Monday, 17 March 2014

Ff Yoonhae Don't Go Away Part 7 (End)




Author        :  Dhesthy
Cast        :  Im Yoon A >< Lee Donghae
Other Cast    :  You can find by your self
Genre        :  Romantic, Sad, Happy, Family

Anyeonghaseyo readers,,, author balik lagi ni bawa lanjutannya FF Yoonhae Don’t Go Away yang Part 7 (End).  Akhirnya sampai juga di penghujung cerita. Ingat!!! Jangan lupa commentnya!!! Wajib….!!!....Kamsahamnida….

Author PoV
Donghae pun berjalan mendekati Yoona. Perlahan tapi pasti wajah Yoona mulai terlihat jelas olehnya.
Donghae langsung kaget setelah mengetahui kalau yeoja itu adalah Yoona. Matanya membulat, jantungnya berdetak hebat. Darahnya mengalir dengan deras. Otaknya terasa berhenti bekerja. Enhyuk yang juga mengetahui hal itu langsung menyuruh semua orang untuk pergi.

Mata Donghae mulai berkaca kaca. Kakinya sudah tidak kuat lagi menyangga tubuhnya. Ia segera menarik kursi dan duduk di samping Yoona. Air matanya pun terjun dengan bebas melihat wajah polos Yoona ketika tidur.

“Mian” ujar Donghae sembari membelai kepala Yoona. “Mianhae…” lagi lagi air matanya tumpah membasahi kedua pipinya. Ia langsung menutup mulutnya agar tangisnya tidak pecah. Ia berusaha untuk berdiri namun kakinya tidak kuat menyangga tubuhnya.

Donghae hanya bisa menangis tanpa suara. Ia segera melepas jasnya untuk menyelimuti Yoona. Setelah itu ia langsung pergi.
.
.

Yoonghwa tercengang melihat Leeteuk termenung. “Ahjussi, sampai kapan ahjussi termenung seperti ini?” tanya Yoonghwa yang sukses membuyarkan lamunan Leeteuk. “Ne?” tanya Leeteuk. “Yoonghwa bosan main sendiri” ujar Yoonghwa. “Yoonghwa, bagaimana kalau hari ini Yoonghwa ikut ahjussi ke Seoul?” tanya Leeteuk.

“Bagaimana dengan Yoongie?” tanya Yoonghwa. “Ahjussi akan menyuruhnya untuk menyusul” jawab Leeteuk. “Baiklah” jawab Yoonghwa. Leeteuk pun segera membawa Yoonghwa masuk ke mobilnya.
Sementara itu, Yoona baru saja terbangun dari tidurnya. Ia merasa heran melihat jas yang menyelimuti tubuhnya. Yoona pun mengedarkan tatapannya ke seluruh ruangan namun ia tidak menemukan siapapun. Lalu ia pun berjalan keluar.

“Yoong apa yang dilakukan direktur padamu?” tanya Hyoyeon khawatir. “Apa maksud eonnie?” tanya Yoona. “Kau tidak dihukum atau diberi sanksi apapun karna sudah tidur di ruang meeting?” tanya Hyoyeon.
“Ani, waeyo?” tanya Yoona. “Direktur terlihat marah ketika melihatmu tidur di sana” jawab Hyoyeon. “Mwo? Kenapa kau tidak membangunkanku?” tanya Yoona.

“Direktur sudah melihat semuanya. Jadi percuma saja aku membangunkanmu” ujar Hyoyeon. “Eottokheyo? Aku pasti akan dipecat” ujar Yoona. “Kurasa begitu” ujar Hyoyeon. “Eonnie, apa yang harus kulakukan?” tanya Yoona. “Minta maaf pada direktur dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ujar Hyoyeon.

“Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi eonnie, apa kau mengenal jas ini? Aku tidak tau siapa yang menyelimutiku menggunakan jas ini” ujar Yoona.

“Itu kan… ani, tidak mungkin. Tidak mungkin direktur yang melakukannya” ujar Hyoyeon sembari menggeleng. “Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau jadi seperti ini? Apa kau sakit?” tanya Yoona sembari menertawakan Hyoyeon.


