Sunday, 8 February 2015

FF Yoonhae



Scandal In Apartemet


Annyeonghaseyo…readers…author balik lagi ni bawa FF Yoonhae setelah sekian lama menghilang tanpa jejak. Author masih setia lho sama Yoonhae couple apa pun yang terjadi. Kali ini FF Yoonhae author berjudul Scandal in Apartement. Mian ya kalau kurang bagus. Soalnya author bingung mau buat alurnya seperti apa. Mian author banyak basa basi. Jangan lupa commentnya ya…?! Koment kalian itu menjadi penyemangat buat author. Wajib!!!
Happy Read……….

Author PoV
“OMO…!!!” seorang namja yang berperan sebagai ibu di super junior kaget ketika melihat bayi perempuan tengah bermain di tempat tidurnya. “Waeyo?” tanya sang leader. “Aegi.” jawab Ryeowook. Namja yang tidak bisa hidup tanpa bedak itu pun menggendong bayi polos tanpa dosa itu.
“Mwo?! Aegi?!” sontak Leeteuk menatap Donghae sang pemilik apartement. Donghae hanya tertegun karena sudah tidak bisa lagi mengelak.
Semua member suju pun berhamburan menuju kamar Donghae. Mata Kyunhyun membulat karena kaget melihat suasana kamar Donghae yang dipenuhi mainan. “Donghae-ah…apa maksudnya ini?” tanya Leeteuk menatap intens pada Donghae. “I…igo…Y…Yoona…” belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya langsung di potong oleh Kyunhyun.
“Mwo?! Yoona?! Ckckck…aku tidak menyangka kalian menjalin hubungan di belakang Seunggi.” ujar Kyunhyun sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. “Donghae-ah, aku tidak percaya kalian sejauh ini.” ucap Sungmin dengan ekspresi tak percaya. “Bagaimana mungkin kalian bisa melakukan ini?!” kata Leeteuk dengan nada kesal.
“Aku pulang.” tutur Yoona sembari membuka sepatunya. “Oppa, apa kita kedatangan tamu?” tanya Yoona ketika melihat banyak sepatu di luar. Sontak semua member menatap ke arah pintu utama. “Kalian bahkan tinggal bersama. Benar-benar keterlaluan.” ucap Kyunhyun disertai senyum evilnya.  Yoona segera menghentikan langkah kakinya ketika melihat semua member suju berada di kamar Donghae.
 “O…o…oppa, apa yang kalian lakukan disini?” tanya Yoona gugup sambil menatap member suju satu persatu. Ia tersentak melihat bayinya berada di tangan Ryeowook.
Letteuk dan member suju yang lainnya pun mulai mengintrogasi Yoona dan Donghae. “Yoong, apa dia bayimu?” tanya Leeteuk yang direspon dengan sebuah anggukan lemah. Leeteuk langsung terduduk lemas di sofa.
“Kapan kalian melakukannya? Bukankah jadwal kalian berdua sangat padat.” tutur Eunhyuk. “Perutmu bahkan tidak pernah kelihatan buncit. Tapi ternyata kau sudah melahirkan.” Kyunhyun tersenyum kecut.
“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan.” bantah Yoona. “Apalagi yang ingin kau jelaskan. Donghae-ah, aku kecewa padamu! Kau berani berhubungan dengan Yoona padahal kau tahu dia sudah memiliki kekasih.” ujar Heecul kecewa.
“Hyeong, bukan seperti itu kejadiannya.” sangkal Donghae.
“Lalu bagaimana? Kalian bahkan satu rumah. Semuanya sudah jelas.” tutur Heecul.
“Kau tahu apa yang kau lakukan? Kau akan menghancurkan semuanya, Donghae-ah!” ucap Kangin dengan penuh penekanan pada setiap katanya.
“Oppa, bukan seperti itu kejadiannya. Donghae oppa tidak bersalah. Aku yang salah.” bela Yoona.
“Ya, kalian berdua telah melakukan kesalahan. Menghabiskan malam bersama tanpa berpikir panjang.” ucap Kangin.
“Bukan seperti itu, oppa. Dengarkan dulu penjelasan kami” ujar Yoona. “Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan” jawab Kangin.
“Oppa…” panggil Yoona ketika melihat satu persatu member suju meninggalkan apartement Donghae. “Hyeong…” panggil Donghae sembari mengejar member suju yang mulai keluar dari pintu apartementnya.
“Hyeong, dengarkan penjelasanku dulu.” pinta Donghae namun Leeteuk menepis tangan Donghae yang berusaha meraih lengannya. Berkali-kali Donghae mencoba mencegat Leeteuk namun hasilnya nihil. Namja ikan itu pun akhirnya menyerah dan kembali ke apartementnya.
Donghae merasa sangat frustasi. Ia langsung menyambar sebotol minuman dari dalam kulkas. Ekspresi wajahnya terlihat sangat kesal.
“Oppa…” ucap Yoona lirih, perasaan takut tengah menghampirinya ketika melihat ekspresi wajah Donghae. “Mianhae, oppa” ucap Yoona sekali lagi.
“Bisakah kau tinggalkan aku?” Donghae pun berjalan ke kamarnya. Yoona hanya terdiam memandangi kepergiannnya.

