Monday, 17 March 2014

FF YoonHae Don’t Go Away Part 6





Author        :  Dhesthy
Cast        :  Im Yoon A >< Lee Donghae
Other Cast    :  You can find by your self
Genre        :  Romantic, Sad, Happy, Family

Anyeonghaseyo readers,,, author balik lagi ni bawa lanjutannya FF Yoonhae Don’t Go Away yang Part 6.  Ingat!!! Jangan lupa commentnya!!! Wajib….!!!....Kamsahamnida….

Author PoV
Yoona celingukan mencari Donghae namun dia tetap saja tidak menemukannya. “Apa mungkin dia ada di kantin?” batin Yoona. Yoona pun segera beranjak menuju kantin. Sesampainya di sana, ia mengedarkan pandangannya ke segala sudut namun tetap saja tidak berhasil menemukan Donghae. Yoona pun memutuskan untuk menghampiri teman teman Donghae.

“Apa kalian tau dimana Donghae?” tanya Yoona. “Bukankah kau yeojachingunya? Seharusnya kau lebih tau dari pada kami” ujar Kyunhyun. “Aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Jadi bisakah kau beritahu aku dimana dia?” tanya Yoona.
“Kami tidak melihatnya sejak tadi pagi” jawab Yesung.
“Benarkah? Tapi tadi pagi dia ada di ruang musik” ujar Yoona.
“Kalau begitu kenapa kau tidak mencarinya kesana?” tanya Ryeowook.

“Aku tidak bisa menemukannya disana” jawab Yoona. “Kenapa tidak kau hubungi saja ponselnya?” usul Yesung. “Baiklah. Aku akan mencobanya” ujar Yoona dan pergi meninggalkan kantin.

******************************

@Siwon’s Home
“Siwon-ah, kenapa kau tidak ke kampus?” tanya eomma. “Aku sedang malas” jawab Siwon. “Tidak biasanya kau seperti ini” ujar eomma. “Eomma, apa aku salah menyukai seseorang?” tanya Siwon. “Ani. Suka itu hak semua orang” jawab eomma. “Tapi aku menyukai seseorang yang sudah punya kekasih” ujar Siwon. “Apa seseorang yang kau maksud itu Yoona?” tanya eomma. Siwon pun menatap eommanya.

“Kau tidak perlu menyembunyikannya. Kejarlah dia selama dia masih belum menjadi istri orang lain” ujar eomma.
“Itu tidak mungkin” ujar Siwon.
“Wae?”
“Namjachingu Yoona adalah dongsaengku, Donghae. Aku tidak akan mungkin melakukan itu” ujar Siwon.

“Kenapa tidak? Donghae itu bukan dongsaeng kandungmu. Jadi kau tidak perlu dilema seperti ini” ujar eomma. “Aku tidak bisa melakukannya walaupun dia bukan dongsaeng kandungku” ujar Siwon. “Kalau tidak ada dia, apa kau bisa melakukannya?” tanya eomma.

“Apa maksud eomma?” tanya Siwon. “Apa yang sudah eomma lakukan padanya?” tanya Siwon yang mulai mengerti melihat ekspresi wajah eommanya. “Eomma hanya mengirimnya ke luar negeri untuk menyelesaikan kuliahnya” jawab eomma.

“Mwo?” Siwon tersentak mendengarnya. “Dengan begitu kau akan bisa bersama Yoona. Lagi pula dia sendiri yang memutuskan untuk menerima tawaran eomma.” ujar eomma.

“Kenapa eomma melakukan semua itu?” tanya Siwon. “Eomma tidak ingin melihatmu sedih. Kau sudah banyak berkorban untuknya. Tidak ada salahnya kali ini dia yang berkorban untuku” tutur eomma. Siwon hanya terdiam, pikirannya berkecamuk.


*******************************


Seminggu Kemudian
“Eonnie, sudah seminggu ini aku tidak melihat Donghae. Apa kau tau dimana dia? tanya Yoona sambil menaruh kepalanya di atas mejanya. “Ani, kenapa tidak kau hubungi saja dia?” tanya Yuri.

