Thursday, 9 May 2013

FF Yoonhae : "LOVE IS BEAUTIFUL" Part 3 (End)


Author :  Lee YoongHwae
Cast : Lee Donghae>< Im Yoona
Other Cast : Member SUJU and SNSD
Genre:  Sad, Romantic
Rating : Page 17+

Anyeonghaseyo readers,  author datang lagi ni bawa ff Yoonhae Love Is Beautiful lanjutan dari part sebelumnya, jangan lupa commentnya ya! Oke guys, langsung aja ya……Happy reading!!! …… 

Author PoV
Setelah itu Donghae langsung pergi meninggalkan rumah sakit tanpa menjenguk Appa Yoona terlebih dahulu.
Taeyon dan member SNSD lainnya datang menjenguk Appa Yoona. “Yoong” kata Taeyon masuk ke kamar Appa Yoona diikuti member lainnya.
“Anyeonghaseyo Im Ahjussi” koor member SNSD sambil membungkukkan badan mereka, “Anyeong” kata Appa Yoona, “Ini buah-buahan untuk Ahjussi” kata Seohyun sambil menaruh buah buahan itu diatas meja.
“Gomawo” kata Appa Yoona, “Yoong, kapan Ahjussi boleh pulang?” Tanya Yuri, “Kata Dokter, Appa  baru bisa pulang setelah sembuh benar” kata Yoona, Yuri mengangguk pelan.
“Yoong, apa kau sudah sarapan?” Tanya Taeyon, “Sudah Oennie” jawab Yoona, beberapa member SNSD yang lainnya duduk di sofa yang ada di ruang rawat Appa Yoona. Sementara Yoona mengupas kulit jeruk untuk Appanya.
“Yoong, kemana Donghae? kenapa sudah dua hari dia tidak keliatan?” Tanya Appa Yoona. “Entahlah Appa” jawab Yoona.
“Donghae Oppa? Maksud Im Ahjussi Donghae Oppa sudah kemari dua hari yang lalu” kata Taeyon dan mendekati Yoona dan Appanya, Yoona dan Appanya pun mengangguk.
“Yoong, kenapa Donghae Oppa bisa lebih dulu kemari dari pada kami? Bukankah seharusnya kami orang yang pertama yang mengetahui semua ini?” Tanya Taeyon.
“Mian Oennie, ketika aku tau Appa masuk rumah sakit aku sedang bersama Donghae Oppa, jadi dia pun menawarkan diri untuk mengantarku ke rumah sakit dan menemaniku menginap disini” jelas Yoona.
“Mwo? Jadi Donghae Oppa juga menemanimu menginap disini” kata Taeyon, Yoona mengangguk pelan. “Yoong, ada apa diantara kau dan Donghae Oppa?” Tanya Taeyon sambil menatap intens ke arah Yoona, Yoona pun menoleh dan salah tingkah.
“A…ani, tidak ada sesuatu diantara kami, hanya hubungan pertemanan saja” jawab Yoona gugup.
“Benarkah? Bukankah Donghae Oppa itu paling cuek sama kita semua” kata Taeyon, “Iya, tapikan aku sedang kesulitan waktu itu jadi wajarkan kalau dia menolongku” jawab Yoona.
“Lalu kenapa kau bisa bersama Donghae Oppa waktu kau mengetahui Im Ahjussi masuk rumah sakit?” Tanya Taeyon, “Aku hanya kebetulan saja bertemu dengannya” jawab Yoona.
“Aku tidak yakin” kata Taeyon,  
“Oennie, ada panggilan di hpmu dari Leeteuk Oppa” teriak Jessica yang tadinya sibuk memainkan hp Taeyon. Taeyon pun segera mengambil hpnya dari tangan Jessica dan menjawab telepon dari Leeteuk.

Seminggu Kemudian
Yoona berjalan menuju tempat pembayaran rumah sakit. “Sus, berapa semua biaya perawatan Appa saya?” Tanya Yoona.
“Maaf, nama Appa Ahgassi siapa ya?” Tanya Suster tersebut. “Appa saya bermarga Im, Sus” jawab Yoona, “Tunggu sebentar ya” kata Suster itu, Yoona mengangguk.
“Ahgassi, semua biaya perawatan Tuan Im sudah di bayar lunas”jawab Suster itu.
“Ne? Tidak mungkin” kata Yoona.
“Iya Ahgssi, semua biayanya sudah dibayar lunas” kata Suster itu. “Tapi Sus, saya belum membayar biayanya sama sekali” kata Yoona, “Waktu itu ada seorang  namja yang telah membayar semuanya” kata Suster itu.
“Nuguya?” Tanya Yoona, “Mian Ahgssi, namja itu tidak menyertakan namanya” jawab Suster itu. “ Siapa namja itu, apa mungkin Siwon Oppa, tapi tidak mungkin, Siwon Oppa kan tidak tau kalau Appa masuk rumah sakit” batin Yoona. “Gomawo” kata Yoona sambil membungkukkan badannya pada Suster itu, Suster itu mengumbar senyum.
Yoona berjalan menuju kamar Appanya, dia masih memikirkan siapa namja yang telah membantunya itu. “Apa mungkin Donghae Oppa?”batin Yoona, karna tidak ada namja lain selain Donghae yang tau kalau Appanya masuk rumah sakit.
Saat sedang asyiknya melamun, Yoona dikejutkan oleh kedatangan Siwon, “Yoong” panggil Siwon membuyarkan lamunannya. “Oppa, kenapa kau bisa kemari?” Tanya Yoona.
“Donghae bilang Appamu masuk rumah sakit dan di rawat di rumah sakit ini, jadi Oppa datang untuk menjenguk Appamu” kata Siwon. Yoona hanya mengangguk pelan dan tersenyum, lalu Yoona pun mengajak Siwon menuju kamar Appanya. Sesampainya di sana, Yoona memperkenalkan Siwon pada Appanya.