******
@Suju Dorm
Suasana di dorm malam ini terlihat sunyi, seperti tidak ada aktifitas. Wajar saja karna semuanya sibuk di kamar mereka masing-masing. “Hyeong, apa kau tidak lapar?” tanya Ryeowook ketika memasuki kamar Leeteuk.
“Ani.” jawab Leeteuk singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar datar ponselnya. “Ada apa dengan kalian semua?! Apa kalian tidak memikirkanku yang kelaparan?!” Ryeowook segera keluar dari kamar Leeteuk. Namja yang playboy itu pun memandangi kepergian dongsaengnya.
“Ryeowook-ah!” panggil Leeteuk sembari menyusul Ryeowook.
“Tok…Tok…Tok…” terdengar bunyi ketukan pintu yang berhasil membuat keduanya menatap ke arah pintu. Beberapa member suju yang lainnya pun keluar dari kamar mereka.
“Nuguya?” tanya Kangin pada Leeteuk yang dijawab dengan sebuah gelengan. “Mungkinkah itu Donghae?” tanya Heecul.
“Ani.Ani. Tempo ketukannya berbeda.” tutur Eunhyuk. “Aigo, kau bahkan tau persis seperti apa tempo ketukan kekasihmu itu.” ujar Kyunhyun asal.
Leeteuk pun membuka pintunya. “O…Yoona-ssi.” ujar Leeteuk setengah kaget.
“Ada apa kau kemari?” tanya Kyunhyun dingin. “Oppa, kalian harus mendengar penjelasanku.” pinta Yoona dengan nafas tersengal-sengal. Namun Leeteuk dengan malasnya meninggalkan pintu dan duduk di sofa. Yeoja rusa itu pun segera mengejarnya diikuti member suju yang lainnya.
“Bukankah semuanya sudah jelas. Apa lagi yang ingin kau jelaskan?” tanya Kyunhyun sembari menatap ke berbagai arah. “Apa diantara kalian masih ada yang percaya padaku?” tanya Yoona yang berhasil membuat member suju saling bertatapan.
“Aku mohon dengarkan penjelasanku.” desak Yoona karena sejak tadi semua member suju kecuali Ryeowook membuang muka.
Yoona pun mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya walaupun oppadeulnya tampak mengabaikannya.

Flashback 
 “BRUK” seorang yeoja setengah paruh baya terpental ditabrak oleh sebuah sedan merah. Karena melihat jalan raya sepi, pengendara tersebut segera melajukan kendaraannya berusaha melarikan diri. Sementara bmw yang berada tak jauh di belakangnya berhenti begitu saja ketika melihat sosok tubuh terbujur kaku tepat di depannya.
Dengan segera pengendara bwm kuning itu keluar dari mobilnya dan menghampiri yeoja itu. Dalam sekejap tempat itu dikerumuni banyak orang.
“Kya!! Kau harus bertanggung jawab.” ujar salah seorang dari kerumunan tersebut. “Ne?!” yeoja yang mulai panik itu terdiam tanpa tahu harus melakukan apa.
“Apa yang kau lakukan?! Cepat bukakan pintu mobilnya” ujar namja paruh baya itu. “Ne” yeoja yang mengenakan topi dan masker hitam itu pun segera membukakan pintu.

@Rumah Sakit
Setelah menunggu selama 3 jam, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. “Bagaimana, dok?” tanya namja paruh baya yang menjadi perwakilan dari kerumunan dijalan raya tadi. Dokter menggeleng pelan. “Dia tidak dapat diselamatkan.” ujar dokter sembari membuka sarung tangannya.
“Dok, anak ini sudah diperiksa. Dia tidak mengalami luka berat dan sudah diobati.” ujar seorang suster sembari menggendong seorang anak perempuan berumur 10 bulan. “Mengenai anak ini…” belum sempat dokter menyelesaikan kalimatnya segera dipotong oleh namja paruh baya itu. “Dia. Dia. Yeoja ini yang akan merawatnya.” sembari menunjuk yeoja yang sedang gelisah itu.
“Baiklah.” jawab Dokter. Yeoja yang masih tak percaya dengan perkataan yang dilontarkan namja paruh baya itu pun mengendong bayi yang polos itu atas perintahnya.
“Kau harus menjaganya dengan baik. Arra.” ujar namja paruh baya itu sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan yeoja yang kebingungan itu.
Dengan berat hati yeoja itu melangkahkan kakinya. Berkali-kali ia mengembuskan nafas panjang menatap yeoja kecil yang tengah memperhatikannya itu. “Apa kau tahu siapa aku?” tanya yeoja itu. Bayi itu hanya tersenyum membuat hati yeoja itu luluh tak bergeming.