“Nomornya tidak bisa dihubungi” jawab Yoona lemas.
“Kenapa tidak kau datangi saja apartementnya?” usul Yuri. Yoona langsung mengangkat kepalanya. “Kau benar eonnie, kenapa aku tidak ke sana saja” ujar Yoona.
 “Pikiranmu itu sangat pendek” ujar Yuri, Yoona hanya tersenyum. “Gomawoyo, eonnie” ujar Yoona.
.
.
Sepulang dari kuliah, Yoona pun bergegas menuju apartement Donghae. Sesampainya disana, ia segera menekan bell. “Nuguseyo…?” tanya Tiffany sembari membukakan pintu.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yoona kaget ketika melihat kehadiran Tiffany. “Kuharap kau tidak salah paham. Aku hanya pembantu disini sekaligus teman Donghae oppa” jawab Tiffany. “Geurae. Kalau begitu mian karna aku sudah salah sangka padamu” ujar Yoona.

“Tidak apa apa. Apa yang membuatmu kemari?” tanya Tiffany. “Eonnie, apa kau tau dimana Donghae? Sudah seminggu ini aku tidak melihatnya” ujar Yoona.

“Aku juga tidak tau kemana dia. Aku sendiri kesulitan menghubunginya” tutur Tiffany. “Geurae? Apa dia tidak pulang?” tanya Yoona.

“Ne, aku juga bingung. Sebelumnya Donghae tidak pernah seperti ini” ujar Tiffany. “Lalu kemana dia?” tanya Yoona.Tiba tiba saja ponsel Yoona berbunyi menandakan ada sebuah panggilan masuk. “Yeobosseo…” jawab Yoona.

“Aku ingin bertemu denganmu di Restoran” ujar Siwon. “Baiklah” Yoona pun menutup teleponnya. “Eonnie, aku harus pergi sekarang. Jika Donghae sudah pulang, beritahu aku” ujar Yoona. “Ne” jawab Tiffany.


******************************

@Restoran
“Ada apa kau ingin menemuiku?” tanya Yoona sembari duduk berhadapan dengan Siwon. “Ada yang ingin kubicarakan padamu” jawab Siwon. “Apa tentang hubunganku dengan Donghae?” tanya Yoona.
“Ne?” tanya Siwon.

“Aku mengetahuinya dari Yuri eonnie” tutur Yoona. “Itu memang akan ada kaitannya dengan kemana arah pembicaraan kita” ujar Siwon. “Katakan apa yang ingin kau katakan” ujar Yoona. “Aku sangat terluka setelah mengetahui hubungan diantara kau dan dongaengku” ujar Siwon.

“Mwo? Dongsaengmu?” tanya Yoona kaget. “Ne. Donghae adalah dongsaengku” jawab Siwon.
“Mian aku tidak memberitahumu dari awal tentang hubunganku dengan Donghae” ujar Yoona. “Ani, kau tidak salah. Donghae pasti jauh lebih terluka daripada aku” ujar Siwon.

“Apa maksudmu?” tanya Yoona. “Donghae pergi meninggalkan kota Seoul” jawab Siwon. DEEGG!! “Apa yang kau bicarakan?” tanya Yoona, jantungnya pun berdetak dengan kencang.

“Dia memutuskan untuk menetap di Los Angel dan menyelesaikan kuliahnya disana” jawab Siwon. Mendengar itu, kepala Yoona langsung terasa panas. Dadanya sesak, seperti ada seribu jarum menusuk hatinya. Lidahnya kelu, ia merasa kesulitan menelan ludah. Dalam seketika air matanya sudah memenuhi kedua matanya yang seakan-akan siap untuk terjun bebas.