*****

Keesokkan harinya…
Yoona berjalan menyusuri koridor sekolahnya, selang berapa menit, dia pun tiba dan masuk ke kelasnya, lalu dia melirik kesana kemari mencari keberadaan Yuri dan Seohyun, namun Yoona tidak berhasil menemukan mereka.
Yoona menaruh tasnya di laci mejanya, lalu Kang in datang menghampirinya,“Yoong, apa kau juga akan ikut ke Pantai di daerah Mokpo?” Tanya Kang in sambil duduk di atas mejanya.
“Kapan?” Tanya Yoona, “Besok, karna mulai besok kita akan libur selama seminggu kedepan” jawab Kang in.
“Apa semua member SNSD juga ikut?” Tanya Yoona, “Ne” sahut Yesung dan berjalan mendekati Yoona.
“Apa kau mau ikut?” Tanya Yesung.
“Aku akan bicara dulu pada Appa, kalau Appa mengizinkan, aku akan ikut ke sana” kata Yoona. “Baiklah” kata Yesung, “Kajja” kata Yesung sambil mengandengkan tangannya di leher Kang in.
“Kemana Hyung?” Tanya Kang in, “Sudahlah, jangan banyak tanya” kata Yesung tanpa melepaskan gandengannya dan menarik leher Kang in.

Yoona berjalan menuju kelas Taeyon, sesampainya disana Seohyun langsung menghampiri Yoona “Oennie, kenapa kau lama sekali baru datang” kata Seohyun.
“Tadi aku terjebak macet di jalan, jadi aku agak telat datang ke sekolah, untung hari ini kita bersih bersih dan tidak belajar” kata Yoona. Yoona mencari cari keberadaan Donghae, karna hampir semua member SUJU sedang berkumpul di kelas Taeyon.
“Kau mencari siapa Yoong?” Tanya Yuri, “Donghae Oppa kemana?” Tanya Yoona, “Kenapa  mencarinya?” Tanya Yuri, “Dari kemarin aku tidak melihatnya”kata Yoona.
“Heecul Oppa, Donghae Oppa kemana?” Tanya Yuri, “Entahlah, mungkin dia sedang bercinta bersama yeoja barunya” kata Heecul.


Hari ini semua member SNSD dan SUJU akan pergi ke Mokpo. Mereka sudah bersiap siap untuk berangkat. “Yoong, kau ikut mobil Siwon Oppa ya” kata yuri,”Ne” kata Yoona. Setelah semuanya sudah siap, mereka pun mulai meluncur.
Sesampainya di sana, mereka mengangkat barang barang mereka dari mobil. “Ayo, kita cari lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda” kata Leeteuk.
“Ne” koor semua member. Mereka pun mulai berjalan, Yoona masih belum juga berjalan karna dia sibuk mencari cari keberadaan Donghae. “Kemana Donghae Oppa? Apa mungkin dia tidak ikut kemari?” batin Yoona.
Tidak lama kemudian Donghae tiba, Yoona pun tersenyum, tapi senyumnya luntur ketika melihat seorang yeoja keluar dari mobil Donghae.
Donghae berjalan sambil menggandeng leher yeoja itu, Donghae menyunggingkan senyum kearah Yoona, “Yoong, kenapa kau masih disini? Ayo jalan” kata Donghae, Yoona pun berjalan dengan lemas di belakang Donghae.

Selang beberapa menit, mereka pun menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Lalu mereka pun mendirikan tenda secara berkelompok. “Akhirnya selesai juga” kata Yoona, lalu Yoona mendudukkan tubuhnya di bawah pohon yang ada di pinggir pantai untuk mengusir rasa lelahnya.
Yoona memperhatikan beberapa member SUJU dan SNSD bermain Voli pantai. Kadang kadang Yoona tertawa melihat tingkah lucu mereka. Tiffany dan Jessica sibuk bermain ombak, tetapi mereka bubaran setelah Heecul datang mengganggu mereka.
Taeyon dan Leeteuk datang menghampiri Yoona,“Yoong, ayo ikut main” ajak Taeyon.
“Ani Oennie, aku di sini saja” kata Yoona, Taeyon dan Leeteuk pun berjalan menghampiri member lainnya yang sedang bermain voli.  “Yoong” kata Siwon, “Oppa” kata Yoona, Siwon pun duduk di samping Yoona.
“Kenapa kau tidak ikut main?” Tanya Siwon, “Aku lebih suka memperhatikan mereka” kata Yoona tanpa menatap Siwon, Siwon pun mengangguk.
Karna merasa bosan berlama lama saling diam, Yoona mengalihkan pandangannya ke sekitar pantai. Tanpa sengaja, matanya menemukan Donghae tengah bercinta dengan yeoja barunya di tepi pantai.
Mata Yoona terbelalak melihat yeoja itu begitu bergairah melumat bibir Donghae. Mata Yoona mulai berkaca kaca, Siwon  melirik Yoona, tapi Yoona menatap ke arah lain, lalu Siwon pun ikut melirik  ke mana arah tatapan Yoona, dan ternyata Yoona sedang menatap Donghae.
“Yoong” kata Siwon sambil memegang bahu Yoona, “Oppa, aku mau ke tenda dulu” kata Yoona dan langsung bangkit dari duduknya. Siwon hanya memandangi kepergian Yoona.

Yoona duduk di muka pintu tenda sambil melamun, lalu Yuri dan Seohyun berdiri di muka pintu tenda membuyarkan lamunan Yoona. “Oennie, apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Seohyun. “Ani” jawab Yoona singkat sambil menggeleng pelan.
Yuri dan Seohyun pun masuk ke Tenda. “Seo, apa kau melihat apa yang dilakukan Donghae Oppa tadi bersama Miri?” Tanya Yuri sambil mengelap keringatnya menggunakan handuk.
“Ani” jawab Seohyun sambil menggeleng, diam diam Yoona mendengarkan pembicaraan mereka.
“Tadi Donghae Oppa dan Miri berciuman di tepi pantai” kata Yuri. “Mwo! Berciuman” kata Seohyun, Yuri mengangguk sambil tersenyum.
“Sayang sekali kau tidak melihatnya, padahal ciuman mereka sangat hot” kata Yuri. “Yah…sayang sekali, tapi apa member lain juga melihat mereka?”Tanya Seohyun, “Entahlah” kata Yuri mengangkat kedua bahunya.