*****

Seorang namja terjebak di bangunan bertingkat yang dipenuhi dengan aroma obat-obatan. Dengan tali infus yang ditanamkan di lengan kanannya membuat ia tidak bisa bergerak dengan bebas kesana kemari. “Clek” terdengar seseorang membuka pintu kamarnya.
“O…Yoona-ssi. Kau tidak ada jadwal hari ini?” tanya namja itu. Yeoja yang sering disapa dengan sebutan Yoona itu pun masuk.
“Bagaimana kabarmu, Donghae oppa?” tanya Yoona dengan nada malas, namja yang duduk di atas kasur putih milik rumah sakit itu pun mengangkat tangannya menunjukkan infus di tangannya. “Ini menyiksaku.” ujar Donghae. “Aegi yang bersamamu itu siapa dia?” tanya Donghae. Yoona pun menjelaskan kejadian yang baru saja dialaminya.
“Mwo?!! Jadi kau akan merawat bayi ini?” tanya Donghae. Yoona menggeleng pelan yang menandakan bahwa dia sedang bingung sembari membaringkan yeoja kecil itu di kasur samping Donghae. Hembusan nafas panjang selalu ia keluarkan dari mulutnya sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang tepat berada di samping kasur Donghae.
“Apa kau sudah memberitahu yang lainnya?” tanya Donghae sembari menatap bayi polos tanpa dosa itu.  “Hanya kau yang baru kuberitahu. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya pada yang lainnya” jawab Yoona dengan nada setengah lirih. Yeoja kecil itu menggenggam jari telunjuk Yoona.
 “Sepertinya dia menyukaimu” ujar Donghae. “Jika aku harus merawatnya, aku tidak tahu dia akan tinggal dimana. Tidak mungkin dia harus mengikutiku ke dorm.” ujar Yoona sambil menatap anak kecil yang ada di hadapannya itu.
“Bagaimana dengan Seunggi? Apa kau akan memberitahunya? Aku berharap dia bisa membantumu.” ujar Donghae. “Aku tidak ingin jika dia harus diserahkan ke panti” tutur Yoona. “Lalu bagaimana? Apa aku harus memberi tahu Leeteuk hyeong? Mungkin dia bisa membantu.” ujar Donghae. Yoona terdiam sembari menatap malaikat kecil itu dengan lekat.
“Oppa…” ujar Yoona dengan mata berbinar-binar. “Apa yang sedang kau pikirkan? Ekspresi wajahmu menakutkan, Yoong.” ujar Donghae curiga. “Oppa…” ujar Yoona sekali lagi. “Wae? Kau membuatku takut.” ujar Donghae dengan ekspresi setengak takut.
“Bukankah apartementmu kosong?” tanya Yoona. “Ia memang kosong….” ujar Donghae asal, “Mwo?!!! Apa kau akan menggunakan apartementku untuknya?!” tanya Donghae yang mulai mengerti ekspresi Yoona. Yoona mengangguk pelan disertai senyuman khasnya.
“Shiero!! Itu tidak mungkin.” tolak Donghe. “Oppa…????” ujar Yoona manja memasang puppy eyes ciri khasnya. “O…ayolah Yoong. Baru saja aku merasa kau sepeti wanita seutuhnya tapi sekarang kembali seperti semula.” ujar Donghae.
“Oppa, apa kau tega melihat yeoja kecil ini tidak punya tempat tinggal?” ujar Yoona memasang wajah memelas. “Kenapa kau selalu saja menyusahkanku. Seharusnya kau tidak kemari tadi.” ujar Donghae memasang ekspresi setengah kesal.
“Kya!! Apa kau tidak mengharapkan kehadiranku?! Aku juga tidak akan sudi datang kemari kalau saja aku tidak mengantar ibu anak ini ke rumah sakit yang sama!” tutur Yoona.
“Akh…kau kembali lagi.” keluh Donghae. “Kau pikir aku akan menjadi wanita seutuhnya di depanmu. Itu sangat tidak mungkin. Tidak mungkin. Cepat! Kemarikan kunci apartementmu!” Yoona mengulurkan tangannya. “Aish…!!” Donghae berdecak kesal sembari menyerahkan kunci apartementnya. 
Flashback End

