Friday, 26 April 2013

FF Yoonhae


COME  BACK  AGAIN



Author : Lee YoongHwae
Main Cast : Im Yoona >< Lee Donghae
Other Cast     : Temukan saja sendiri
Genre : Oneshoot, Sad
Rating : PG 17+


Anyeonghaseo… Author kembali lagi ni bawa ff Yoonhae terbaru.  Jangan lupa di comment ya!!!…

Happy Reading, guys!!!….

Author PoV
Yeoja cantik menggunakan atasan T-sirt kuning dengan bawahan celana jins kebiru biruan dilengkapi tas selempang berwarna hitam sedang berjalan menuju kampusnya. Panas terik matahari membakar kulitnya yang putih bersih tidak lagi diperdulikannya. Kampus telah berada di depan mata, dia semakin mempercepat langkah kakinya. Setelah tiba di kampus, dia segera berjalan menuju kelasnya. 

Yeoja itu merebahkan tubuhnya di bangku kuliahnya yang terletak di sebuah ruangan di lantai tiga. Matanya menatap keseluruh ruangan kelasnya berharap bisa menemukan sesosok namja teman dekatnya yang biasanya tiba di kampus lebih dulu darinya. Karna tidak berhasil menemukan namja itu, pikirannya pun menerawang kembali ke masa lalunya.
Author PoV End

Someone PoV
Rasanyanya baru kemarin aku merasakan perih yang sangat dalam dilubuk hatiku. Ketika dia mengatakan kata kata itu, raga ini rasanya begitu rapuh, kaki ini tidak mampu lagi menyangga tubuhku yang kurus.

Di satu sisi aku mencoba merelakan kepergiannya, tapi di sisi lain aku berharap dia akan kembali lagi padaku. Aku selalu merasa kalau harapanku itu hanyalah sebuah mimpi. Mungkin kami masih bisa membina hubungan pertemanan, tapi kalau untuk kembali seperti semula aku tidak yakin semua itu bisa terjadi.

Flashback
Author PoV
Yoona sedang menikmati eskrimnya di sebuah bangku yang terletak di halaman depan rumahnya. Donghae yang merupakan tetangganya sekaligus namjachingunya datang menghampirinya.“Yoong, Oppa ingin berbicara padamu, kali ini Oppa mohon kau dengar baik baik” kata Donghae.

“Bicaralah Oppa, aku akan mendengarkannya dengan baik” kata Yoona sambil memasukkan sesendok eskrim kedalam mulutnya tanpa menatap wajah Donghae.“Yoong, sepertinya hubungan kita cukup sampai di sini saja” tutur Donghae dengan pandangan lurus ke depan. Yoona terhenyak mendengar penuturan Donghae, dia pun melirik wajah Donghae.

“Kenapa tiba tiba Oppa  bicara seperti itu?” Tanya Yoona heran. “Oppa sudah tidak mencintaimu lagi Yoong, Oppa sudah mencintai yeoja lain” jawab Donghae masih dengan pandangan lurus ke depan, Yoona tertawa hambar.“Jangan bercanda Oppa, kali ini candaan Oppa tidak lucu” kata Yoona, “Oppa tidak bercanda Yoong” kata Donghae menatap wajah Yoona, Yoona mengalihkan pandangannya lurus ke depan.

“Oppa kira aku akan percaya dengan perkataan Oppa tadi” kata Yoona, Yoona menggelengkan kepalanya. “Mian Yoong, kali ini Oppa tidak bercanda, Oppa benar benar serius” kata Donghae. Yoona hanya terdiam tanpa berkata sepatah pun, matanya mulai berkaca kaca. Suasana hening sejenak,“Yoong” kata Donghae memecah keheningan..

“Kenapa Oppa, kenapa kau tega melakukan ini padaku?” kata Yoona mulai buka suara, air matanya mulai membasahi kedua pipinya. “Mian Yoong” kata Donghae,“Aku tidak menyangka begitu mudahnya Oppa mengatakan semua itu” kata Yoona.

“Mian Yoong, Oppa sungguh minta maaf,,,” kata Donghae, Yoona kembali terdiam, hanya suara isakan yang terdengar. “Yoong Oppa minta jaga dirimu baik baik dan carilah namja yang lebih baik dari Oppa” Kata Donghae. Hanya itu kata kata terakhir yang Donghae ucapakan. Setelah itu Donghae langsung meninggalkan Yoona.

Yoona menangis sejadi jadinya, “Apa salahku? Kenapa kau tega melakukan semua ini Oppa” kata Yoona di sela sela tangisnya.
Flashback End

Semenjak kejadian itu, aku merasa tidak bersemangat melewati hari hariku tanpanya. Oennieku dan Appaku selalu mencoba membangkitkanku dari keterpurukanku. Tanpa terasa perlahan lahan semuanya mulai berubah seiring berjalannya waktu, aku mulai menerima semua kenyataan ini.

Aku mencoba membangun kembali hubungan pertemanan diantara kami setelah kejadian itu, komunikasiku yang sempat terputus dengannya beberapa waktu yang lalu kini mulai terjalin kembali.

Aku sangat senang karna bisa kembali dekat dengannya walau pun hubungan kami hanya sebatas teman. Semenjak kami mulai berteman kembali, kami sering menghabiskan waktu bersama seperti waktu pacaran dulu. Bahkan banyak teman teman kami yang mengira kalau kami pacaran karna saking dekatnya.