Yoona keluar dari tenda, “Yoong, kau mau kemana?” Tanya Yuri, “Aku ingin jalan jalan sebentar Oennie” jawab Yoona. Yoona pun berjalan dengan santai menyusuri pesisir pantai, karna kepanasan, dia pun berteduh di bawah beberapa pohon yang tumbuh saling berdampingan.
Setelah cukup lama, Yoona menoleh kekanan dan kekiri. Ketika dia menoleh kebelakang, dia melihat sebuah hutan, Yoona merasa tertarik melihat kerindangan pohon pohon yang ada di hutan itu, lalu dia pun berjalan memasuki hutan itu.

Waktu menunjukkan pukul 17.40 p.m KST, beberapa member sudah bersiap siap untuk menyaksikan matahari terbenam, “Oennie, apa kau melihat Yoona?” Tanya Yuri pada Taeyon yang sedang asyik menunggu matahari terbenam bersama Leeteuk., “Ani, mungkin dia bersama member yang lain” kata Taeyon.
Yuri pun berjalan menghampiri member SNSD yang lainnya lagi, “Oennie, apa kau melihat Yoona?” Tanya Yuri pada Jessica yang sedang bercanda bersama beberapa member SUJU.
“Ani, memangnya ada apa?” Tanya Jessica, “Dari tadi siang Yoona tidak keliatan, aku khawatir padanya, apalagi sekarang hari mulai gelap“ kata Yuri. “Apa kau sudah menghubunginya?” tanya Kang In.
“Hp Yoona ketinggalan di tenda” kata Yuri.
“Coba kau tanya yang lainnya, mungkin mereka ada yang tau kemana Yoona pergi” kata Yesung. Yuri kembali menanyai beberapa member yang lainnya tapi tidak ada satupun yang tau dimana Yoona.

Yuri pun kembali menghampiri Taeyon,“Onnie, bagaimana ini, tidak ada satu pun yang tau kemana Yoona pergi” kata Yuri khawatir, “Jinjja?” kata Taeyon, Yuri mengangguk.
“Oppa bagaimana ini?” Tanya Taeyon pada Leeteuk. “Tenang Chagi” kata Leeteuk, “Semuanya!!!…ayo berkumpul…!!!” teriak Leeteuk pada semua member. Beberapa member yang sudah bersiap siap untuk menyaksikan matahari terbenam terpaksa bubar karna Leeteuk menyuruh mereka semua berkumpul.

“Ada apa Hyung?” Tanya Donghae, “Yoona menghilang” kata Leeteuk, “Mwo!! Menghilang…!!” kata Jessica dan Tiffany secara bersamaan, lalu mereka saling menoleh, member yang lain juga tak kalah terkejutnya dengan mereka.
“Ne, Yoona menghilang” kata Leeteuk, “Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Hyoyeon.
“Kita harus mencari Yoona” kata Leeteuk. Semua member saling melirik satu sama lain lalu mereka pun mengangguk..
“Baiklah, karna hari hampir gelap maka  kita akan mencari Yoona secara berkelompok” kata Leeteuk.

“Yesung, Siwon, Tiffany dan Yuri akan mencari Yoona di sekitar tenda” kata Leeteuk, mereka semua mengangguk.
“Sungmin, Donghae, Jessica dan Sunny akan mencari Yoona ke hutan” kata Leeteuk,  “Ani, aku tidak mau kalau harus ke hutan, aku takut” kata Jessica.
“Ya…Jessica!!” teriak Taeyon sambil melotot, “Sudahlah Chagi” kata Leeteuk sambil memegang bahu Taeyon, “Jessica, kau jaga tenda saja” kata Leeteuk, “Dan kau Hyo, masuk ke kelompok Sungmin” kata Leeteuk, “Baiklah” kata Hyoyeon.

“Ryeowook,  Kyunhyun, Kang in dan Seohyun akan mencari Yoona di sepanjang pesisir pantai” kata Leeteuk.
“Aku, Enhyuk, Kibum, dan Taeyon akan mencari Yoona ke tempat lain” kata Leeteuk.
“Member yang lainnya bersama Miri akan menjaga tenda menemani Jessica” kata Leeteuk, mereka semua setuju. Masing masing mulai menyiapkan perlengkapan mereka untuk mencari Yoona, setelah itu mereka pun berangkat.

“Yoona!!!!” teriak  Siwon, “Yoong….” Teriak Yuri. “Yoona!!!!” teiak Siwon lagi, sambil mencari mereka terus menerus memanggil nama Yoona.

“Yoona…!!!” teriak Kyunhyun, “Oennie…!! Kau dimana!!!” teriak Seohyun, mereka juga mencari Yoona sambil berteriak memanggil nama Yoona.
Kelompok Sungmin sudah cukup jauh masuk ke hutan, tapi mereka belum berhasil menemukan Yoona. “Oppa, di sini banyak nyamuk” kata Sunny dengan manja sambil menggaruk tangan dan kakinya.
“Kalau kau tidak tahan lebih baik kau kembali saja ke tenda” kata Donghae, Sunny melirik kebelakang, “Aku takut kalau harus kembali sendirian, di sini sangat gelap” kata Sunny.
“Hyo, kau temani Sunny kembali ke tenda” kata Donghae, “Aku juga takut” kata Hyoyeon.
“Dasar yeoja…!!, kalian semua itu sama saja, sama sama penakut”  kesal Donghae.
“Hyung, kau temani mereka kembali ke tenda” pinta Donghae, “Bagaimana denganmu?” Tanya Sungmin, “Aku akan tetap mencari Yoona” kata Donghae, “Baiklah, setelah aku mengantar mereka, aku akan menyusulmu” kata Sungmin, Donghae mengangguk.

Kelompok Leeteuk dan Siwon sudah kembali ke tenda, tidak lama kemudian Sungmin juga kembali bersama Hyoyeon dan Sunny. “Apa kalian menemukan Yoona?” Tanya Leeteuk, mereka hanya menggeleng.
“Hyung, aku akan mencari Yoona lagi” kata Siwon, “Siwon-ah, tunggu” kata Sungmin, Siwon berbalik arah, “Aku ikut denganmu” kata Sungmin, Siwon dan Sungmin pun mulai mencari Yoona kembali.