Semua member suju terdiam mendengar penjelasan dari Yoona. “Dia pasti tidak akan bisa menolaknya.” ujar Eunhyuk. Sontak Yoona menatapnya berusaha meminta penjelasan atas kata-katanya barusan. “Ani. Maksudku kalau sudah seperti itu kejadiannya, aku pasti juga tidak bisa menolaknya.” ucap Eunhyuk.
“Oppa, sekarang aku harus bagaimana?” tanya Yoona.
“Bagaimana apanya?” tanya Shindong. “Mengenai anak itu. Apa aku harus tetap menjaganya?” tanya Yoona. “Sebaiknya kau titipkan ia ke panti” jawab Leeteuk. “Shiero! Aku tidak bisa.” bantah Yoona.
“Wae?! Kehadirannya hanya akan menimbulkan masalah nantinya.” jawab Heecul. “Ne. Chul benar. Dia hanya akan menyebabkan masalah.” ucap Leeteuk mulai angkat suara.
“Aku tidak tega, oppa. Dia sangat membutuhkan kehangatan dari seorang eomma. Dia butuh eomma, oppa.” jelas Yoona. “Tidak mungkin jika kau yang harus membesarkannya. Bagaimana jika Soo Man ahjussi sampai mengetahui hal ini. Kau akan dibunuhnya.” ujar Leeteuk.
“Kurasa publik lebih kejam dari Soo Man ahjussi” ucap Kyunhyun asal. “Tapi oppa aku tidak tega. Anak kecil sepolos itu harus ditinggalkan tanpa kehangatan seorang eomma. Aku tidak sampai hati, oppa.” jawab Yoona.
“Kau tetap bisa mengunjunginya di panti.” ujar Leeteuk.
“Aku tidak yakin, oppa” jawab Yoona lirih.
“Dia akan tinggal dimana jika kau harus merawatnya. Tidak mungkin dia ikut denganmu tinggal di dorm kalian. Lagi pula kau punya kekasih dan kalian pasti akan berkencan setiap minggunya.” tutur Leeteuk.
“Donghae oppa…” jawab Yoona.
“Ani. Ani. Jangan dia. Kau hanya akan menyusahkannya.” bantah Eunhyuk. “Tapi dia tidak pernah mengatakannya.” ucap Yoona. “Dia tidak akan berani mengatakan hal itu di depanmu karena…” Eunhyuk memotong kata-katanya ketika semua tatapan member suju tertuju padanya.
“Karena apa?” tanya Yoona yang menunggu Eunhyuk menyelesaikan kata-katanya. “Karena dia bukan tipe namja yang suka mengeluh” jawab Eunhyuk. “Bagaimana dengan kalian? Kurasa tidak ada alasan untuk menolak.” ujar Yoona.
“Ani/Ani/Tidak bisa.” ujar Kyunhyun, Shindong dan Kangin secara bersamaan disertai bahasa tubuh mereka yang membentuk tanda silang.
“Waeyo? Bukankah kalian pernah bilang kalau kalian merasa kesepian di dorm.” kata Yoona. “Itu beda, Yoong. Mereka kesepian bukan karena tidak ada teman bermain tapi karna mereka belum ada pendamping.” sahut Sungmin yang baru saja tiba di dorm.
“Hyeong, kau tidur di sini malam ini?” tanya Ryeowook. “Ne. Aku merindukan kalian. Aku sudah bicara pada Sa Eun” jawab Sungmin.
“Kalau begitu biarkan saja dia tinggal di apartement Donghae oppa. Kurasa aku harus segera pergi.” ucap Yoona mengakhiri kata-katanya. “Yoong, Yoong…!” panggil Eunhyuk namun diabaikan Yoona.

