“Apa apaan mereka” kata Donghae bicara sendiri. Donghae melanjutkan kembali pekerjaan nya.

Malam Harinya
Yoona sedang duduk membaca majalah, Haena sibuk main boneka, sedangkan Donghae sibuk dengan komputernya. “Ting…tong…ting…tong…” bunyi suara bell rumah Yoonhae. Yoona segera membukakan pintu. Yoona terkejut saat melihat bahwa orang yang ada di balik pintu rumah nya adalah teman teman nya.“Oennie, Yoong!!” kata Yuri, Hyoyon, Tiffany dan Seohyun serempak, Seohyun langsung memeluk Yoona.

Seo, Oennie” ujar Yoona terkejut. Yuri, Hyoyon, dan Tifanny pun memeluk Yoona juga. Sementara di belakang yeoja yeoja itu ada Kyunhyun, Kibum, Enhyuk dan Sungmin. Mereka semua melempar senyum ke arah Yoona. “Ayo Seo, Oenniedeul, Oppadeul, kita masuk” kata Yoona melepas pelukan mereka dan mempersilakan mereka masuk. Setelah itu mereka duduk di sofa, mereka kembali memeluk Yoona, saling melepas rindu.

Sementara Enhyuk, Sungmin, Kibum dan Kyunhyun menghampiri Donghae. “Hyung” kata Enhyuk menepuk pundak Donghae.“Emm, kalian, sejak kapan kalian tiba di sini? Kenapa kalian tidak mengabariku kalau kalian sudah tiba?” Tanya Donghae pada teman teman nya.“Kami baru saja tiba” kata Kyunhyun. Donghae pun mengajak mereka duduk di sofa ruang tamu.“Bibi Han, tolong buatkan jus untuk tamu saya ya?” kata Donghae berteriak,”Ne” sahut Bibi Han.Mereka semua menyusul para yeoja duduk di sofa. Setelah cukup lama mereka berpelukan, mereka semua melepas pelukan mereka.

Yoong, bagaimana kabar mu selama ini?” Tanya Kyunhyun.“Aku baik baik saja Oppa” kata Yoona melempar senyum pada Kyunhyun.“Kau kemana saja selama ini Yoong?” Tanya Yuri.

Aku ke New York, menyusul omma ku di sana Oennie” kata Yoona“Mwo!!!New York!!!” kata mereka semua semrempak kecuali Yoonhae. Yoona mengangguk.“Apa kau tau, selama kau pergi Donghae Oppa seperti sudah kehilangan semangat untuk hidup” kata Yuri, Yoona menatap lekat wajah Donghae.Donghae salah tingkah karna Yoona menatapnya lekat, pipinya merah seketika, Yoona tersenyum melihat ekspresi Donghae, sementara yang lain nya mentertawakan  Donghae.

Yoong, aku sangat merindukan mu” kata Hyoyon kembali memeluk Yoona.“Nado Oennie” kata Yoona tersenyum membalas pelukan Hyoyon.“Yoong, kau harus hati hati pada Donghae Hyung” kata Enhyuk.“Memang nya ada apa?” Tanya Yoona polos.

Bukan kah kalian sudah lama tidak bertemu, apa Donghae Hyung tidak melahap mu dengan ganas?” Tanya Enhyuk.“Apa maksud Oppa?” Tanya Yoona, yang lain juga heran dengan perkataan Enhyuk.“Maksud ku, apa Donghae Hyung melakukan nya dengan ganas?” Tanya Enhyuk mengulangi.“Melakukan apa maksud Oppa?” lagi lagi Yoona di buat bingung oleh Enhyuk.“Ya!!!! Kenapa kau berbicara seperti itu, aku tidak akan mungkin melakukan nya dengan kasar pada istriku” kata Donghae buka suara yang sudah mengerti dengan maksud kata kata Enhyuk.“Ne, aku setuju dengan Enhyuk Hyung” kata Kyunhyun menyela pembicaraan mereka.

Apa apaan kau Kyu, apa kau ketularan yadong nya Enhyuk” kata Donghae. Setelah mendengar kata kata Donghae, mereka semua baru mengerti maksud dari kata kata Enhyuk tadi.“Ani, aku hanya setuju saja dengan kata kata Enhyuk Hyung” kata Kyunhyun.“Sudah lah, jangan bahas itu lagi” kata Sungmin. Mereka semua pun kembali bersenda gurau bersama teman masing masing.