Seringkali yeojachingu Donghae Oppa merasa cemburu atas kedekatan kami, tapi jujur, aku sangat menyukai semua itu. Walaupun Donghae Oppa sudah memiliki yeojachingu, aku masih berharap dia akan kembali lagi padaku.
Someone PoV End

Author PoV
Namja yang di cari cari Yoona dari tadi pun akhirnya datang juga. Namja itu menatap Yoona dengan heran. “Hei!!!!!” kata namja itu mengibaskan tangannya di depan wajah Yoona, Yoona  pun tersadar dari lamunannya. “Donghae Oppa” kata Yoona. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya namja itu, “Aniya, Oppa, tumben kau lama datang ke kampus hari ini, biasanya kau selalu datang lebih dulu dariku” kata Yoona,“Sebelum berangkat ke kampus, Oppa menjemput Omma terlebih dahulu di super market” tutur namja itu.

Donghae meletakkan tasnya di atas meja yang terletak di belakang Yoona. Yoona memutar arah duduknya sehingga berhadapan dengan Donghae. “Yoong bagaimana dengan tempat tinggal barumu?” Tanya Donghae.“Emmm, lumayan, tempat nya asyik juga, hanya saja aku sedih karna rumah kita berjauhan” kata Yoona memasang wajah sedih.
“Kau tenang saja Yoong, walaupun rumah kita berjauhan Oppa akan selalu mengunjungimu kapan pun kau memintanya” kata Donghae sambil melempar senyum.“Jinjja Oppa?” Tanya Yoona dengan mata berbinar binar, “Tentu saja yeoja manja…” kata Donghae sambil mencubit kedua pipi Yoona dengan gemas.

“Oppa, appo…” kata Yoona dengan manja sambil melepaskan tangan Donghae dari pipinya.Yoona mengusap kedua pipinya, sementara Donghae tersenyum dengan sumringah. Setelah cukup lama Donghae kembali mencubit kedua pipi Yoona. “Oppa…!!!” teriak Yoona, semua mahasiswa yang ada di ruangan itu menatap mereka dengan heran.

“Ya…kenapa kau berteriak” kata Donghae, “Kedua pipiku sakit karna ulahmu” kata Yoona dengan raut wajah kesal. Yoona mengubah posisi duduknya membelakangi Donghae.“Mian, Yoong, lain kali Oppa tidak akan mencubit kedua pipimu lagi” kata Donghae sambil tersenyum melihat ekspresi wajah Yoona, Yoona tidak meresponnya, ekspresi wajahnya masih tetap kesal. “Oppa Janji” kata Donghae, lagi lagi Yoona tidak merespon.

Donghae pun menggelitik pinggang Yoona karna Yoona tidak meresponnya sama sekali.  Yoona tertawa lepas karna tidak kuat menahan geli. Donghae juga tidak mau kalah, sehingga suara tawa mereka berdua memenuhi ruangan itu.  

“Donghae Oppa” teriak yeoja lain di muka pintu menghentikan tawa mereka. Donghae pun melirik yeoja yang memanggilnya itu. “Jessica” kata Donghae pelan, Yeoja itu berjalan ke arah Donghae. “Temui sana yeojachingumu,” tutur Yoona sambil mendorong tubuh Donghae. “Ada apa Sica-ah?” tanya Donghae, dia pun berjalan menghampiri Jessica yeojachingunya.

“Oppa, ayo kita ke kantin” ajak Jessica sambil merangkul lengan Donghae. “Tunggu sebentar ,,, Yoong, ayo ikut” ajak Donghae pada Yoona. “Kalian saja, aku sedang tidak ada uang” kata Yoona, sebenarnya itu hanya alasan nya saja.

“Masalah itu jangan khawatir, biar Oppa yang traktir” kata Donghae melepaskan rangkulan Jessica dan menarik tangan Yoona. Yoona hanya pasrah saja. Sesampainya di kantin, Donghae masih belum melepaskan genggamannya pada tangan Yoona. Jessica sangat benci melihat pemandangan itu.

“Oppa, kau mau pesan apa?” Tanya Jessica, “Yoong, kau mau pesan apa?” Tanya Donghae, dia malah bertanya pada Yoona.

“Bakso sama jus strowberi saja” jawab Yoona, “Aku sama dengan Yoona” kata Donghae pada Jessica. Jessica pun memanggil pelayan kantin dan memesan makanan mereka. Sambil menunggu pesanan datang Donghae malah asyik bercanda bersama Yoona tanpa memperdulikan Jessica yeojachingunya sendiri.

“Oppa, tanganku perih, aku ingin Oppa meniupnya” Pinta Jessica dengan manja mencari perhatian Donghae. Donghae menghentikan candaannya bersama Yoona dan mengalihkan pandangannya ke tangan Jessica. Donghae pun meniup tangan Jessica, melihat pemandangan itu, Yoona merasa sedikit cemburu pada mereka. Yoona pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Pesanan mereka pun datang, Yoona langsung melahap baksonya sementara Jessica terus memaksa Donghae agar meniup tangannya yang perih.

“Sica-ah, sebaiknya kita makan dulu, setelah itu Oppa akan meniup tanganmu lagi” bujuk Donghae, Jessica pun mengangguk, mereka makan bersama.

Sepulangnya mereka dari kampus, Donghae berencana mengantar Yoona pulang, tapi Jessica memaksa  Donghae agar Donghae mengantarnya pulang padahal Jessica berangkat ke kampus menggunakan mobil pribadinya sendiri. Donghae menatap wajah Yoona, Yoona menganggukkan kepalanya member isyarat,  akhirnya Donghae pun mengantar Jessica pulang.