*****

Dua Minggu Kemudian
@Donghae’s Apartement
“Oppa…” panggil Yoona, “Ehm…?” tanya Donghae dingin yang sedang manatap layar kaca di ruang tengah sembari mengunyah cemilan. “Nahee pasti bosan selama ini hanya bermain di apartement.” jawab Yoona. “Lalu?” tanya Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari layar kaca yang ada di depannya itu.
“Bagaimana kalau kita besok pergi ke kebun binatang?” tanya Yoona. “Mwo?! Apa kau gila?!! Bagaimana kalau semua orang mengenali kita?” tanya Donghae. “Lakukan seperti biasa. Penyamaran.” jawab Yoona seadanya. “Kau pikir tidak akan ada orang yang mengenali kita? Aku tidak mau ambil resiko!” tolak Donghae dengan tegas.
“Oppa, itu demi anakmu juga.” ujar Yoona memaksa. “Shiero!!” lagi-lagi mendapat penolakan dari Donghae. “Aku menyesal menjadi appa untuk Nahee kalau seperti ini.” gerutu Donghae lirih sambil mengalihkan pandangannya ke layar kaca yang ada di depannya.
“Mwo?! Kya…!! Aku tidak memaksamu menjadi appa untuk Nahee.” sahut Yoona sembari memukuli Donghae dengan bantal yang ada di sofa.
“Akh…!!Akh…!! Akh…!! Sakit…, Yoong.” protes Donghae. “Aku tidak mau tau, kau harus menemani kami belanja!” ujar Yoona yang kemudian meninggalkan Donghae. “Aish…! Yeoja ini.” kesal Donghae
Setelah siap mengemasi Nahee, Yoona pun menyerahkannya pada Donghae. “Nahee-ya, tunggulah bersama appa o…? Eomma bersiap-siap dulu.” ujar Yoona.  “Tunggu aku di luar, chagiya?” ujar Yoona tersenyum manis sembari membelai rambut Donghae layaknya seekor anjing yang akan patuh jika di belai oleh tuannya.  Namun Donghae memasang wajah cemberut.
Tidak lama kemudian Yoona pun keluar dari kamarnya. “Khajja” ujar Yoona. “Aku merasa kali ini kau benar-benar kelewatan memerintahku” ujar Donghae lirih. Yoona pun menoleh ke belakang. “Mwo?” tanya Yoona.
“Ani. Ani” jawab Donghae sembari tersenyum hambar. Dilengkapi dengan masker dan topi tentunya, keduanya masuk ke mobil milik Donghae. “Aku harap kau bisa menyetir dengan baik. Aku takut kau akan gugup karena aku di sampingmu.” ujar Yoona sembari mengenakan sabuk pengamannya.
“Itu tidak akan terjadi” ujar Donghae.
“Semoga saja. Ayo jalan.” perintah Yoona.
“Aigo…aku merasa kau memperlakukanku seperti lebih dari pembantu kali ini” gerutu Donghae. Yoona tersenyum manis sehingga kedua matanya mengecil menghadap Donghae.
“Kau adalah anjingku. Jadi aku akan memperlakukanmu dengan baik.” ucap Yoona.
“Aku bisa gila.” Donghae berdecak kecil sembari membuang muka. “Nahee-ya, lihatlah wajah appamu. Dia terlihat sangat lucu kalau sedang kesal.” ejek Yoona.
“Seharusnya Seunggi yang melakukan ini. Bukannya aku.” kesal Donghae yang berhasil mendapatkan sebuah jitakan dari Yoona. “Kya!! Aku sedang menyetir.” teriak Donghae. “Kalau begitu jangan membuatku kesal.” jawab Yoona.
Setelah menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Akhirnya mereka pun sampai di sebuah tempat perbelanjaan. Setelah keluar dari toko tersebut, Yoona menyisiri toko-toko yang lain. Donghae terus saja mengawasi mereka dari belakang dengan jarak yang cukup jauh. Awalnya Donghae merasa risih karena mengikuti Yoona yang kesana kemari.
Tapi setelah merasa ada orang lain yang mengikuti Yoona, ia pun mulai memperhatikan Yoona sambil sesekali mengawasi dua orang namja yang mengenakan jaket kulit berwarna hitam dilengkapi topi dan celana yang senada.
Ketika Yoona menghentikan langkah kakinya, dua namja tersebut juga berhenti dan mengalihkan pandangan mereka ke sisi jalan agar tidak mengundang kecurigaan. Yoona sama sekali tidak merasa kalau dia sedang diikuti. Dengan senyumnya yang khas ia terus saja memandangi beberapa toko.
Sepertinya kedua namja itu tertarik dengan Yoona. Entah apa karena Yoona cantik atau ada hal lain yang mereka incar. Donghae terus saja berpura-pura sebagai pengguna jalan yang sama sekali tidak menyadari keberadaan Yoona.
Setelah cukup lama menguntit, akhirnya Donghae menyadari kalau kedua namja membawa sebuah kamera. “Mwo?! Wartawan?!” ujar Donghae tak percaya. Namja-namja itu pun mengambil gambar Yoona secara diam-diam.
Dengan segera Donghae berlari melewati namja-namja itu dan menyambar lengan Yoona. “Oppa, waeyo?!” tanya Yoona polos. Donghae segera menggendong Nahee dan menarik pergelangan tangan Yoona.
“Oppa, ada apa?!” tanya Yoona yang masih keheranan. “Jangan banyak bicara. Ikuti saja perintahku.” ujar Donghae dengan nafas yang tak beraturan. Mendengar itu, Yoona pun berlari mengikuti Donghae dengan kedua tangan mereka yang menyatu.
Melihat itu, namja-namja berbaju hitam itu pun mengejar mereka. Donghae dan Yoona berlari membelah pasar memasuki jalan-jalan kecil berusaha mengilangkan jejak. “Oppa, aku lelah” ujar Yoona dengan nafas tersengal-sengal.
Donghae terus saja menarik Yoona. Pada akhirnya mereka terjebak di jalan buntu. Karena merasa tidak ada waktu untuk kembali, Donghae pun berinisiatif untuk sembunyi.
Beberapa menit kemudian, “Kemana mereka?” tanya salah satu dari namja-namja itu. “Mungkin mereka ke arah lain” jawab namja satunya yang terus saja membawa kamera.
“Apa kau tahu siapa namja yang menarik Im Yoona tadi?”
“Apa mungkin itu Lee Seunggi?”
“Ani. Kurasa bukan. Bentuk tubuhnya berbeda.”
“Donghae. Lee Donghae. Aku rasa itu adalah dia. Aku sempat melihat wajahnya dari samping.”
“Benarkah itu? Tapi aku tidak yakin.”
“Sudahlah. Setidaknya kita sudah mendapatkannya.” ujar namja itu sembari mengangkat kamera miliknya.
Setelah merasa aman, Donghae dan Yoona pun bertatapan. Jarak hidung mereka hanya 3 cm. Tangan kanan Donghae memeluk Nahee sementara satunya memeluk Yoona. Menyadari hal itu keduanya langsung saling mendorong.
“Mian” ujar Donghae. Yoona yang salah tingkah langsung menggendong Nahee berusaha menutupi ekspresinya. “Sebaiknya kita kembali sekarang.” ujar Donghae.