******************************



Yoona berdiri di muka pintu rumahnya bersiap siap untuk masuk. Tiba tiba saja ponselnya berdering. “Waeyo oppa?” tanya Yoona. “Yoong, Yoonghwa sedang bersamaku menuju Seoul” ujar Leeteuk.
“Mwo? Oppa, kenapa kau membawanya kesana?” tanya Yoona. “Apa salah jika aku membawanya menemui kakeknya?” tanya Leeteuk. “Ani, hanya saja…”

“Kau sendiri yang harus menjemputnya kemari” potong Leeteuk. “Mwo? Oppa, apa kau ingin membunuhku?” tanya Yoona. “Kapan kau akan keluar dari keterpurukanmu Yoong? Inilah saatnya kau melupakan semua kenanganmu bersamanya” ujar Leeteuk.

“Aku tidak bisa oppa. Aku tidak ingin kesana” ujar Yoona. “Terserah padamu, yang pastinya aku tidak akan mengantar Yoonghwa sebelum kau yang menjemputnya” ujar Leeteuk dan menutup teleponnya.

“Oppa…oppa…” panggil Yoona namun tidak ada jawaban. Ia membanting tubuhnya di sofa, “Apa yang harus kulakukan?” tanya Yoona. Yoona memejamkan matanya dan membayangkan Seoul.
“Aku tidak bisa. Aku benar benar tidak bisa” ujar Yoona sambil menggeleng. “Apa yang harus kulakukan…?” keluh Yoona. Ia benar benar frustasi.
.
.

Sejak Hyoyeon keluar dari ruangannya, Donghae termenung memikirikan kata kata Hyoyeon. Bayangan saat Yoona tidur tadi kembali muncul di benaknya.

Flashback
“Alasan Yoona pindah kemari karna dia ingin melupakan semua kenangan indah bersama namjachingunya” ujar Hyoyeon.
“Lalu apa dia berhasil melakukannya?” tanya Donghae. “Ne. Dia sudah mengubur dengan dalam semua kenangan itu dengan cara tidak kembali ke Seoul untuk selamanya” ujar Hyoyeon.
“Mwo?” ujar Donghae kaget. “Dia takut kalau semua kenangan itu muncul lagi saat dia kembali ke Seoul” tutur Hyoyeon.
“Sekarang, apa dia sudah punya kekasih lagi?” tanya Donghae. “Ani. Dia tidak pernah lagi jatuh cinta pada seseorang. Beberapa waktu yang lalu sempat ada seorang namja yang menyatakan perasaannya pada Yoona, namun Yoona menolaknya” jawab Hyoyeon.
Flashback End


Donghae menghela nafas berkali kali. Ia bingung harus bagaimana. Haruskah ia menemui Yoona atau tetap seperti ini tinggal di balik layar. Donghae memejamkan matanya untuk menenangkan diri sejenak.

Keesokkan Harinya
Yoona terlihat ragu melangkahkan kakinya. Ia mendongak ke langit. “Apa aku harus memulainya sekarang?” batin Yoona. Ia memejamkan matanya merasakan hembusan angin yang berbisik dengan lembut di telinganya. “Aku harus bisa. Semua ini demi Yoonghwa” tegas Yoona dalam hati. Ia pun segera masuk ke dalam taksi yang sudah sedari tadi menunggunya.

@Seoul
“Ahgassi, anda sudah sampai” ujar supir membangunkan Yoona dari tidur panjangnya. Yoona pun terbangun. Ia segera keluar sambil menarik kopernya. Yoona memandangi rumahnya dari luar pagar. Bayangan Donghae pun muncul untuk pertama kalinya setelah lima tahun yang lalu.