Donghae terus masuk ke hutan, tapi dia masih belum berhasil menemukan Yoona, “Yoong!!!” teriak Donghae, “Yoona….!! Kau ada dimana?!!” teriak Donghae lagi.

Donghae PoV
Aku terus mencari Yoona, tapi aku masih belum berhasil menemukannya. Apa aku  kembali saja? Batinku. Tapi aku mengurungkan niatku dan kembali mencari Yoona dengan hanya ditemani sintar untuk menerangi perjalananku.
Aku melanjutkan perjalananku hingga tibalah di sebuah sungai, aku menerangi sekitar sungai itu dengan sintarku. Aku mencoba mencari bebatuan untukku berpijak agar bisa menyebrangi sungai itu. Tapi tiba tiba aku menemukan seseorang di pinggir sungai itu tidak jauh dari tempatku berdiri.  
Orang itu pun menoleh ke arahku sambil menyipitkan matanya karna cahaya sintarku tepat mengarah pada wajahnya. “Yoona!!” kataku kaget.  
“Oppa” katanya tak kalah terkejutnya denganku, aku pun berjalan mendekatinya.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku. Yoona hanya diam dan segera mengalihkan pandangannya kearah lain.
“Yoong” kataku, Yoona sama sekali tidak bergeming, dia hanya sibuk melempar kerikil ke sungai. “Yoong, ada apa denganmu?” tanyaku, Yoona tetap tidak menjawab pertanyaanku.

“Yoong, ayo kita pulang” kataku sambil menarik tangannya, Yoona menarik tangannya kembali hingga terlepas dari genggamanku. “Ada apa denganmu?” tanyaku, Yoona hanya diam dan menatapku tajam.
“Apa kau marah pada Oppa?” tanyaku, Yoona tersenyum hambar dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Aku menatapnya dengan tatapan heran, sementara itu Yoona sibuk melempar kerikil ke sungai. “Yoong” panggilku, Yoona menoleh tapi dia tetap diam saja, aku sangat heran melihat sikapnya yang berubah sangat drastis.
Aku pun duduk di dekatnya, sekitar lima belas menitan kami saling diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.
“Yoong, apa yang membuatmu seperti ini” kataku memecah keheningan.

“Apa itu penting” jawab Yoona ketus tanpa menatapku, “Kenapa gaya bicaramu seperti itu?” tanyaku.
“Kau yang menyebabkanku bersikap seperti ini Oppa” kata Yoona,“Nae?” tanyaku.
“Kalau saja aku mendengarkan kata katamu waktu itu, aku pasti tidak akan sesakit ini” kata Yoona.
“Apa maksudmu?” tanyaku, Yoona pun menatapku, “Betapa bodohnya aku karna menyukai namja sepertimu” kata Yoona.

“Oppa benar benar tidak mengerti apa maksudmu” kataku lagi, “Tadi siang aku melihatmu berciuman dengannya Oppa” kata Yoona mengalihkan pandangannya lurus ke depan, aku mulai bisa menyerap kata kata Yoona.
“Sepertinya ciuman kalian sangat bergairah,, jujur aku sangat iri melihat kalian, sampai sampai rasa iri itu sangat menyesakkan dadaku” kata Yoona, aku hanya terdiam, bingung mau mengatakan apa. Setelah itu Yoona kembali diam.

“Itulah alasan kenapa Oppa melarangmu menyukai Oppa Yoong” kataku memecah keheningan.
“Aku sudah tau Oppa, semua tentang kepribadianmu aku sudah mengetahuinya termasuk kebiasaanmu yang suka mempermainkan yeoja” kata Yoona, aku menoleh ke arah Yoona.
“Siwon Oppa yang memberitahuku” tutur Yoona, aku terdiam mendengar penuturannya. “Walaupun aku sudah mengetahui semuanya, aku tetap saja menyukaimu” kata Yoona, lagi lagi aku hanya mampu menoleh ke arahnya tanpa mengucapkan kata sepatah pun.
“Ternyata aku adalah yeoja yang benar benar bodoh” kata Yoona sambil tersenyum hambar. Lalu dia menoleh ke arahku sehingga kami saling bertatapan.
Aku menatap kedua bola matanya, perlahan lahan matanya mulai berkaca kaca. Dapat kulihat dari tatapan matanya kalau hatinya benar benar terluka karnaku.
Sebegitu dalamkah  luka yang kutorehkan padanya? Baru kali ini aku memperhatikan yeoja yang terluka karnaku, biasanya aku hanya mengabaikan mereka. Tapi sepertinya tidak kali ini, perhatianku cukup teralihkan karnanya.

Aku sangat merasa bersalah padanya, kulihat air matanya mulai jatuh secara perlahan lahan dari kedua matanya. Hati nuraniku seakan akan bangun dari tidur panjangnya dan menyuruhku untuk menenangkannya.
Aku menghapus air matanya menggunakan ibu jariku. Tapi air matanya lagi lagi mengalir membasahi pipinya hingga kugunakan kedua ibu jariku untuk menghapus air matanya.
Yoona semakin menangis sejadi jadinya, aku benar benar tidak sanggup melihatnya menangis karnaku hingga akhirnya akupun memeluknya.
Dia pun menangis dipelukanku, dapat kurasakan tubuhnya bergetar menahan isakan. “Mian Yoong, mianhae” kataku sambil mengusap punggungnya. Kurasakan tangannya mulai membalas pelukanku, semakin lama pelukannya semakin erat.