Yoona pun pulang dengan sempoyongan. Ia sudah tidak bertenaga lagi mengayunkan kakinya. Wajahnya seperti retak seribu. Ia tidak peduli lagi dengan tanggapan orang lain tentang dirinya. Yang ada di pikirannya hanya Donghae. Kenapa dia melakukan itu. Pertanyaan terus datang bertubi-tubi memenuhi kepala Yoona. Dan dalam seketika semuanya gelap. Benar benar gelap. Bahkan sangat sulit untuk bernafas.


******************************

Malam Harinya
@Yoona’s Home
Yoona membuka kedua matanya dengan sayu. “Yoong, gwaenchanhayo?” tanya Leeteuk, “Oppa, apa yang terjadi?” tanya Yoona dengan nada suara yang lemah. “Oppa menemukanmu pingsan di tengah jalan. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Leeteuk.

“Aku merasa seluruh tubuhku panas oppa” jawab Yoona. Leeteuk pun menaruh tangannya di kening Yoona. “Sepertinya kau demam Yoong. Oppa akan menyuruh dokter Soo kemari” ujar Leeteuk, ia pun segera keluar. Yoona hanya terdiam, ia mengalihkan pandangannya menatap keluar melalui jendela kacanya.

Yoona teringat ketika melihat Donghae ada di depan rumahnya melalui jendela kaca. Yoona pun bangkit dari ranjang dan berjalan menuju jendela. Ia pun melihat ke luar pagarnya, matanya kembali berkca-kaca karna tiba tiab saja bayangan Donghae yang sedang tersenyum muncul di benaknya.

Yoona PoV
Aku termangu di depan jendela kaca kamarku. Tanpa terasa air mataku mengalir membasahi kedua pipiku. Hal yang kutakutkan selama ini kembali terjadi padaku. Tangisku pun pecah menyesali kebodohanku yang sudah mencintainya. Aku merasa masa depanku sudah suram. Tidak ada lagi yang akan mengeluarkanku dari keterpurukan ini. Kenapa dia begitu tega meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Kenapa hanya hanya kata ‘maaf’ yang bisa kudengar. Kenapa hanya itu yang bisa ia ucapkan.

Apa yang harus kulakukan. Aku sangat sangat merindukannya. Melewati satu hari serasa melewati satu tahun tanpa kehadirannya.

Aku langsung menoleh ketika mendengar seseorang memutar knop pintu kamarku. Apa itu dia? Aku sangat berharap itu dia. “Yoong, dokter Soo sudah tiba” ujar Leeteuk oppa. Ternyata dugaanku salah.
Yoona PoV End

Author PoV
Dokter Soo pun mula memeriksa Yoona. Keningnya mengerut keheranan ketika memeriksa Yoona. Ia pun kembali memeriksa Yoona untuk memastikannya. Namun hasilnya sama.

“Yoona-ssi, apa kau sering merasa pusing akhir-akhir ini?” tanya dokter Soo. “Ne” jawab Yoona. “Dia juga sering mual mual” ujar Leeteuk. “Apa kau menyadari kalau kebiasaanmu sedikit berubah?” tanya dokter. Yoona menatap Leeteuk.

“Ne. Dalam hal makanan yang paling kelihatan. Dia sering memaksaku untuk membelikannya kimchi tidak peduli tengah malam. Padahal sebelumnya Yoona tidak suka makan kimchi. Semua itu benar benar membuatku merasa heran” jelas Leeteuk.

“Itu wajar” jawab dokter sambil tersenyum. “Wajar apanya? Dia semakin cerewet, dia tidak mau kimchi buatan orang lain. Dia hanya mau kimchi buatan ahjumma di warung pinggir jalan itu. Apa itu wajar” ujar Leeteuk.

“Maklumlah karna semua itu bukan kemauannya melainkan kemauan janin yang ada di perutnya” jawab dokter. “Mwo?! ujar Yoona kaget. “Janin?! Apa maksud dokter” ujar Leeteuk yang tak kalah kagetnya dengan Yoona.