Yoona menaiki sebuah bis menuju rumahnya, ketika di dalam bis, semua kursi penumpang sudah ada yang menempatinya, hanya tersisa satu tempat duduk yang kosong yaitu terletak di samping seorang namja. “Boleh aku duduk di sini?” Tanya Yoona, “Tentu saja” jawab namja itu sambil menyunggingkan senyumnya. Yoona pun duduk di samping namja itu.

“Kau mau kemana?” Tanya namja itu.”Aku mau pulang ke kompleks perumahan Gangnam” jawab Yoona sambil menyunggingkan sedikit senyumnya.  

“Jinjja?” kata namja itu, Yoona menganggukkan kepalanya, “Bearti kita satu kompleks” kata namja itu lagi. Yoona hanya meresponnya dengan sebuah senyuman. “Tapi, kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?” Tanya namja itu. “Kami baru pindah ke sana dua hari yang lalu” jawab Yoona, namja itu pun mengangguk.

“O iya, perkenalkan namaku Siwon, Choi Siwon” kata Namja itu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Naneun Im Yoona Ah imnida,” kata Yoona menjabat tangan namja yang bernama  Siwon itu. Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di Kompleks perumahan Gangnam, Yoona dan Siwon pun turun dari bis itu dan berjalan menuju rumah mereka. Yoona berhenti di depan rumahnya.

“Apa ini rumahmu?” Tanya Siwon, Yoona mengangguk, “Rumahku di sana” kata Siwon menunjukkan rumahnya yang  megah berlantai dua. Yoona melirik rumah itu.

“Kapan kapan, apa boleh aku mampir ke rumahmu?” Tanya Siwon, “Tentu” jawab Yoona. “Kalau begitu aku pulang dulu” kata Siwon, Yoona pun mengangguk. Setelah itu Yoona masuk ke dalam rumahnya. Yoona langsung masuk ke kamarnya dan melemparkan tasnya ke sembarang tempat. Lalu dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.

Keesokkan Harinya
Donghae memacu mobilnya menuju rumah Yoona, saat di perjalanan tiba tiba dia melihat Yoona tengah berjalan bersama seorang namja yang tidak di kenalnya. Donghae menepikan mobilnya di sebelah pinggir jalan yang di lalui Yoona. Donghae keluar dari mobilnya dan menghampiri Yoona.

“Yoong, ayo masuk” ajak Donghae menarik lengan Yoona.

“Ani Oppa, aku ingin jalan kaki bersama Siwon Oppa, sebaiknya Oppa berangkat sendiri saja” tolak Yoona, Yoona melepaskan lengannya dari tangan Donghae.

“Apa tidak apa apa Oppa meninggalkamu?”Tanya Donghae sedikit khawatir, “Ye Oppa, aku tidak akan apa apa” jawab Yoona.

Donghae pun masuk ke mobilnya, dia membuka kaca mobilnya,”Yoong, Oppa duluan ya, kau hati hati di jalan” kata Donghae, setelah itu Donghae memacu kendaraannya dengan cepat menuju kampus.

Yoona dan Siwon melanjutkan perjalanan mereka.“Yoong, siapa namja itu?” Tanya Siwon memecah keheningan. ”Dia Donghae Oppa” jawab Yoona. “Apa dia temanmu?” tanya Siwon, “Ne” jawab Yoona menganggukkan kepalanya.

“Yoong, apa kau sudah memiliki namjachingu?” Tanya Siwon. “Ne? saat ini aku belum mempunyai namjachingu, bagaimana dengan Oppa sendiri?” Tanya Yoona balik. “Emmm, sama, saat ini Oppa juga belum punya yeojachingu” kata Siwon tersenyum menampakkan kedua lesung pipinya.

“Kenapa?” Tanya Yoona, “Oppa masih belum bisa menemukan yeoja yang sesuai dengan tipe idaman Oppa” jawab Siwon. Yoona hanya menganggukkan kepalanya.

Di Kampus
Donghae menghampiri Yoona yang sedang menyantap semangkuk eskrim di kantin,“Yoong, siapa namja tadi yang jalan bersamamu?”Tanya Donghae sambil duduk di samping Yoona. “Dia Siwon Oppa” jawab Yoona, “Apa dia teman barumu?” Tanya Donghae. “Ne, kami baru saja kenal kemarin sore saat aku naik bis bersamanya, kebetulan dia tinggal satu kompleks denganku dan jarak rumah kami pun  juga tidak terlalu jauh” jawab Yoona.

“Sepertinya dia tampan juga” kata Donghae. “Tentu saja, malahan dia lebih tampan darimu” kata Yoona dengan tersenyum mengejek.

“Benarkah, kalau begitu kenapa kalian tidak pacaran saja sana!” kata Donghae, nada suaranya naik, “Oppa, ada apa denganmu, kenapa nada suaramu seperti itu?!” Tanya Yoona. “A..a..aniya” jawab Donghae sambil menggelengkan kepalanya. “Aku tau, Oppa pasti cemburu ya” kata Yoona tersenyum mengejek.

“Siapa bilang aku cemburu” sangkal Donghae, nada suaranya kembali naik “Itu dari nada suaramu sudah membuktikan kalau kau sedang cemburu” kata Yoona juga tidak mau kalah.