Setelah lima belas menit lamanya kami berpelukan, aku pun melepas pelukan kami, kutatap wajahnya dari dekat lalu kuarahkan wajahnyanya tepat di hadapan wajahku, dapat kurasakan hembusan nafasnya yang tidak beraturan menyapu permukaan wajahku.
Aku kembali menatap bola matanya, perlahan lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, semakin lama wajah kami semakin dekat hingga bibir kami saling berpagutan.
Kurasakan sensasi bibir yang berbeda dari bibir yeoja yang pernah kurasakan sebelumnya. Aku pun menekan tengkuknya hingga ciuman kami semakin mendalam.
Donghae PoV End

Author PoV
Setelah cukup lama, mereka pun menghentikan ciuman mereka. “Sekarang sudah larut malam, sebaiknya kita kembali ke tenda” kata Donghae, Yoona mengangguk pelan. Donghae dan Yoona pun berdiri.
“Naiklah” kata Donghae, “Ne?” kata Yoona, “Naiklah kepunggungku” kata Donghae, “Ani, aku masih kuat untuk berjalan” bantah Yoona.
“Naiklah” paksa Donghae sambil menarik tubuh Yoona agar naik kepunggungnya, dengan berat hati Yoona pun naik ke punggung Donghae.
Di tengah perjalanan,“Oppa, aku jalan kaki saja” kata Yoona, “Sudahlah, anggap saja Oppa menebus kesalahan Oppa padamu” kata Donghae, Yoona meletakkan dagunya di bahu Donghae sambil menatap wajah Donghae dari samping.
“Baiklah” kata Yoona. “Oppa” kata Yoona, “Emmm?” kata Donghae. “Apa kau lelah?” Tanya Yoona, “Ani” jawab Donghae sambil menggeleng. Yoona terdiam dan kembali menatap wajah namja yang menggendongnya.
Tidak lama kemudian, mereka pun berhasil keluar dari hutan, “O…lihat, Donghae Oppa sudah berhasil menemukan Yoona” kata Jessica, semua member pun ikut menoleh kearah yang Jessica tunjuk.
“Yoong, kau dari mana saja?” Tanya Taeyon berjalan kearah Yoona, Donghae pun menurunkan Yoona dari gendongannya. “Yoona tersesat di hutan” bohong Donghae, Yoona menatap Donghae, “Apa benar yang dikatakan Donghae Oppa?” Tanya Taeyon, “Ne Oennie” jawab Yoona.
“Yoong, apa terjadi sesuatu denganmu?” Tanya Yuri.
“Ani Oennie, aku baik baik saja” jawab Yoona, Donghae pun menjauh dari Yoona  karna member SNSD yang lainnya mengerumuni Yoona, tapi mata Yoona mengikuti kemana arah Donghae pergi. Donghae menghampiri member SUJU lainnya yang sedang berkumpul lalu mereka mengumbar senyum pada Donghae.


Keesokkan harinya
Semua member sibuk mengangkat barang barang mereka ke mobil. Setelah semuanya sudah selesai, mereka masuk ke dalam mobil.
“Yoong, ayo masuk” kata Yuri, “Ani, Yoona akan pulang naik mobilku” kata Donghae menarik tangan Yoona. “Baiklah” kata Yuri dan langsung menutup pintu mobil.
Donghae membuka pintu mobilnya yang di depan,“Miri-ah, pindah kebelakang”kata Donghae menarik lengan Miri menyuruhnya untuk keluar.
“Oppa, kenapa aku harus ke belakang?” Tanya Miri, Donghae tidak menjawab pertanyaan Miri, dia malah menyuruh Yoona masuk ke mobil dan duduk di depan.
Setelah itu Donghae berjalan ke sisi kiri mobil dan masuk ke dalam mobil. Donghae tersenyum kearah Yoona lalu menaruh tangannya di ubun ubun Yoona dan mengacak rambut Yoona. Setelah itu dia pun mulai menjalankan mobilnya. “Oppa, kenapa aku harus di belakang sedangkan yeoja itu di depan?” Tanya Miri.
“Dia adalah yeojachinguku mulai sekarang” kata Donghae.
“MWO!!!!” kata Miri dan Yoona bersamaan sambil menoleh ke arah Donghae, lalu Yoona dan miri saling melirik, “Kau…!! Aish…!!” kesal Miri, Yoona hanya diam dan membetulkan posisi duduknya.

“Oppa, kau bercandakan” kata Miri, “Ani, Oppa tidak bercanda” kata Donghae. “Lalu bagaimana denganku, aku tidak mau kalau Oppa menduakanku” rajuk Miri sambil mengalihkan pandangannya ke luar melalui jendela mobil dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
“Baiklah kalau kau tidak mau diduakan, mulai sekarang kita putus” kata Donghae, “MWO!!” kata Miri kaget, Yoona pun menoleh ke arah Donghae.
“Ani, aku tidak mau” kata Miri sambil menggeleng, “Kenapa? Bukankah kau tidak mau diduakan” kata Donghae, “Iya…tapi…” kata kata Miri dipotong oleh Donghae, “Sudahlah Miri-ah, jangan banyak bicara lagi, kalau tidak Oppa akan menurunkanmu sekarang juga” ancam Donghae, Miri pun terdiam, selang beberapa menit, Miri pun tertidur.

“Yoong” kata Donghae, “Emmm?” kata Yoona, “Apa kau marah karna tadi Oppa bilang pada Miri kalau kau yeojachingu Oppa” kata Donghae, “Ani, aku tidak marah Oppa, hanya saja aku terkejut mendengarnya” kata Yoona.
“Yoong” kata Donghae lagi, Yoona pun menoleh, “Oppa ingin kata kata Oppa tadi jadi kenyataan” kata Donghae, “Kata kata yang mana maksud Oppa?” Tanya Yoona.
“Oppa ingin kau benar benar menjadi yeojachingu Oppa” kata Donghae, Yoona cukup terhenyak mendengar penuturan Donghae.
“Yoong, apa kau mau menjadi yeojachingu Oppa” kata Donghae, Yoona terdiam dan mengalihkan pandangannya lurus ke depan.
“Yoong” kata Donghae lagi, “Aku takut Oppa, aku takut kalau akan tersakiti sekali lagi” kata Yoona, “Oppa janji Yoong, Oppa akan mencoba berubah demi dirimu” kata Donghae.
“Yoong” kata Donghae dengan wajah memohon, Yoona menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya. “Yoong, Oppa mohon, beri Oppa satu kesempatan untuk berubah” pinta Donghae dengan tulus.
“Baiklah Oppa, aku akan mencobanya” kata Yoona, Donghae tersenyum mendengar kata kata Yoona, lalu dia pun menggenggam tangan Yoona.

“Oppa” panggil Yoona memecah keheningan, “Emmm?” tanya Donghae, “Kenapa Oppa bilang padanya kalau aku yeojachingu Oppa, kitakan tidak pacaran” kata Yoona.