“Dia sedang hamil muda saat ini. Usia kandungannya baru dua minggu” jawab dokter. Yoona sangat terpukul mengetahui semua itu. Ia pun menangis. Dokter Soo yang melihat itu langsung keheranan.

“Kalau sudah selesai aku akan mengantarmu, dok” ujar Leeteuk. Dokter pun mengemasi peralatannya dan keluar dari kamar Yoona.


********************************

@Donghae’s Apartement
Siwon mengetuk pintu apartement Donghae dengan keras. “Donghae-ya” panggil Siwon. Ia terus saja memukul pintu Donghae. Tiffany yang mendengar itu pun langsung membukakan pintu. “OMO…” Tiffany sangat kaget melihat penampilan Siwon. Siwon pun langsung ambruk di pelukan Tiffany.

“Kya…apa kau baru saja minum?” tanya Tiffany. “Donghae, suruh dia kemari” ujar Siwon. “Aku tidak tau dimana Donghae oppa” jawab Tiffany sembari memapah tubuh Siwon ke sofa. “Aku tau dimana dia. Dia pergi ja…uh sekali. Sangat jauh” ujar Siwon.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan” ujar Tiffany. “Kenapa kau tidak mengerti? Saat ini aku sangat sedih. Dongsaengku pergi meninggalkanku” ujar Siwon. Tidak lama kemudian Siwon pun tertidur.
.
.
@Yoona’s Home
“Makanlah Yoong, dari tadi kau belum makan” ujar Leeteuk. Yoona tidak bergeming, ia hanya menatap ke luar melalui jendela kacanya. “Bukankah kau sangat suka kimchi. Sayang kalau harus dibuang” ujar Leeteuk, lagi lagi Yoona tidak bergeming.

“Apa kau tidak kasihan dengan janinmu? Sekarang kau tidak bisa egois seperti dulu lagi Yoong. Kau harus memikirkan janinmu” ujar Leeteuk. “Kenapa? Kenapa dia meninggalkanku dan janin ini tanpa alasan?” tanya Yoona sembari menatap Leeteuk. Leeteuk enggan menjawab.

“Apa dia ingin membuatku menderita? Aku sudah cukup menderita tanpa kehadirannya. Kenapa dia menambah deritaku lagi dengan menghadirkan janin ini?” tanya Yoona. “Yoong…” ujar Leeteuk dengan sedih.

“Kenapa oppa…? Kenapa?” air mata Yoona pun terjun dengan bebas. Dalam seketika tangis Yoona pun pecah.

“Yoong” ujar Leeteuk sembari memeluk Yoona. “Aku sangat merindukannya oppa” ujar Yoona dengan suara yang parau. Leeteuk berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia berusaha menenangkan Yoona.


********************************

5 Tahun Kemudian
“Berikan teleponnya padaku. Aku ingin bicara pada ahjussi” ujar seorang anak kecil sambil menarik ujung gagang telepon. “Yoonghwa-ah, berhentilah menggangguku” ujar seorang yeoja tanpa memberikan gagang telepon itu. “Aku ingin bicara pada ahjussi. Biarkan aku bicara padanya, Yoongie” ujar anak kecil yang bernama Yoonghwa itu.

“Baiklah, aku akan memberikannya padamu, tapi bisakah kau lepaskan dulu gagangnya?” pinta yeoja yang dipanggil Yoongie yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yoona. Yoonghwa pun melepaskannya.

“Oppa, Yoonghwa ingin bicara padamu” ujar Yoona. “Waeyo malaikat kecilku?” tanya seseorang di ujung telepon. “Ahjussi, aku ingin makan kimchi. Bisakah ahjussi belikan untukku” pinta Yoonghwa.