Semua pelanggan memperhatikan mereka berdua. Yoona merasa malu karna di perhatikan oleh begitu banyak orang. “Oppa, kecilkan suaramu“ pinta Yoona sedikit berbisik.

”Dasar yeoja pabo!!” kata Donghae langsung meninggalkan Yoona, “Ya, kenapa kau mengatai ku pabo!!!!!” teriak Yoona, setelah itu dia kembali menyantap eskrimnya tanpa memandang pelanggan kantin yang menatapnya heran.

Malam Harinya
Rumah Donghae…
Donghae memandangi langit langit kamarnya. Dia memikirkan namja yang berjalan bersama Yoona tadi siang. “Bagaimana kalau Yoona benar benar menyukai namja itu?” Tanya Donghae dalam hati. Donghae merasa gelisah akan kehadiran namja itu di sekitar Yoona, dia takut kalau namja itu akan merebut Yoona darinya.

Walaupun sekarang hubungan Donghae dan Yoona adalah teman dekat, tapi Donghae masih menyimpan perasaan pada Yoona. Bahkan Donghae lebih perhatian pada Yoona ketimbang Jessica yeojachingunya. Jessica kerap kali cemburu akan kedekatan Yoona dan Donghae, tapi Jessica mencoba menutupi rasa cemburunya.

Sabtu Pagi
Siwon menunggu Yoona keluar dari rumahnya, tidak lama kemudian Yoona pun membuka pintu pagar rumahnya dan berjalan keluar.“Yoona” panggil Siwon, “Oppa” sahut Yoona. Siwon berjalan mendatangi Yoona. “Ada apa Oppa?” Tanya Yoona, “Apa kau ada waktu nanti malam?” Tanya Siwon. 

“Memangnya ada apa?” Tanya Yoona. “Oppa ingin mengajakmu makan malam bersama sepupu Oppa” jawab Siwon, “Baiklah” kata Yoona.

Malam nya…
Yoona mengenakan gaun berwarna hitam tanpa lengan bermotif bunga berwarna putih di bagian dada dengan rambut terurai indah. Siwon sudah menunggunya di depan rumah Yoona, selang beberapa menit, Yoona pun keluar. Siwon terpana melihat penampilan Yoona.

“Oppa, kenapa kau memandangiku seperti itu, apa penampilanku jelek?” Tanya Yoona, dia menggaruk tengkuknya yang  tidak gatal.

“Ani Yoong, justru penampilanmu terlihat sangat menarik” jawab Siwon. Wajah Yoona memerah seketika mendengar pujian yang Siwon lontarkan. Siwon pun membukakan pintu mobil untuk Yoona, setelah itu Siwon memasuki mobilnya dan memacu kendaraannya. Tidak lama kemudian, mereka sudah tiba di sebuah restoran.

Siwon dan Yoona masuk ke restoran tersebut, lalu mereka mencari keberadaan sepupunya Siwon. Seorang yeoja melambaikan tangannya ke arah Siwon dan di samping yeoja itu ada seorang namja. Yoona memincingkan matanya, dia merasa penampilan namja dan yeoja itu sudah tidak asing lagi di mata nya. Siwon pun mengajak Yoona untuk bergabung bersama orang yang melambaikan tangan ke arah mereka.

Sesampainya di sana Yoona terkejut”Sica Oennie”,“Yoona” kata Yoona dan Jessica bersamaan, Donghae yang semulanya melihat menu makanan pun ikut memandang Yoona, “Yoona, kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Donghae.

“Siwon Oppa yang mengajakku kemari,, baagimana dengan Oppa?” Tanya Yoona balik, “Oppa menemani Jessica, katanya dia ingin makan malam bersama sepupunya” jawab Donghae, “Jadi Sica Onnie sepupunya Siwon Oppa” kata Yoona memandang ke arah Jessica, Jessica mengangguk mantap.

“Apa kalian saling kenal?” Tanya Siwon heran.

“Ne, Sica Onnie adalah temanku satu kampus, dan ini Donghae Oppa namjachingunya Sica Onnie,” Tutur Yoona.

“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu” kata Siwon menunjuk Donghae, Siwon memejamkan matanya mencoba mengingat ngingat namja itu.”Dia namja yang kemarin menghampiriku di pinggir jalan saat aku sedang berjalan bersamamu Oppa” kata Yoona, “O iya, sekarang aku sudah ingat”kata Siwon.

Mereka pun duduk satu meja dengan Jessica dan Donghae. Yoona duduk berhadapan dengan Donghae dan Jessica berhadapan dengan Siwon. Jessica memesankan mereka makanan. Sambil menunggu makanan mereka, mereka mengobrol, Donghae melihat jari Yoona yang terluka.

“Yoong, ada apa dengan jarimu?” Tanya Donghae khawatir, “Ne? o..ini..kemarin aku membersihkan pecahan gelas kaca dan tanganku tergores” jawab Yoona.

Donghae meraih tangan Yoona, “Seharusnya kau lebih hati hati, kau itu suka ceroboh dalam melakukan segala hal, kenapa kau tidak pernah berubah dari dulu Yoona”kata Donghae khawatir, “Mian Oppa, lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi” kata Yoona.

“Kau selalu saja berkata seperti itu” kata Donghae, Donghae pun meniup luka Yoona. Siwon heran melihat Donghae yang begitu perhatian pada Yoona sementara Jessica hanya cuek saja.