Omma” kata Haena  sambil memegang boneka menghentikan gurauan Yoona, Donghae dan yang lain nya.“Waeyo sayang” kata Yoona.“Haena mau beli eskrim” kata Haena.“Memangnya di kulkas tidak ada?” Tanya Yoona.“Sudah habis Omma” kata Haena.“Omma lagi ada tamu sayang, lain kali ya kita belinya” kata Yoona. Wajah Haena cemberut karna Omma nya tidak mengabulkan permintaan nya.

Haena melepaskan bonekanya dan berjalan menuju Donghae, “Appa, Haena mau beli eskrim” kata Haena sambil memasang wajah sedikit cemberut.Donghae menaikkan Haena ke pangkuan nya. “Haena sayang, Appa pasti akan membelikan Haena eskrim, tapi nanti setelah tamu Appa dan Omma pulang ya sayang” kata Donghae.”Ne Appa” kata Haena mengangguk.

Yoong, lucu sekali ya anak angkat Donghae Oppa” kata Yuri memandang Haena.“Siapa maksud Oennie?” Tanya Yoona heran.“Haena” kata Yuri menunjuk Haena Yang sedang duduk di pangkuan Donghae.“Ani Oennie, Haena itu adalah anak kandung kami” kata Yoona.“Mwo!!!!!” jawab mereka serempak kecuali Yoonhae dan Haena, mereka semua terkejut mendengar penuturan Yoona.

Kapan kau hamil Yoong, bukan kah waktu kau meninggalkan Donghae Hyung kau belum hamil” kata Kyunhyun.“Semenjak sebulan setelah kepergian ku, kehamilan ku menginjak satu bulan” kata Yoona.“Sungguh, Oppa benar benar tidak menduga kalau Haena itu anak kandung kalian” kata Kyunhyun.“Ne, kenapa bisa kebetulan seperti itu” kata Seohyun. Yoona hanya tersenyum.

Hae-ah, tidak sia sia kau merawat Haena yang sudah kau anggap seperti anak mu sendiri waktu itu” kata Sungmin. Donghae hanya tersenyum.Mereka kembali bersenda gurau, begitu juga dengan Yoona dan teman teman nya. Haena menyandarkan kepalanya di dada Donghae dengan posisi duduk menyamping di pangkuan Donghae.Donghae membelai rambut si buah hatinya dengan lembut. “Apa Haena sudah ngantuk?” Tanya Donghae pada Haena.

Ani Appa” kata Haena menggelengkan kepalanya. Haena  memainkan buah kalung Donghae.Donghae kembali bersenda gurau bersama teman teman nya. Tidak lama kemudian Bibi Han pun datang membawakan mereka semua minuman.

Yoona pindah duduk di samping Donghae, “Oppa, sepertinya Haena sudah ngantuk” kata Yoona sedikit berbisik.“Biarkan saja Haena tidur di pangkuan Oppa, Oppa tidak enak meninggalkan teman teman kita ke kamar” kata Donghae. Yoona hanya mengangguk.Tidak lama kemudian Haena pun tertidur di pangkuan Donghae. Kyunhyun melihat Haena sudah tertidur.Kyunhyun pun mengajak teman teman nya untuk segera pulang, mereka semua pun pamit pulang. Donghae merebah kan tubuh Haena di kamar Haena, sementara Yoona telah bersiap siap untuk tidur.

Tidak lama kemudian Donghae masuk ke kamarnya. Dia melihat Yoona tengah bersandar di sandaran tempat tidur mereka sambil membaca sebuah buku.“Yoong, apa kau masih belum ngantuk?” Tanya Donghae.“Ne Oppa” kata Yoona.Donghae naik ke atas kasur mereka. Lalu dia ikut bersandar di samping Yoona. “Apa yang sedang kau baca?” Tanya Donghae.“Ne, aku sedang membaca novel” kata Yoona. Donghae melingkarkan tangan nya di pinggang Yoona dan membenamkan kepalanya di pundak Yoona.