*****

Seminggu Kemudian
Kantin Sekolah
Donghae tidak henti hentinya memperhatikan sang kekasih sampai sampai dia tertangkap basah oleh Hyoyeon.
“Yuri-ah, coba lihat Donghae Oppa, kenapa dia memperhatikan Yoona sampai segitunya” kata Hyoyeon.
“Sepertinya, ada sesuatu diantara Yoona dan Donghae Oppa, apa lagi belakangan ini Yoona selalu saja menghilang pada jam istirahat” kata Yuri.
“Bagaimana kalau istirahat nanti kita selidiki mereka secara diam diam” ajak Hyoyeon, Yuri mengangguk setuju.

Bel istirahat sudah berbunyi, Yoona langsung keluar kelas tanpa pamit pada Yuri dan Seohyun. “Oennie, Yoona Oennie mau pergi kemana, kenapa dia tidak bilang pada kita” kata Seohyun.
“Molla” kata Yuri, “Seo, Oennie tinggal ya, Oennie ada urusan sebentar dengan Hyoyeon Oennie” kata yuri, Seohyun hanya mengangguk pelan.

“Yuri-ah” panggil Hyoyeon,” O…Oennie” kata Yuri, “Bagaimana?” Tanya Hyoyeon, “Lagi lagi Yoona pergi tanpa pamit” kata Yuri, “Kalau begitu, ayo kita ikuti dia” ajak Hyoyeon, “Bagaimana mau mengikutinya, diakan tidak bilang mau pergi kemana” kata Yuri, “Iya ya…” kata Hyoyeon.
Mereka berdua tampak berfikir sejenak, “Donghae Oppa” kata mereka secara bersamaan lalu mereka pun saling bertatapan. “Ya, Donghae Oppa tadi masih ada di kelas” kata Hyoyeon.
“Kajja” kata Yuri, Yuri dan Hyoyeon pun pergi ke kelas Hyoyeon.
Saat mereka sudah dekat dengan kelas Hyoyeon, tiba tiba Donghae keluar dari kelas, Yuri dan Hyoyeon langsung memutar arah tubuh mereka agar tidak ketahuan oleh Donghae dan benar saja ternyata Donghae tidak menyadari kehadiran mereka.
Donghae pun berjalan dengan santai menuju balkon di lantai paling atas. Diam diam Yuri dan Hyoyeon mengikuti Donghae tanpa sepengetahuan Donghae.  

Sesampainya di sana, Donghae langsung menghampiri Yoona, “Yoong” kata Donghae sambil membelai rambut Yoona, “Oppa” kata Yoona, “Mian karna Oppa membuatmu menunggu lagi” kata Donghae sambil duduk di samping Yoona.
“Kau tidak perlu minta maaf Oppa, aku selalu bersedia menunggu selama apapun demi dirimu” kata Yoona sambil mengumbar senyum.
“Gomawo chagi” kata Donghae lalu mencium ubun ubun Yoona.

“Oennie, sepetinya yeoja itu benar benar Yoona” kata Yuri setengah berbisik, “Ne, aku juga yakin, kalau yeoja itu adalah Yoona” kata Hyoyeon, tiba tiba hp Hyoyeon berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
“Nugu?”Tanya Yuri, “Taeyon Oennie” jawab Hyoyeon, Hyoyeon pun menjawab teleponnya, “Wae Oennie?” tanya Hyoyeon, “Kalian kemana, kenapa tidak kemari?” tanya Taeyon, “Kami…ke Toilet sebentar Oennie, setelah ini kami akan kesana” kata Hyoyeon, “Baiklah” kata Taeyon, Hyoyeon pun menutup teleponnya.
“Ada apa? Kenapa Oennie harus berbohong segala?” tanya Yuri.
“Kalau kita berterus terang, bisa bisa Oennie akan bicara pada Yoona kalau kita mengikuti Yoona, Oennie tidak boleh tau kalau kita mengikuti Yoona sebelum kita mengetahui kebenarannya” kata Hyoyeon.
“Kebenaran apalagi, bukankah kita sudah tau kebenarannya kalau Donghae Oppa dan Yoona pacaran” kata Yuri.
“Bisa saja mereka hanya teman dekat, coba lihat, mereka tidak tampak begitu mesra, mereka hanya mengobrol seperti biasanya” kata Hyoyeon.
“Tapi tadi Donghae Oppa mencium ubun ubun Yoona, Oennie melihatnya jugakan” kata Yuri, “Ne, aku melihatnya” kata Hyoyeon, “Mana ada teman dekat bersikap seperti itu” kata Yuri.
“Ah sudahlah, yang jelas aku masih ragu kalau mereka pacaran, kajja” ajak Hyoyeon.
“Kemana?” tanya Yuri, “Ke kelas Taeyon Oennie” kata Hyoyeon, Yuri pun berjalan di belakang Hyoyeon.

Bel tanda pulang sudah berbunyi, Donghae dan Yoona selalu pulang paling belakangan. Donghae membukakan Yoona pintu mobil, Yoona pun masuk, setelah itu Donghae juga ikut masuk. “Yoong, kita pergi ke Mall sebentar” kata Donghae.
“Ne” kata Yoona, selang berapa menit mereka pun tiba di sebuah Mall. Donghae masuk ke Mall itu sambil menggenggam tangan Yoona.
Donghae memilih milih gaun, sementara Yoona hanya diam dan memperhatikan Donghae, “Ada yang bisa saya bantu tuan muda?” Tanya seorang pelayan.
“Tolong carikan gaun yang tercantik dan terbaru” kata Donghae.
“Ne tuan” kata pelayan itu.
“Oppa, kau mau mencarikan gaun untuk siapa?” Tanya Yoona.
“Untukmu”
“Ne?”
“Kau harus menggunakan gaun yang cantik saat datang ke pesta ulang tahun Oppa besok malam”
“Ani, kau tidak perlu membelikanku gaun Oppa, aku masih punya gaun yang cantik untuk besok malam” bantah Yoona.
“Oppa tetap akan membelikanmu gaun dan kau harus memakainya ke pesta besok malam” Donghae menegaskan.
“Tapi Oppa”
“Sudah, jangan membantah” kata Donghae, “Tuan muda, ini semua gaun yang tercantik dan terbaru” kata pelayan tadi.
“Sekarang kau harus mencoba gaun gaun itu” kata Donghae sambil mendorong tubuh Yoona ke ruangan yang khusus untuk mencoba pakaian.
Tidak lama kemudian Yoona keluar, Donghae menggelengkan kepalanya karna gaun yang di kenakan Yoona terlalu seksi, Yoona kembali masuk dan mencoba gaun yang lain, sementara menunggu Yoona keluar, Donghae membaca majalah.
Yoona kembali keluar dengan gaun yang berbeda, lagi lagi Donghae menggeleng. Yoona pun masuk kembali, selang beberapa menit Yoona kembali keluar, tapi Donghae tetap saja menggeleng. Yoona menghembuskan nafas panjang, setelah itu dia kembali masuk.
Ini adalah gaun terakhir yang dicoba Yoona, Yoona kembali keluar sambil memasang wajah memelas. Donghae terpana melihat Yoona yang begitu cantik mengenakan gaun terakhir itu. “Oppa, bagaimana?” Tanya Yoona lemas karna sudah merasa lelah gonta ganti gaun.
“Kau benar benar cantik Yoong” kata Donghae sambil menatap lekat kearah Yoona, Yoona tersipu malu mendengar itu.
“Pelayan, saya ambil yang ini” kata Donghae.