Tidak lama pesanan mereka pun tiba. Mereka semua memakan makanan mereka. Donghae memperhatikan Yoona makan, dia melihat ada sedikit noda makanan di ujung bibir Yoona. Lalu Donghae membersihkannya dengan sehelai tisu, “Oppa” kata Yoona kaget. Siwon dan Jessica menatap mereka berdua secara bergantian, Yoona merasa tidak enak pada Siwon dan Jessica atas kejadian itu.

Mereka kembali melanjutkan makan mereka. Setelah itu mereka pulang, Siwon mengantar Yoona pulang dan Donghae mengantar Jessica.

Suasana di dalam mobil Siwon hening, tidak ada yang buka suara. “ehm..ehm,,, Yoong, sepertinya Donghae sangat perhatian padamu”kata Siwon memecah keheningan. “Itu.. itu karna kami teman dekat Oppa” jawab Yoona sedikit gugup.

“Tapi sepertinya perhatiannya melibihi dari seorang teman dekat” kata Siwon, “Mungkin itu hanya perasaan Oppa saja” kata Yoona.

“Apa sebelumnya kalian pernah punya hubungan khusus?” Tanya Siwon, “A..a..aniya, kami hanya teman dekat, tidak lebih dari itu” jawab Yoona sambil menggelengkan kepalanya. Siwon pun hanya mengangguk saja. Sebenarnya Siwon menaruh curiga pada Yoona dan Donghae, tapi karna tidak ingin Yoona salah paham, Siwon pun hanya diam saja. Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di depan rumah Yoona.

Yoona keluar dari mobil Siwon,“Gomawo Oppa” kata Yoona melempar senyum.“Ne, sama sama Yoong” tutur Siwon membalas senyum Yoona.”kalau begitu aku masuk dulu ya Oppa ” kata Yoona, Siwon mengangguk.

Setelah itu Siwon pun memacu mobilnya menuju rumahnya. Sementara Yoona langsung masuk ke dalam rumahnya.

Rumah Yoona…
“Appa, kenapa rumah begitu sepi ? Oennie ke mana?” Tanya Yoona, “Oenniemu menginap di rumah temannya” jawab Appa Yoona yang sedang menonton Tv. Yoona langsung berjalan menuju kamarnya, lalu dia mengganti pakaiannya dengan piyama, setelah itu dia merebah kan tubuhnya di atas kasur.

Yoona memandangi foto nya bersama Donghae sewaktu mereka masih pacaran, tiba tiba Yoona teringat akan perkataan Jessica saat mereka betemu di toilet restoran tadi.

Flashback
Yoona menghentikan makannya, “Ada apa Yoong?” Tanya Donghae.

“Oppa, aku mau ke toilet dulu sebentar” Kata Yoona, tidak lama kemudian Jessica juga pamit ingin ke toilet. Sesampainya di toilet, Jessica berbicara pada Yoona.

“Yoong, apa boleh Oennie meminta sesuatu darimu” pinta Jessica, yoona melirik Jessica. “Apa Oennie?’ Tanya yoona, “Oennie minta, jauhi Donghae Oppa mulai dari sekarang” jawab Jessica, Yoona terhenyak mendengar penuturan Jessica.

“Oennie” kata Yoona, “Oennie mohon Yoong” Pinta Jessica, Yoona terdiam. Setelah itu Jessica langsung meninggalkan Yoona.
Flashback End

Yoona PoV
Apa yang harusku lakukan sekarang, aku tidak mungkin bisa menjauhi Donghae Oppa. Kenapa Sica Oennie tiba tiba memintaku untuk melakukannya. Donghae Oppa,,, haruskah aku menjauhimu, aku tidak sanggup Oppa, kejadian waktu itu sudah sungguh sangat menyakit kan bagiku.

Aku tidak mau kejadian seperti itu terulang lagi, tapi aku tidak enak pada Sica Oennie kalau aku tidak mengabulkan permintaannya.

Oppa, apa yang harus kulakukan sekarang. Aku memandangi kembali foto fotoku bersama Donghae Oppa sewaktu pacaran dulu. Apa aku bisa menjauhi Donghae Oppa, pertanyaan pertanyaan itu yang selalu terlintas di pikiranku.   
Yoona PoV End

Author Pov
Keesokkan harinya…
Yoona berjalan menuju kampusnya, dia tidak menyadari kalau Donghae berada di belakangnya. “Yoong” kata Donghae mengejutkan Yoona lalu merangkul leher Yoona sambil tersenyum. “Oppa” kata Yoona kaget.

Yoona melepas rangkulan Donghae, tapi Donghae kembali merangkul leher Yoona. Lagi lagi Yoona menepis tangan Donghae, “Yoong, ada apa?” Tanya Donghae heran karna tiba tiba Yoona bersikap seperti itu.

“Oppa, sebaiknya hubungan kita jangan terlalu dekat,  mulai hari ini kita harus jaga jarak” jawab Yoona. “Apa maksudmu, kenapa kau tiba tiba berkata seperti itu?”Tanya Donghae menghentikan langkah kaki Yoona.

“Aku merasa sikap Oppa terlalu berlebihan padaku” jawab Yoona, “Berlebihan bagaimana maksudmu?”Tanya Donghae kembali.

“Sikapmu padaku itu melebihi dari seorang teman dekat Oppa, bahkan anak anak yang lain mengira bahwa kita pacaran, aku jadi tidak enak pada Sica Oennie” jawab Yoona. Setelah itu Yoona langsung meninggalkan Donghae.