*****

Keesokkan Harinya
@Suju Dorm
Waktu mulai siang namun Kangin, Kyunhyun atau pun Eunhyuk belum juga beranjak meninggalkan layar kaca yang berada tepat di hadapan mereka. “Apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak ingin latihan?” tanya Leeteuk.
“Ini hari minggu hyeong. Bisakah kita libur untuk hari ini saja. Satu hari ini saja.” ujar Ryeowook yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Sebentar lagi kita akan performance lagi. Kita tidak punya banya waktu untuk bermalas-malasan.” jawab Leeteuk.
“Hyeong…aku lelah” ujar Kangin dengan nada malas. “Apa seperti ini sikap kalian ketika aku mengikuti wajib militer o…? Cepat bersiap-siap. Aku akan menunggu kalian.” ujar Leeteuk dan mengambil remote tv lalu memindahkan chanelnya. “Hyeong…..?!” protes Kyunhyun.
‘Annyeong semuanya. Hari ini kami akan menyuguhkan berita yang sangat mengejutkan yang berasal dari sebuah agensi terbesar di Korea. Kemarin siang, yeoja yang sering disapa dengan sebutan Yoona bersama seorang bayi tengah menjelajahi beberapa toko. Dalam foto-foto tersebut memperlihatkan Yoona tengah menggendong bayi perempuan.
Yang menjadi pertanyaan, siapa bayi perempuan yang bersamanya itu? Dan siapa namja yang mencoba membantunya menghindar? Apakah namja itu Lee Seunggi? Kekasih dari Yoona snsd. Diduga kuat namja itu adalah Lee Donghae, namja yang merupakan satu agensi dengannya. Sampai sekarang kami belum mendapat jawaban yang pasti dari direktur yang menaungi mereka.’
“Ige mwoya?!” tanya Ryeowook, Kyunhyun dan Eunhyuk segera membetulkan posisi duduk mereka. “Ada apa?” tanya Heecul yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Itu…bukankah Yoona?” tanya Heecul sembari menunjuk ke arah tv. “Apa yang mereka lakukan di sana?” tanya Eunhyuk. “Apa dia gila? Berani sekali dia mengajak anak itu keluar.” decak Kyunhyun.
Leeteuk langsung menyambar ponselnya dan mencoba menghubungi Yoona. Namun sayang, ponsel Yoona tidak aktif. Beralih nomor, Leeteuk menghubungi Donghae. Hasilnya juga sama.
.
.
 “BRAK!!!!” Soo Man menghempaskan tangannya ke meja. Sontak Yoona dan Donghae terlonjak kaget. “Apa kalian tahu masalah yang sudah kalian buat?!!!” Soo Man menatap tajam ke arah Yoona dan Donghae.
Kedua artis papan atas itu hanya tertunduk. “Baru saja masalah Jessica yang membuat kita terjatuh, sekarang kalian membuat ulah lagi!” Soo Man langsung membuang muka ke luar melalui jendela kaca ruangannya.
“M…mianhae, ahjussi.” Donghae memberanikan diri untuk buka mulut.
“Katakan siapa bayi itu? Siapa bayi yang bersamamu, Im Yoona!” bentak Soo Man. Yoona semakin tidak berani mengangkat wajahnya.
“Donghae, apa kau bisa menjelaskan semua ini?!” Soo Man membanting foto yang di dalamnya terdapat Donghae tengah memegang pergelangan tangan Yoona tepat di meja depan Donghae.
“Kenapa kau ada di sana?!!!” bentak Soo Man. Dengan nada takut Donghae menceritakan kejadiannya dari awal bagaimana Yoona bisa menemukan bayi perempuan itu.
Setelah mendengar penjelasan Donghae, Soo Man pun terdiam sejenak. “Kenapa kalian menyembunyikannya?” tanya Soo Man dengan nada yang mulai turun. Lagi-lagi keduanya hanya terdiam.
“Kita akan segera mengadakan jumpa pers untuk meredam masalah ini” uja Soo Man. Yoona dan Donghae pun berjalan keluar.