Mata Yoona mulai berkaca kaca. Ia teringat saat Donghae mentertawakannya dan menggenggam erat tangannya. Kenangan yang selama ini ia kubur dalam dalam kembali terkuak. Air matanya pun terjatuh. Hatinya kembali merasakan sakit. “Yoongi-ah…” panggil Yoonghwa dan berlari menuju pagar.
Yoona segera menepis air matanya dan membuka pagar. Ia pun memeluk Yoonghwa. “Yoongie-ah, aku sangat merindukanmu” ujar Yoonghae. “Nado Yoonghwa. Yoongie juga sangat merindukanmu” ujar Yoona.

“Selamat datang Yoong” ujar tuan Im. Yoona pun menoleh. Ia langsung melepas pelukannya pada Yoonghwa dan berlari memeluk appanya. “Aku sangat merindukanmu appa” ujar Yoona. Tuan Im tersenyum manis sembari mengusap punggung Yoona.


******************************

Tiga Hari Berikutnya
Yoona, Yoonghwa dan Leeteuk berjalan memasuki salah satu pusat perbelanjaan di Seoul. “Oppa, aku ingin ke toilet sebentar. Kalian duluan saja, nanti aku menyusul” ujar Yoona. “Baiklah” ujar Leeteuk. Yoona pun meninggalkan mereka ke toilet.

Saat hendak masuk ke toilet, tanpa sengaja Yoona melihat seorang namja yang sangat familiar wajahnya. DEG!!! Jantung Yoona berdetak dengan kencang. Sesaat kemudian ia pun langsung menyadarinya.

“Donghae…Lee Donghae…” Yoona pun langsung mengejar namja itu. Ia berlari ke tengah tengah keramaian dan berusaha menemukan namja itu. ‘Dimana dia? Kenapa aku tidak bisa menemukannya?’ batin Yoona panik. Yoona berusaha mengedarkan pandangannya ke berbagai arah namun tetap saja tidak menemukan namja itu.

‘Donghae-ya, apa itu benar benar kau?’ batin Yoona. “Yoong, apa yang kau lakukan disini?” tanya Leeteuk. “Aku melihatnya oppa. Aku benar benar melihatnya” jawab Yoona sambil tetap mengedarkan pandangannya.

“Siapa yang kau maksud?” tanya Leeteuk. “Donghae, aku yakin kalau itu dia” jawab Yoona. “Mungkin itu hanya imajinasimu, Yoong” ujar Leeteuk. “Ani, aku sangat yakin itu dia, oppa” jawab Yoona.

“Mungkin kau salah lihat” ujar Leeteuk. “Ani, oppa. Aku benar benar melihatnya” jawab Yoona. “Yoong, lupakanlah dia. Kita harus menemui Yoonghwa” ujar Leeteuk. Yoona pun dengan berat hati meninggalkan tempat itu.
.
.

Karna merasa bosan terlalu lama menunggu, Yoonghwa pun berjalan menuju kedai es krim. “Ahjussi, aku mau es krim rasa strowberi” ujar Yoonghwa. “Apa kau punya uang?” tanya ahjussi. Yoonghwa segera merogoh sakunya. “Apa ini cukup?” tanya Yoonghwa sembari memperlihatkan uangnya.
Penjual es krim itu pun tertawa. “Aku tidak punya waktu untuk melayanimu” ujarnya. “Kenapa? Apa uangnya tidak cukup?” tanya Yoonghwa. “Dari mana kau mendapatkan uang itu, apa kau mencuri?”

“Aniyo, Yoongie yang memberiku” jawab Yoonghwa. “Jangan membual anak kecil. Cepat pergi dari sini!” ujar penjual es krim. “Tapi aku mau es krim” ujar Yoonghwa. “Pergi atau aku akan melaporkanmu” ujar penjual es krim.

“Aku tidak berbohong ahjussi” ujar Yoonghwa. “Pergi sana!!” usir ahjussi sembari mendorong Yoonghwa. Yoonghwa pun menangis. Donghae yang melihat itu langsung menghampiri mereka.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Donghae sembari merangkul Yoonghwa. “A…apa anda orang tuanya?” tanya penjual es krim dengan gugup. “Ne, waeyo?” ujar Donghae tanpa ragu. “Mian tuan, aku tidak tau kalau dia itu putramu” ujar penjual es krim itu.