“Yoong…tunggu Oppa!!!” teriak Donghae, Yoona tidak menghiraukannya sama sekali. Donghae berlari mengejar Yoona hingga sampai ke ruang kelas.

Yoona meminta salah satu mahasiswa untuk tukar tempat duduk dengannya. “Yoong, kenapa kau pindah tempat duduk?” Tanya Donghae heran, Yoona tidak menjawab pertanyaan Donghae, malahan dia pura pura sibuk membaca buku.

Tidak lama kemudia Dosen Kim pun masuk ke ruangan mereka, semua mahasiswa kembali duduk ke tempatnya masing masing.

Di sepanjang pelajaran dosen Kim, Donghae berkali kali melirik Yoona yang duduk di kursi pojok. Yoona mengalihkan pandangannya saat Donghae meliriknya. Tapi saat Donghae sedang fokus Yoona malah  melirik Donghae balik.

Yoona PoV
Aku melihat Donghae Oppa berkali kali melirikku, aku tau dia sangat heran atas perubahan sikapku yang secara tiba tiba padanya. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan semua ini, tapi ini semua kulakukan demi kelancaran hubungan Donghae Oppa dan Sica Oennie.

Aku tau apa yang selama ini Sica Oennie rasakan, karna aku juga pernah menduduki posisi yang sama seperti Sica Oennie. Kecemburuan sudah pasti ada, aku yakin Sica Oennie merasakan kecemburuan yang lebih dari pada aku karna sebelumnya Donghae Oppa tidak pernah berteman dengan yeoja lain seperti hubunganku dan Donghae Oppa saat ini.

Mian Oppa, sebenarnya aku tidak ingin melakukan semua ini, tapi aku juga tidak ingin menyakiti Sica Oennie. Oppa aku mohon jangan membenciku.
Yoona PoV End

Author PoV
Dari hari ke hari Yoona semakin jarang berkomunikasi dengan Donghae. Akhirnya Donghae pun mulai menjauhi Yoona. Bahkan jika mereka saling bertatap muka secara tidak sengaja, ekspresi mereka sama sama datar, jangan kan bertegur sapa, saling melempar senyum saja sulit.
Tapi itu semua merupakan sebuah keuntungan bagi Jessica, sekarang Jessica makin nempel terus pada Donghae karna sudah tidak ada lagi yang akan mengganggu hubungannya dengan Donghae.

Seminggu Kemudian
Siwon mampir ke rumah Yoona, mereka berdua mengobrol di halaman depan rumah Yoona. “Yoong, tumben sudah seminggu ini Donghae tidak kemari? Biasanya dia selalu kemari setiap sore sore begini” kata Siwon.

Yoona terdiam, dia hanya mengalihkankan pandangannya ke arah lain. “Yoong, apa kau ada masalah sama Donghae?” Tanya Siwon, lagi lagi Yoona diam saja. “Yoong…” Panggil Siwon, “Sudahlah Oppa, jangan bahas masalah itu lagi” kata Yoona. “Aku masuk dulu Oppa” kata Yoona langsung meninggalkan Siwon.

Kampus
Jessica menggandeng lengan Donghae sambil berjalan menuju kelas mereka. Setelah Jessica sudah masuk ke kelasnya, Donghae kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya karna dia dan Jessica beda jurusan.

Donghae melirik tempat duduk Yoona, dia heran karna Yoona tidak ada di sana. “Di mana Yoona?” tanya Donghae dalam hati. Keesokkan harinya, lagi lagi Yoona tidak masuk kuliah, Donghae merasa khawatir dengan Yoona.

Donghae PoV
Aku kembali melirik tempat duduk Yoona hari ini, tapi lagi lagi Yoona tidak masuk kuliah. Aku mulai khawatir, aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku berniat ingin menghubunginya, tapi aku mengurungkan niatku, karna aku yakin Yoona tidak akan menjawab telponku lagi seperti sebelumnya.

Lalu, apa yang harus kulakukan? Apa sebaiknya aku langsung datang ke rumahnya saja? Tidak, tidak, aku yakin Yoona akan mengusirku kalau aku datang ke rumahnya. Aishhh…..!!!  bisa bisa aku frustasi di buatnya.
Donghae PoV End

Author PoV
Seminggu Berlalu….
Rumah Yoona
Yoona merenung di kamarnya, dia sengaja tidak masuk kuliah agar bisa menghindar dari Donghae. Selama seminggu, Yoona hanya di rumah saja, kadang kadang Siwon mengunjunginya dan mengajaknya jalan jalan, tapi Yoona selalu menolak kala Siwon mengajaknya.

Yoona membayangkan masa masanya yang selalu dia habiskan bersama Donghae, “Oppa aku merindukanmu” Yoona membatin, mata Yoona mulai berkaca kaca.

Air matanya mulai mengalir perlahan lahan, “Kau tidak boleh menangis Yoona, ingat !!!! Donghae itu hanya temanmu, dia bukan siapa siapamu lagi” kata Yoona berbicara pada dirinya sediri, Yoona segera menepis air matanya.

“Yoong, ayo sarapan” ajak Yoonhee, “Nanti saja Oennie” kata Yoona. Yoona memandang ke luar jendela. Terlihat dari kamar Yoona sebuah taman yang berada di belakang rumahnya.

Yoona kembali terbayang wajah Donghae. Taman itu sering menjadi sebuah tempat untuk mereka bersenda gurau dan menghabiskan waktu bersama.