“Bukankah Yoongie bisa membuat kimchi?" tanya Leeteuk.
“Kimchi buatan Yoongie sangat tidak enak" ujar Yoonghwa. Yoona langsung melotot ke arahnya. "Baiklah, ahjussi akan membeli kimchi untukmu" jawab Leeteuk. "Tapi harus kimchi buatan halmeonie yang ada di warung pinggir jalan itu. Aku tidak suka kimchi buatan orang lain. Rasanya sama saja dengan buatan Yoongie” jawab Yoonghwa. Lagi-lagi Yoona melototi Yoonghwa.
“Ne, malaikat kecilku” jawab Leeteuk. Yoonghwa pun menutup teleponnya.
.
.
@Tempat Lain
Seorang namja dengan atasan kemeja saphire blue dan bawahan jins hitam dilengkapi kaca mata hitam berjalan sembari menarik kopernya. Ia celingukan mencari seseorang yang akan menjemputnya.

“Tuan muda Lee Donghae!” panggil seseorang yang sontak membuatnya menoleh. “Enhyuk-ah” namja yang bernama Donghae itu pun menghampiri namja yang memanggilnya.

“Tuan muda, penampilanmu sangat berubah drastis” Enhyuk berdecak kagum. “Benarkah? Apa ketampananku bertambah?” tanya Donghae sembari membuka kaca matanya. “Bisa dikatakan seperti itu” ujar Enhyuk. “Jawaban seperti apa itu?” tanya Donghae.

“Aigo, ternyata sikap tuan muda masih belum juga berubah” ujar Enhyuk. “Sudahlah. Lupakan saja. Khajja” Donghae pun menyerahkan kopernya pada Enhyuk dan berjalan menuju mobilnya.


********************************

@Siwon’s Home
“Eomma, apa akan diadakan pesta malam ini? Kenapa banyak sekali makanan?” tanya Siwon yang baru saja pulang. “Ne. Sebentar lagi Donghae akan tiba” jawab eomma. “Jeongmal? Donghae akan pulang hari ini?” tanya Siwon antusias. “Ne. Donghae oppa sudah ada di Seoul sekarang. Saat ini dia sedang menuju kemari” ujar Seohyun.

“Aku benar benar tidak sabar ingin melihatnya” ujar Siwon. “Aku juga begitu” ujar Donghae yang tiab tiba saja muncul.

“Donghae-ya” Siwon pun langsung memeluk Donghae.
“Kenapa kau sangat sulit dihubungi? Kau jahat sekali” ujar Siwon.
“Seharusnya aku yang bicara seperti itu. Kenapa bukan kau yang menjemputku?” tanya Donghae.
“Aku tidak tau kalau kau akan pulang hari ini” ujar Siwon sembari melepas pelukannya.
“Kau benar benar keterlaluan” rajuk Donghae. “Aku sangat merindukanmu” ujar Siwon dan kembali memeluk Donghae sehingga Donghae tidak jadi marah padanya. Sementara itu Seohyun dan eomma hanya mengulum senyum.

“Aku juga ingin dipeluk” ujar Seohyun. “O,,, Seohyun-ah, aku hampir saja melupakanmu” ujar Donghae. “Oppa adalah saudara yang buruk” rajuk Seohyun. Donghae pun memeluk Seohyun sembari tersenyum.
“Apa sekarang aku sudah menjadi saudaramu yang baik?” tanya Donghae. “Lupakan saja” jawab Seohyun.
“Donghae-ya, apa kau tidak memikirkanku? Aku sangat cemburu pada kalian” ujar eomma. Donghae pun melepas pelukannya pada Seohyun.

“Baiklah Nyonya, aku akan memberikan pelukan yang khusus padamu” ujar Donghae dan memeluk eommanya. Eomma pun membalas pelukan Donghae.


******************************

Seminggu Kemudian
@Suatu Tempat
Yoona mengayuh sepedanya dengan cepat karna sudah terlambat. Sesampainya di tempat kerjanya aa merasa heran melihat semua pekerja berbaris sejajar dengan pintu masuk.

“Yoongie-ah…kemarilah” panggil Hyoyeon dengan suara setengah berbisik. Yoona pun segera memarkirkan sepedanya. “Eonnie, kenapa semua orang berbaris disana?” tanya Yoona sembari menghampiri Hyoyeon.