“Sebagai permintaan maafku, aku akan memberikan es krim ini secara gratis padanya” ujar ahjussi itu sembari menyerahkan es krim rasa strowberi. Yoonghwa pun menerimanya. Donghae segera membawa Yoonghwa pergi dari tempat itu.

“Gomawo appa…” ujar Yoonghwa sembari melempar senyum pada Donghae. “Jangan salah paham, tadi itu hanya adegan. Aku tidak suka melihat anak kecil menangis” ujar Donghae.

“Ne, appa” jawab Yoonghwa. “Berhentilah memanggilku appa. Aku belum menikah” ujar Donghae. “Tapi Yoongie bilang kalau appa itu sangat suka warna biru. Ahjussi ‘kan memakai kemeja biru, jadi ahjussi itu appa Yoonghwa” ujar Yoonghwa.
“Mwo? Siapa itu Yoongie?” tanya Donghae.

“Uri eomma” jawab Yoonghwa.  “Ciri ciri yang eommamu beritahukan mengenai appamu itu terlalu umum. Bukan cuma ahjussi yang suka warna biru, masih banyak yang lainnya. Kau bisa lihat sendiri” ujar Donghae sembari menunjuk ke beberapa orang yang mengenakan kemeja biru. 

Yoonghwa hanya terdiam, “Dimana orang tuamu?” tanya Donghae, “ Ahjussi menyusul Yoongie ke toilet” jawab Yoonghwa. “Kalau begitu kau harus menunggu mereka di tempat tadi” ujar Donghae. “Ne, appa” jawab Yoonghwa dan berlari.


******************************

Seminggu Kemudian
 Angin bertiup membawa awan awan mendung menutupi bintang yang menemani kota Seoul. Bulan yang bersinar dengan terang kini tampak redup. Daun daun kering berterbangan kesana kemari mencari tempat yang aman. Yoona mengusap kedua tangannya menahan dinginnya angin malam. Ia terus saja berjalan menuju mini market.

Yoona langsung menghentikan langkah kakinya ketika melihat seorang namja yang sangat ia kenal sedang keluar dari mobilnya.

DEG!! Jantung Yoona langsung berdetak hebat, ia sangat terkejut melihat namja yang selama ini ia rindukan. Matanya pun mulai berkaca kaca. “Lee Donghae…?” ujar Yoona dengan suara yang lemah. Hembusan angin malam seolah olah mendorongnya untuk menghampiri Donghae.
Yoona pun berlari dan memeluk Donghae dari belakang, spontan tubuh Donghae terdorong ke depan.

“Kau…siapa…?” tanya Donghae kaget. “Donghae-ya…” ujar Yoona dengan suara yang parau. Air matanya pun tumpah seketika.

“Donghae-ya” Donghae pun langsung mengenali suara itu. Matanya juga mulai berkaca kaca. Ia berusaha membendung air matanya. Namun setelah bersusah payah ia membendungnya air matanya pun tumpah.

“Kita sudah tidak ada hubungan lagi Yoong” ujar Donghae sembari melepas tangan Yoona. Ia berusaha melawan perasaannya.

“Ani. Aku mohon jangan pergi. Aku sangat merindukanmu” ujar Yoona dan kembali memeluk Donghae.
“Jangan seperti ini Yoong, semuanya sudah berlalu. Jadi lupakan saja” ujar Donghae dan kembali melepas pelukan Yoona.

“Ani, aku tidak bisa. Putramu sangat merindukanmu” ujar Yoona. Donghae langsung tersentak. “Apa yang kau bicarakan?” tanya Donghae dan berbalik menatap Yoona. Yoona tidak menjawab, ia hanya menangis.

“Yoong, katakan sebenarnya apa yang terjadi selama lima tahun ini?” tanya Donghae. “Aku sudah melahirkan putramu…hiks…hiks….hiks…” Yoona langsung terduduk lemas. Tangisnya pun pecah. Donghae merasa seperti tersambar petir ketika mendengar penjelasan Yoona.