Yoona masih fokus pada novelnya. Donghae mengecup leher Yoona singkat. “Yoong” kata Donghae, “Waeyo Oppa?” tanya Yoona.“Apa kau lelah?” Tanya Donghae.“Ani” jawab Yoona singkat dan kembali membaca novelnya.“Apa kau mau melakukan nya bersama oppa malam ini” kata Donghae.“Melakukan apa?” Tanya Yoona melirik suaminya.

Chu…Donghae langsung melumat bibir Yoona tanpa menjawab pertanyaan Yoona. Yoona membetulkan posisinya menghadap Donghae.

Awalnya Yoona terkejut atas perlakuan suaminya. Dia masih belum membalas perlakuan Donghae.Lama kelamaan Yoona memejamkan matanya menikmati ciuman suaminya itu. Perlahan tapi pasti Yoona mulai membalas perlakuan Donghae.Donghae melumat bibir Yoona dengan lembut. Begitu juga dengan Yoona. Setelah cukup lama Donghae mulai memperdalam ciuman nya.

Yoona membalas setiap lumatan Donghae pada bibir nya. Yoona  juga semakin memperdalam ciuman nya.Yoona mulai membuka kedua bibir nya. Donghae memasukkan lidah nya ke dalam mulut Yoona. Lidah Donghae menari nari di dalam sana.Tangan Donghae mulai melucuti pakaian Yoona satu persatu. Tangan Yoona tidak mau kalah, dia mulai membuka kancing baju Donghae satu persatu.Donghae mencium leher Yoona meninggalkan beberapa Kiss mark ke ungu unguan di sana.
Yoona menjambak rambut suaminya karna menahan geli. Ciuman Donghae perlahan lahan mulai turun ke bawah dan semakin bawah.Sekarang mereka berdua sudah dalam keadaan benar benar naked. Donghae melahap semua nya seperti orang kelaparan akan makanan tanpa ampun.

SKIP

Keesokkan Harinya
Sang mentari pagi mulai menampakkan wajah nya. Sepasang suami istri belum terbangun dari tidur mereka karna aktivitas semalam. Tubuh mereka masih di balut selimut biru. Sang suami mulai membuka matanya dengan perlahan.Dia melihat sang istri masih tertidur pulas di pelukan nya. Dia mengumbar senyum ke arah sang istri.“Pagi Chagi” kata sang suami membangunkan sang istri. Sang istri juga mulai membuka matanya dengan perlahan.“Apa sudah pagi Oppa” kata sang istri menggeliat. “Ne Chagi” jawab sang suami.Mereka berdua pun bangun dari tidur mereka dan segera untuk mandi karna setelah itu mereka akan menjemput si buah hati mereka.

1 Tahun Kemudian
Dari hari ke hari rumah tangga Yoonhae semakin harmonis. Yoona mulai mengandung anak mereka yang kedua. Tapi tingkah kekanak kanakan Donghae masih belum juga hilang. Haena sudah mulai masuk sekolah Taman Kanak kanak, dia juga memiliki banyak teman, salah satu teman nya bernama Sulli anak dari Leetteuk dan Taeyon.Lee Donghwa sudah mempunyai yeojachingu yang bernama Sooyong dan bulan depan rencana nya mereka akan tunangan.

Haena semaki sering menginap di rumah Halmeoni nya karna Halmeoninya selalu meminta agar Haena menginap di rumah mereka.Yoonhae fine fine saja karna anak mereka juga sudah mulai belajar mandiri. Jadi mereka tidak takut kalau kalau anak mereka sudah mulai belajar jauh dari mereka. 
END

Bagaimana Readers… FF nya kurang menarik ya, maklum aja yha…FF yang pertama. Mohon comment nya yha…Kalau Readers suka, Author bakal buat FF Yoonhae yang lain nya lagi. 

3 komentar:

  1. ffnya daebak thorr..(Y)
    Nangis saat yoona ama hae pisah T.T
    Lanjut lagi donk thor buat ffnya..
    Yang booaaaannnyyyyakkkk Ne ! Hehehe...
    Mian komennya trlalu pnjang dn trkesan memaksa tapi ? Tapi apa yah ? Ya udah skian unek2(?) Dri readers. Sskian dan Gomawo ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betulll chingu...
      Jangan berhenti di tengah jalan donk thorr buat ffnya nanti aku mewek lo ? *author:mewek sana*
      Oke gitu aja.. Fighting !
      By.Nabila

      Hapus