*****

@ Suju Dorm
“Apa yang ahjussi katakan?” tanya Leeteuk manatap Donghae dekat lekat. Donghae seperti diintrogasi. “Ahjussi akan segera mengadakan jumpa pers dan menjelaskan semuanya.” jawab Donghae. “Bayi itu? Apa yang akan kalian lakukan?” tanya Kangin.
“Kemungkinan dia harus dikirim ke panti asuhan” jawab Donghae. Mendengar itu, dada Leeteuk yang tadinya terasa sesak kini mulai bisa bernafas lega. “Bagaimana bisa kalian melakukan hal senekat itu?” ujar Heecul.
“Awalnya Yoona ingin mengajak Nahee keluar karena dia pasti merasa bosan selama ini hanya menghabiskan waktu di dalam apartement.” jelas Donghae. “Seharusnya kalian kompromikan dulu pada kami sebelum melakukan sesuatu. Kejadiannya pasti tidak akan seperti ini” ujar Kangin.
“Sudahlah, semuanya sudah terjadi” ujar Leeteuk.
“Apa kau melakukannya karena Yoona?” tanya Shindong lirih tepat di telinga Donghae. Sontak Donghae menatap Shindong.
“Apa maksudmu, hyeong?” tanya Donghae. “Kau tidak akan mungkin senekat ini jika bukan karena perasaanmu.” Shindong kemudian pergi meniggalkannya.
.
.
“Mian, oppa” ujar Yoona memecah keheningan. Sejak tadi suasana di dalam mobil Seunggi sangat canggung. “Ani. Aku tidak apa-apa. Aku tau kau memiliki alasan” ujar Seunggi. “Kau tidak marah?” tanya Yoona. “Ani. Aku sudah mendengar semuanya dari Donghae” jawab Seunggi.
“Jeongmalyo? Kapan kalian bertemu?” tanya Yoona antusias. “Dia memberitahuku sebelum berita itu dipublikasikan” jelas Seunggi. “Wah…seharusnya aku tidak perlu khawatir tentang hal ini” ujar Yoona. “Bagaimana dengan bayi itu?” tanya Seunggi. “Sebenarnya aku tidak sampai hati. Tapi ahjussi memaksa untuk menitipkan Nahee ke panti asuhan” ujar Yoona memelas.
“Itu demi kebaikan kalian. Lagi pula kau juga sibuk dengan jadwalmu yang padat. Tidak mungkin kau akan selalu merepotkan Donghae sementara dia juga punya jadwal yang padat.” ujar Seunggi.
“Oppa, kau sangat pengertian. Inilah alasan mengapa aku sangat menyukaimu. Kau orang yang paling mengerti diriku.” tutur Yoona disertai senyuman khasnya. “Kau ingin makan apa?” tanya Seunggi. “Ehm…Kimchi. Aku sudah membayangkan rasanya. Pasti sangat lezat” ujar Yoona dengan tatapan menerawang. “Baiklah. Aku akan memenuhi keinginanmu tuan putri.” ucap Seunggi disertai senyuman khasnya.
“OMO…Oppa, kau baik sekali” ujar Yoona manja sembari menggandeng lengan Yoona.

******

Seminggu Kemudian
Ini adalah hari dimana Nahee akan dititipan ke panti asuhan. Dengan langkah kaki yang terdengar ringan, Yoona menyusuri koridor menuju apartement Donghae. Sesampainya di muka pintu, Yoona pun menekan tombol password untuk membuka pintu apartement Donghae. Setelah  pintunya terbuka, Yoona pun melangkahkan kakinya masuk. Ia menghentikan langkah kakinya ketika melihat Donghae dan Dara tengah berciuman. “Deg!” Melihat itu, ekspresi Yoona langsung berubah seketika.
Yoona segera beranjak meninggalkan tempat itu. Di dalam lift berkali-kali ia menghembuskan nafas panjang karena bayangan Donghae dan Dara terus saja teringat di pikirannya. Setelah beberapa menit kemudian, sebuah pesan masuk di ponselnya.
‘Kau dimana? Nahee butuh susu. Aku sedang ada tamu’ ternyata pesan itu dari Donghae.
“Apa dia mengabaikan Nahee demi Dara? Dasar namja gila. Lihat saja nanti, aku akan membunuhmu.” geram Yoona dalam hati.
‘Aku segera pulang.’ balas Yoona. Dia pun kembali menekan tombol lift menuju lantai atas tempat dimana apartement Donghae berada.
Tidak lama kemudian Yoona pun sampai. “Dara-ssi, apa dia sudah pulang?” tanya Yoona. “Ehm? Bagaimana kau mengetahui hal itu?” tanya Donghae sembari mengambil minuman dari kulkas.
“Kau pasti kehabisan mineral karena berciuman dengan waktu yang sangat lama.” ujar Yoona. “Neo? Apa kau mengintip?” tanya Donghae tak percaya.
“Ani. Hanya saja ku tidak sengaja melihatnya.” jawab Yoona sembari berjalan ke kamar Nahee. “Bagaimana menurutmu?” tanya Donghae sembari mengikuti Yoona. “Apanya?” tanya Yoona. “Ciuman kami tadi. Apa kau melakukan hal sama terhadap Seunggi?” tanya Donghae disertai senyum evilnya.
“Apa kau gila?” tanya Yoona. “Ayolah, jangan berpura-pura. Atau mungkin ciuman kalian lebih dari itu?” tanya Donghae lagi. “Jangan bodoh, oppa.” ujar Yoona sambil menggendong Nahee. “Mungkinkah kalian sudah menghabiskan malam bersama?” tanya Donghae yang langsung mendapatkan sebuah tamparan dari Yoona.
Donghae sangat kaget melihat reaksi Yoona. Dengan segera Yoona meninggalkannya dan membawa Nahee keluar. “Apa aku sudah salah bicara?” tanya Donghae pada dirinya sendiri sembari mengusap pipinya. “Yoong…” panggil Donghae sembari menarik pergelangan tangan Yoona.
Tidak ada sahutan dari Yoona dan ia langsung menepis tangan Donghae. “Maaf jika aku salah bicara.” ujar Donghae. Yoona tetap mengabaikannya. “Yoong” panggil Donghae lagi, namun Yoona tetap mengabaikannya.
“Yoong…” Donghae menarik lengan Yoona dengan kuat sehingga Yoona berbalik menghadap ke arahnya. “Kau menangis?” tanya Dongahe lirih ketika melihat butiran-butiran bening jatuh dari pelupuk mata Yoona.
“Aku tidak tau apa yang kau pikirkan, oppa. Tapi kami tidak pernah menghabiskan malam bersama” jawab Yoona.  “Kalau itu tidak benar tinggal bilang saja. Kenapa kau harus menangis.” ucap Donghae setengah lirih.
“Kau tidak tau bagaimana perasaanku saat kau mengatakan hal itu. Kami hanya melakukan hal yang wajar. Layaknya pasangan lainnya. Tapi bagaimana mungkin kata-kata itu keluar dari mulutmu” ujar Yoona dengan nada yang tinggi.
“Mian, Yoong. Aku hanya bercanda” ujar Donghae. “Kurasa kau sudah keterlaluan, oppa” ujar Yoona dan berpaling meninggalkan Donghae.
Donghae segara merebut Nahee dari tangan Yoona dan meletakkannya di tempat tidurnya. “Apa yang kau lakukan oppa?!” tanya Yoona sambil mengejar Donghae. Donghae langsung menekan bahu Yoona ke dinding dan menempelka kedua bibirnya pada bibir Yoona.
“L…le…pas…kan….” Yoona tidak sempat menyelesaikan kata-katanya karena bibirnya dilmuat habis oleh Donghae. Yoona berusaha mendorong tubuh Donghae.
“Cu….k…u…p, oppa” Ia terus saja melalukan perlawanan dan berhasil menjauhkan kedua bibir Donghae darinya.
“Mian, Yoong. Inilah perasaanku sebenarnya.” Donghae kembali mencium bibir Yoona tanpa memberi kesempatan kepada Yoona untuk menolaknya.