Sabtu Malam
Yoona memakai gaun yang dibelikan oleh Donghae, Yoona tersenyum di depan cermin menatap bayangan dirinya yang sangat cantik dengan rambut terurai indah dan poni di jepit ke samping.
“Yoong, teman temanmu sudah tiba” teriak Appa Yoona dari luar kamar Yoona, “Ne Appa, aku akan segera keluar” kata Yoona.
Yoona segera mengambil tasnya dan langsung keluar kamar, “Ayo kita berangkat” kata Yoona, Yuri, Hyoyeon dan Seohyun sangat terkejut melihat penampilan Yoona.
“Oennie, Seo, kenapa kalian diam saja, ayo kita berangkat” kata Yoona.
“Yoong, kau sangat cantik malam ini” Puji Yuri, Yoona tersipu malu mendengarnya, “Oennie, kapan kau membeli gaun itu?” Tanya Seohyun tanpa melepas tatapannya pada gaun yang Yoona kenakan.   
“Sudahlah, ayo kita berangkat, nanti telat” kata Yoona, mereka pun keluar dan masuk ke mobil yang sudah di sediakan oleh Leeteuk untuk mengantar jemput mereka ke pesta.


Tempat Pesta
Setibanya di tempat pesta,  Hyoyeon, Yuri, Yoona dan Seohyun keluar dari mobil. “Kajja” kata Hyoyeon. Yoona berjalan di barisan paling belakang, tiba tiba seseorang menarik lengan Yoona dari belakang membuat Yoona berbalik arah. “Kau” kata Yoona terkejut.
“Rupanya kau masih ingat padaku Im Yoona” kata Chansung tersenyum nakal. “Tentu saja, mana mungkin aku lupa pada orang yang pernah ingin memperkosaku” kata Yoona sinis.
“Kau sangat cantik malam ini” kata Chansung sambil memegang dagu Yoona.
Yoona segera menepis tangan Chansung, “Jangan sentuh aku” kata Yoona dengan tatapan tajam, Chansung pun mengandeng leher Yoona dan mencoba membawanya masuk ke tempat pesta.
“Lepaskan” kata Yoona mencoba melepas tangan Chansung, “Jangan banyak bicara atau aku akan menciummu di depan umum” ancam Chansung, Yoona pun diam.
Chansung membawa Yoona menghampiri member SUJU dan SNSD yang sedang asik bercanda gurau. “Sunbae” sapa Chansung pada Leeteuk, Leeteuk dan semua member SUJU dan SNSD menoleh kearah Chansung.
“O…Chansung, kenapa kau bisa bersama Yoona?” Tanya Leetteuk, member yang lain juga merasa heran kenapa Yoona bisa bersama Chansung.
“Yoona adalah yeojachinguku, jadi wajar sajakan jika aku bersamanya” kata Chansung dengan Pd-nya. “MWO!!!” kata semua member termasuk Yoona, Yoona juga tidak menyangka kalau Chansung akan berkata seperti itu.
Donghae tertawa hambar, lalu dia berjalan mendekati Yoona dan Chansung, “Siapa bilang Yoona yeojachingumu, dia adalah yeojachinguku” kata Donghae sambil menari lengan Yoona dan mendekapnya, semua member tambah kaget atas sikap Donghae.
“Sunbae, apa yang kau lakukan pada yeojachinguku?” Tanya Chansung sambil menarik lengan Yoona hingga Yoona terlepas dari dekapan Donghae. Chansung mengira Donghae hanya bercanda, karna itu dia berani menarik Yoona dari dekapan Donghae.

Semua member menjadi bingung melihat kejadian itu, “Kalian jangan membuat Yoona jadi bahan candaan” kata Taeyon buka suara.
“Yoona itu memang yeojachinguku” kata Chansung mendahului Donghae, “Ani, Yoona adalah yeojachinguku” bantah Donghae, “Sebenarnya Yoona itu yeojachingunya siapa?” Tanya Leeteuk.
“Yeojachinguku” kata Donghae dan Chansung secara bersamaan. “Kalian sungguh membuatku frustasi” kata Leeteuk setengah kesal.
“Chansung, lepaskan dulu tangan Yoona” kata Yesung menengahi, Chansung pun melepaskan tangan Yoona.
“Yoong, siapa sebenarnya namja yang kau cintai?” Tanya Yesung, semua member sudah tidak sabar menanti kata kata yang akan keluar dari mulut Yoona.
“Donghae Oppa, aku mencintai Donghae Oppa” kata Yoona, lalu Yoona berjalan mendekati Donghae, Donghae melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Yoona. “Aku benci pada namja itu” kata Yoona menunjuk Chansung.
“Kau sudah liatkan, Yoona itu yeojachinguku, jadi jangan sembarangan mengaku” kata Donghae tersenyum penuh kemenangan, Chansung pun merasa kesal dan langsung meninggalkan mereka.
“Chagi, kenapa kau bisa bersama namja itu?” Tanya Donghae dengan lembut. Sebelum menjawab pertanyaan Donghae, Yoona membenamkan kepalanya terlebih dahulu di dada Donghae.
“Tadi saat di depan sana aku bertemu dengannya, dia menggandengku dan mencoba membawaku masuk, aku sempat membantah, tapi dia mengancamku kalau aku membantah dia akan menciumku di depan umum Oppa” kata Yoona dengan nada sedih, Donghae membelai punggung Yoona menenangkannya dan mencium kepala Yoona.
“Donghae-ah, sekarang jelaskan pada kami ada hubungan apa antara kau dan Yoona” kata Leeteuk.  Donghae melepas pelukannya pada Yoona tapi tangan kanannya masih melingkar di pinggang Yoona.