Malam nya…
Yoona PoV
Aku berbaring di kasurku yang empuk, malam ini aku begitu gelisah tidak seperti malam malam sebelumnya. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhku, tubuhku terasa begitu lengket. Aku berusaha memejamkan mataku karna sekarang sudah larut malam, tetapi aku tidak bisa tidur.

“Kenapa tubuhku berkeringat seperti ini? Apa aku sakit?” Tanyaku dalam hati. Aku mencoba memejamkan kembali mataku, tapi tubuh ini begitu gelisah. Di sepanjang malam aku kesulitan untuk tidur, akhirnya aku pun mulai tertidur pukul 05.00 pagi.
Yoona PoV End

Author PoV
Yoonhee dan Appanya sedang menyantap sarapan. “Appa, kenapa Yoona belum bangun?” Tanya Yoonhee disela sela makannya, “Biarkan sajalah Yoonhee, mungkin Yoona habis bergadang semalam, jadi tidurnya larut malam” kata Appa Yoona. “O..iya…Appa, kenapa akhir akhri ini Donghae tidak pernah lagi mampir kemari ya?” Tanya Yoonhee.

“Appa juga heran, biasanya Donghae sangat sering kemari, tapi kenapa akhri akhri ini dia tidak mampir ya” kata Appa Yoona. Yoonhee hanya mengangkat kedua bahunya yang menandakan dia juga tidak tau.

Yoonhee melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 10.00 siang. Dia merasa heran pada Yoona karna tidak biasanya  Yoona belum bangun jam segitu. Yoonhee pun mendatangi kamar  yoona. Yoonhee mengetuk ngetuk pintu kamar Yoona, tapi tidak ada jawaban dari Yoona, Yoonhee pun membuka pintu kamar Yoona.

“Yoong, ayo bangun, ini sudah siang” kata Yoonhee sambil membuka tirai jendela kaca milik Yoona. “Donghae Oppa” kata Yoona dengan mata masih terpejam, kepalanya berpindah dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

Yoonhee menatap Yoona yang masih tertidur, dia melihat terdapat banyak keringat di dahi Yoona,“Yoong, kenapa keringatmu begitu banyak?”Tanya Yoonhee, Yoonhee mulai berjalan mendekati kasur Yoona.

Yoonhee mengelap keringat didahi Yoona dengan sehelai tisu, tapi ketika tangannya menyentuh dahi Yoona dia terkejut karna dahi Yoona begitu panas.

“Yoong, apa kau sakit?” Tanya Yoonhee khawatir sambil mengguncang guncang tubuh Yoona. “Donghae Oppa” lagi lagi Yoona menyebut nama Donghae dalam tidurnya. “Yoong, panasmu tinggi sekali” kata Yoonhee panik.

Yoonhee segera beranjak ke dapur mengambil baskom yang berisi air dingin dan sehelai kain untuk mengompres Yoona. “Yoonhee, untuk siapa itu?” Tanya Appa Yoona melihat Yoonhee begitu panik. “Yoona, Appa” kata Yoonhee setengah berlari menuju kamar Yoona.

Appa Yoona pun segera mendatangi kamar Yoona dengan ekspresi setengah kaget. “Apa yang terjadi padanya?” Tanya Appa Yoona.

“Yoona sakit Appa, panasnya tinggi sekali” kata Yoonhee. Yoonhee pun merendam kain itu ke dalam baskom dan memerahnya. Setelah tu dia meletakkan kain itu di dahi Yoona.

Selang beberapa menit, Yoona kembali menyebut nama Donghae dalam tidurnya. “Donghae Oppa… Donghae Oppa” kata Yoona, kepalanya kembali pindah dari kiri ke kanan dan sebaliknya.

“Appa, dari tadi Yoona menyebut nama Donghae terus” kata Yoonhee menatap wajah Appanya,“Apa sebaiknya kita hubungi Donghae saja” usul Appa Yoona, Yoonhee mengangguk setuju.

Rumah Donghae
Donghae PoV
Aku memandangi foto foto ku bersama Yoona, aku sangat merindukannya. Setiap malam wajahnya selalu terbayang bayang di benakku. Aku tidak tau bagimana kabar Yoona sekarang, sudah seminggu lebih aku tidak melihat wajahnya.

Aku mengalihkan arah pandanganku ke langit langit kamar, tiba tiba ponselku berdering membuyarkan lamunanku. Aku menatap nama yang tertera di layar ponselku, “Yoonhee Noona”.  Ada apa Yoonhee Noona tiba tiba menelponku, batin ku. Aku pun segera menjawabnya.
Donghae PoV End

Author PoV
“Yeobosseo Noona” kata Donghae ,”Yeobosseo  Hae-ah“ kata Yoonhee, “ Waeyo Noona?” Tanya Donghae, “Apa kau bisa ke rumah Noona sekarang juga” kata Yoonhee, “Memangnya ada apa?” Tanya Donghae kembali, “Yoona sakit Hae-ah” kata Yoonhee. “Baiklah Noona, aku akan ke sana sekarang juga” kata Donghae langsung menutup telponnya.

Donghae segera mengambil jaketnya dan beranjak menuju mobilnya. Donghae memacu kendaraannya dengan cepat menuju rumah Yoona.

Sesampainya di rumah Yoona, Donghae langsung masuk dan berjalan menuju kamar Yoona. Donghae melihat Yoonhee dan Appa Yoona juga sedang berada di kamar Yoona.