*****

Keesokkan Harinya
Entah setan apa yang memasuki keduanya, mereka tidak menyadari kalau mereka berada di ranjang yang sama. Yoona terkejut bukan main melihat kain yang menyelimuti tubuhnya berhamburan kemana-mana. Ia menatap namja yang tertidur dengan tampang polosnya di sampingnya.
“Kenapa kau lakukan ini, oppa” ujar Yoona dalam hati. Ia berusaha menahan air matanya. Air mata kebingungan harus berbuat apa. Di satu sisi dia punya Seunggi yang mengisi hatinya saat ini. Tapi di sisi lain dia masih menyimpan perasaan terhadap namja ikan yang seperti anak kecil yang tengah memeluk pinggangnya saat ini.
Yoona pun meninggalkan tempat itu menuju kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, Donghae belum juga bangun. Yoona pun mulai menyiapkan sarapan untuk namja yang suka dipanggil prince yang masih terlelap itu.
Selang beberapa menit, Donghae pun terbangun dan segera mencuci mukanya. Suasana pagi ini sangat canggung. Donghae dan Yoona sama sekali tidak saling menatap apalagi untuk buka mulut. Hanya bunyi dentingan sendok dan piring yang terdengar.
“Sepertinya hari ini kita harus mengantar Nahee” ujar Donghae buka mulut. Namun ia tidak menatap Yoona melainkan menatap makanan yang ada di depannya. “Aku akan meluangkan waktu untuk itu” jawab Yoona dengan nada yang datar.
“Mian, atas kejadian semlam” ujar Donghae ragu. “Lupakan. Anggap saja tidak terjadi apa-apa.” jawab Yoona.  Dongahe pun mulai menatap punggung Yoona. Terdapat beberapa kissmark di lehernya.
“Yang ada di lehermu itu…”
“Aku akan mengurursnya. Urus saja dirimu sendiri.” potong Yoona dengan nada yang dingin. Donghae pun tak berani bergeming mendengar penuturan Yoona kali ini. Sepertinya dia sangat marah.
Setelah mengemasi barang-barang Nahee, Yoona pun keluar bersama bayinya itu. “Kau sudah siap?” tanya Donghae yang hanya dijawab dengan sebuah anggukan. “Khajja” ujar Donghae.
Seusai menitipkan Nahee, suasanan di dalam mobil sangat hening. Keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Setelah mengantar Yoona pulang ke dormnya. Donghae juga ikut kembali ke dormnya. Apartement Donghae yang berisik untuk beberapa waktu yang lalu kini menjadi sepi tiada berpenghuni.


END

Akhirnya selesai juga. Bagaimana readers…? Semoga ff ini dapat menghibur reader yang sedang galau. Tinggalkan jejak kalian ya…Annyeong….

2 comments:

  1. ige mwoya Eonnie??
    aigoo knp ending ny gni?? kurang greget ...

    ReplyDelete
  2. Udah ending.. Kok gantung unnie ? Hiks hiks..

    ReplyDelete