“Hyung, mian, tentunya kepada kalian semua, aku dan Yoona sudah sebulan lebih menjalin hubungan…”
“MWO!!!! Sebulan!!!!” kata Yuri dan Hyoyeon kaget. “Ya!! kenapa kalian memotong pembicaraan Donghae Oppa, menjengkelkan sekali” kesal Taeyon, “Mian Oennie” kata Yuri dan Hyoyeon.
“Sudahlah, sekarang lanjutkan kata katamu tadi” kata Leeteuk pada Donghae. “Tapi karna kami takut kalian tidak setuju dengan hubungan kami ini, kami pun memutuskan untuk pacaran secara diam diam” lanjut Donghae.
“Wah… ternyata Yoona berhasil memecahkan rekor Hyung” kata Kyunhyun kagum.
“Ne, biasanya Donghae Hyung menjalin hubungan dengan yeoja lain hanya beberapa hari, dan yang paling lama cuma tiga minggu, tapi Yoona berhasil melewati waktu lebih dari itu” kata Kibum menambahkan.
“Jurus apa yang dikeluarkan Yoona sampai Donghae Hyung betah gitu, padahal Yoona yeoja yang polos, terus Yoona juga tidak genit, tidak ada yang lebih darinya” kata Enhyuk.
“Diam kalian, jangan samakan Yoona dengan yeoja yeoja sebelumnya” kata Donghae sambil melotot ke arah mereka. Kyuhyun, Kibum dan Enhyuk hanya tersenyum sambil mengangkat jari jari mereka membentuk huruf V.

Donghae menyuruh Enhyuk untuk meminta pembawa acara memutarkan lagu yang romantis. Alunan music yang romantis pun mulai diputar, Donghae langsung menarik Yoona ke tengah dan mengajaknya berdansa.
“Chagi, kado apa yang akan kau berikan pada Oppa?” Tanya Donghae sambil berdansa, “Ya…ampun, aku lupa membawanya… Oppa” kata Yoona panik dan reflek melepaskan tangannya dari leher Donghae.
Donghae menarik tangan Yoona dan mengalungkannya kembali di lehernya sementara tangannya melingkar di pinggang Yoona. “Tenanglah chagi, masalah kado biar urusan belakangan, sekarang nikmatilah moment penting ini” kata Donghae, Yoona pun kembali berdansa bersama Donghae.
Donghae dan Yoona berdansa sambil saling bertatapan muka. Mereka selalu saja mengumbar senyum satu sama lain. Siwon merasa sedikit kecewa melihat mereka begitu bahagia karna Siwon masih mempunyai perasaan pada Yoona, tapi bagaimanapun Siwon sadar diri kalau dia tidak akan mungkin bisa bersama Yoona.

Jam menunjukkan pukul 11.00 p.m. Donghae membawa Yoona ke taman belakang di rumahnya. Donghae dan Yoona duduk di kursi yang ada di taman.
“Chagi, Oppa ingun menagih kado yang akan kau berikan pada Oppa” kata Donghae, Yoona menatap Donghae.
“Tapi aku lupa membawanya Oppa” kata Yoona, “Sebagai gantinya, bagaimana kalau berikan Oppa sebuah ciuman” pinta Donghae. Yoona mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae, Donghae pun mulai memejamkan matanya.
Chu, ternyata ciuman Yoona mendarat di kening Donghae. “Kenapa kau malah mencium kening Oppa, Oppa inginnya disini” tunjuk Donghae pada bibirnya, “Kalau nanti ada yang liat gimana” kata Yoona.
“Tidak akan ada yang liat chagi, semua teman teman kitakan tidak tau kalau kita kemari” kata Donghae.
Yoona masih belum bergeming sementara Donghae sudah tidak sabar. “Kalau kau tidak mau memberikannya, biar Oppa yang mengambilnya sendiri” kata Donghae.
Donghae mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, Yoona merasa sedikit gugup karna dia baru sekali merasakan ciuman yaitu waktu di tepi sungai bersama Donghae, tapi dia berusaha menyembunyikan perasaan gugupnya itu.

Donghae semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, semakin lama jarak wajah mereka semakin dekat dan Chu…Donghae berhasil mendaratkan bibirnya tepat di bibir Yoona.
Yoona mulai mengalungkan tangannya di leher Donghae sementara Donghae menekan tengkuk Yoona agar ciuman mereka lebih dalam lagi.
Setelah sekitar lima belas menit mereka saling melumat, Yoona melepaskan ciumannya. “Sekarang sudah larut malam Oppa, aku harus segera pulang” kata Yoona, “Baiklah, Oppa akan mengantarmu” kata Donghae.
“Ani, aku tidak mau merepotkanmu Oppa, aku akan pulang bersama Yuri Oennie dan Seo” kata Yoona.
Donghae pun membawa Yoona kembali masuk ke dalam dan menghampiri member SNSD dan SUJU.

“Donghae-ah, kita pulang dulu ya” kata Leeteuk mewakili member yang lainnya, “Ne, Hyung” kata Donghae, “Oppa, aku pulang ya” kata Yoona dengan lembut, “Ne, chagi, hati hati ya” kata Donghae. Mereka semua pun masuk ke mobil dan pulang ke rumah mereka masing masing.

END

Akhirnya selesai juga part end nya…semoga readers semua senang ama ff ini. Anyeong…

3 comments:

  1. aigooo ... eonnie ya knp cerita akhir ny menggantung seperti itu??

    ReplyDelete