“Hari ini direktur muda akan kemari” jawab Hyoyeon. “Jinjjha?” tanya Yoona. “Ne” jawab Hyoyeon. Sungmin pun datang menghentikan obrolan diantara mereka. “Kalian harus menjaga sikap kalian. Jangan membuat ulah. Terutama kau Im Yoona” ujar Sungmin. “Ne” jawab Yoona.
.
.
Leeteuk menunggu Yoonghwa di depan kelasnya. Tidak lama kemudian Yoonghwa pun keluar. “Ahjussi…” panggil Yoonghwa.  Leeteuk pun memeluk Yoonghwa. “Belajar apa hari ini?” tanya Leeteuk. “Menggambar” jawab Yoonghwa.

“Yoonghwa menggambar apa?” tanya Leeteuk. “Menggambar ahjussi, Yoongie dan Yoonghwa. Tapi teman-teman Yoonghwa menggambar appa mereka. Apa Yoonghwa punya appa, ahjussi?" tanya Yoonghwa. Leeteuk terdiam sejenak.
“Tentu saja" jawab Leeteuk. "Seperti apa appa Yoonghwa?" tanya Yoonghwa.
"Dia memiliki mata yang sama denganmu" ujar Leeteuk. "Apa benar dia menyukai warna biru sama seperti Yoonhhwa?" tanya Yoonghwa. "Ne, tapi dari mana Yoonghwa tau kalau dia suka warna biru?" tanya Leeteuk. "Yoongie yang mengatakannya" jawab Yoonghwa.

“Yoonghwa, apa kau senang tinggal di sini?” tanya Leeteuk. “Ne. Yoonghwa akan senang selama bersama Yoongie” jawab Yoonghwa. “Kenapa eommamu begitu keras kepala. Dia lebih memilih untuk tinggal disini dari pada di Seoul” tutur Leeteuk. Yoonghwa hanya terdiam karna tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Leeteuk.

“Akh…sudahlah. Sekarang ahjussi akan mengantarmu pulang” tutur Leeteuk.


******************************

Donghae merapikan berkas berkasnya dan berjalan keluar dari ruangannya. “Aku sangat bosan di dalam terus. Temani aku jalan jalan” ujar Donghae, Enhyuk mengangguk. Mereka berdua pun melihat lihat pegawai kantor dari tingkat atas hingga bawah yang sedang bekerja.

Yoona terlelap dengan posisi kedua tangannya di lipat di atas meja sebagai penyangga kepalanya di ruang meeting. Ia kelelahan setelah membersihkan ruang meeting. Semua orang begitu ribut melihatnya.

“Ada apa? Kenapa ribut sekali?” tanya Donghae yang sontak membuat semua orang terdiam dan memberi hormat.

“Bagaimana ini?” batin Hyoyeon panik. Donghae pun menoleh ke ruang meeting.
“Siapa dia?” tanya Donghae, tidak ada yang berani menjawab.



                                                                     TBC
                                 Penasaran dengan Part Selanjutnya. Ikuti terus ya…
                                                                Annyeong….

4 comments:

  1. makin seru ceritanya...
    Tp diawal cerita agak sebal ama eommanya Siwon kok egois gt, kesannya kek minta bayaran/timbal balik atas semua ksh syg yg udah di terima dan di beri ke Donghae, kesannya jd ga ikhlas...

    Anaknya YoonHae udah besar tp knp ntu bocah manggil Yoona bkn eomma tp manggil Yoongie, tp kesannya jd lucu dan ngegemesin :)

    Wah bentar lg YoonHae bkln ketemu lg stlh 5thn pisah, gmn reaksi mrk yah. Lanjut baca part 7nya deh, maaf ya thor komennya kepanjangan ^^

    LeeAitha

    ReplyDelete
  2. part 7 nya dong dishare penasaran nih???

    ReplyDelete
  3. YongHwa~ya aigoo neomu cute .... Yoongie Eomma hhehe

    ReplyDelete