“Noona, apa yang terjadi pada Yoona, kenapa dia bisa sampai sakit?” Tanya Donghae. “Noona juga tidak tau Hae-ah, dari tadi yoona terus saja menyebut nyebut namamu dalam tidurnya” kata Yoonhee. Yoonhee berdiri dan mempersilakan Donghae duduk di samping Yoona.

“Yoong, apa kau sedang mimpi buruk?” tanya Donghae sambil mengguncang tubuh Yoona. Yoona masih belum merespon,”Yoong” kata Donghae lagi, tapi lagi lagi Yoona tidak merespon, “Yoong” kata Donghae sekali lagi, kali ini Donghae menggenggam tangan Yoona.

Mata Yoona mulai terbuka secara perlahan lahan, “Yoong” kata Donghae, “Oppa” kata Yoona dengan pelan, “Yoong, apa kau sedang mimpi buruk?” Tanya Donghae dengan lembut. Yoona tersenyum, tetapi butiran bening mengalir dari ujung matanya.

“Yoong, kenapa kau menangis?” Tanya Donghae, Donghae menghapus air mata Yoona. “Oppa” kata Yoona, suaranya terdengar parau. “Yoong” kata Donghae, Yoona langsung bangkit dan memeluk Donghae.

“Oppa, aku sangat merindukanmu” kata Yoona. Donghae tersenyum mendengar kata kata itu, dia tidak menyangka kalau Yoona juga merasakan seperti apa yang ia rasakan. Donghae mengusap punggung Yoona.

“Oppa, jeongmal bogo shippo” kata Yoona semakin mengeratkan pelukannya.

Yoonhee dan Appanya meninggalkan yoona dan Donghae berdua di kamar Yoona. “Nado bogo shippo Yoong” kata Donghae. Donghae melepas pelukannya dan menatap wajah Yoona lekat.

“Apa kau sakit karna merindukan Oppa, emmm?” Tanya Donghae, Yoona mengangguk, Donghae kembali tersenyum. “Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau merindukan Oppa” kata Donghae, Yoona hanya tertunduk, “Dasar yeoja pabo” kata Donghae tersenyum dan kembali mendekap tubuh kurus Yoona.

Donghae membelai rambut halus Yoona, “Yoong, apa Oppa boleh tau kenapa kau tiba tiba menjauhi Oppa?” Tanya Donghae, “Itu semua karna aku tidak ingin merusak hubungan Oppa dan Sica Oennie”jawab Yoona.

“Yoong, sebenarnya Oppa dan Jessica sudah putus sejak seminggu yang lalu” tutur Donghae, Yoona melepas pelukannya dan menatap heran wajah Donghae.

“Kenapa Oppa dan Sica Oennie bisa putus?” Tanya Yoona, “Sebenarnya Oppa tidak pernah mencintai Jessica, Oppa hanya kasian padanya” kata Donghae. “Bukankah Oppa pernah bilang kalau yeoja yang Oppa cintai adalah Sica Oennie”kata Yoona.

“Yoong, sebenarnya semua yang Oppa katakan itu bohong, Omma Jessica meminta Oppa untuk menjadi namjachingu Jessica agar Oppa bisa selalu menjaga Jessica karna Jessica sedang sakit” tutur Donghae.

“Memangnya Sica Oennie sakit apa Oppa?” Tanya Yoona, “Jessica mengidap kanker otak” jawab Donghae, Yoona terkejut mendengar semua itu, karna selama ini dia tidak tau kalau Jessica sakit parah.

“Sebenarnya itu alasan mengapa Oppa meninggalkanmu Yoong, Oppa terpaksa menuruti permintaan Omma Jessica karna Oppa tidak tega melihat Omma Jessica menangis sambil berlutut di depan Oppa” kata Donghae. Yoona terdiam mendengar semua pernyataan Donghae.

“Yoong, sebenarnya Oppa masih mencintaimu, ketika Oppa mengatakan bahwa Oppa tidak mencintaimu lagi, Oppa sangat terluka Yoong, hati Oppa rasanya bagai dicabik cabik” kata Donghae.

Yoona memeluk Donghae, “Oppa, sebenarnya aku juga masih mencintaimu, jujur, aku sangat senang karna bisa kembali dekat denganmu walaupun hanya sebagai teman” kata Yoona.

Donghae mencium tengkuk Yoona. Lalu Donghae melepas peluknya dan melumat bibir Yoona. Setelah cukup lama mereka saling melumat, Donghae melepas lumatannya. “Yoong, apa kau mau menjadi yeojachingu Oppa lagi?” Tanya Donghae, Yoona mengangguk dan menyunggingkan senyum.

Donghae kembali melumat bibir sang kekasih tanpa ampun. Yoona juga tidak mau kalah, dia membalas setiap lumatan Donghae hingga lumatan mereka saling beradu.

Donghae dan Yoona kembali berpacaran, bahkan mereka semakin lengket dari sebelumnya. Mereka selalu saja menghabiskan waktu bersama sama. Kedua sijoli ini pun sangat bahagia karna sudah saling berterus terang tentang perasaan mereka selama ini. Sekarang mereka sangat sangat sangat bahagia.

END

Readers…  Mian ya kalau ff nya kurang bagus. Kali ini ff nya Happy Ending lagi, soalnya author sangat suka bikin ff yang Happy Ending. Mohon comment nya yha…jangan lupa!   

1 comment:

  1. Wah nemu fanfic yoonhae lagi *yeay* good good good thorrr...

    Bikin ff yoonhae lagi yah*puppy eyes*
    Pleased thor (y)

    ReplyDelete