Ia pun segera memeluk Yoona. “Mian…mianhae…jeongmal mianhae…” Donghae mencium pucuk kepala Yoona.
.
.

@Tuan Im’s Home
 “Yoonghwa, sekarang sudah larut malam, kau harus segera tidur” ujar tuan Im, “Shiero, aku mau tidur bersama Yoongie” ujar Yoonghwa. “Leeteuk-ah, kenapa Yoona masih belum pulang juga?” tanya tuan Im.

“Aku juga tidak tau ahjussi” ujar Leeteuk. “Sebaiknya kau susul saja dia” suruh tuan Im. “Aku mau ikut” ujar Yoonghwa. “Kau harus disini Yoonghwa. Sekarang sudah larut malam. Tidak baik untukmu berjalan jalan keluar” ujar tuan Im.

“Ani, aku mau menyusul Yoongie. Ahjussi, aku boleh ikut ‘kan?” tanya Yoonghwa sembari menarik ujung baju Leeteuk. “Apa aku harus mmebawanya?” tanya Leeteuk pada tuan Im.


@Donghae Apartement
Donghae terdiam sambil memeluk pinggang Yoona dan menyandarkan dagunya di bahu Yoona. “Apa dia sepertiku?” tanya Donghae membuka pembicaraan. “Ne, dia sangat mirip denganmu. Bola matanya yang teduh, makanan kesukaannya dan kebiasannya semuanya sepertimu” jawab Yoona.
“Seperti apa dia sekarang?” tanya Donghae, “Dia tumbuh menjadi anak yang lucu. Setiap harinya selalu membuat kekacauan di rumah. Tapi dialah yang membuatku untuk bertahan hidup tanpamu” jawab Yoona.

“Mian…karna aku tidak bisa membesarkannya bersamamu” tutur Donghae, “Sudahlah, semuanya sudah berlalu” ujar Yoona. Tiba tiba saja ponsel Yoona berdering. Yoona pun segera merogoh sakunya.
“Waeyo oppa?” tanya Yoona.
“Kau dimana sekarang, Yoonghwa tidak bisa tidur tanpamu” jawab Leeteuk.

“Baiklah, aku akan segera pulang” jawab Yoona. “Ada apa?” tanya Donghae. “Aku harus pulang sekarang. Yoonghwa tidak bisa tidur tanpaku” jawab Yoona. “Aku akan mengantarmu” ujar Donghae. Donghae pun menyambar jacketnya dan berjalan menyusul Yoona.


*******************************

“Yoonghwa, tidurlah sekarang. Lihatlah matamu itu sudah redup” ujar Leeteuk. “Shiero, aku mau menunggu Yoongie” ujar Yoonghwa. “Berhentilah keras kepala” ujar Yoona, Yoonghwa pun menoleh.

“Yoongie” Yoonghwa pun berlari dan memeluk Yoona. Donghae pun muncul dan berdiri di samping Yoona. Tuan Im dan Leeteuk sangat kaget. “Donghae-ah” ujar Leeteuk. “Appa” ujar Yoonghwa dan memeluk Donghae, sontak semua orang semakin keheranan.

“Yoonghwa, kenapa kau memanggilnya appa?” tanya Yoona. “Karna dia appa Yoonghwa” jawab Yoonghwa polos. “Ani, bukan itu maksud Yoongie, bagaimana kau bisa tau kalau dia appamu?” tanya Yoona.

“Karna appa memakai kemeja biru waktu itu” jawan Yoonghwa. Yoona pun menatap Donghae. “Aku pernah bertemu dengannya sebelumnya” jawab Donghae. “Appa, Yoongie tidak percaya kalau aku pernah bertemu appa sebelumnya” ujar Yoonghwa.
“Yoong, apa dia putraku?” tanya Donghae, Yoona mengangguk. Donghae pun memeluk Yoonghwa.


Seminggu Kemudian
 Yoona terlihat gugup memandangi bayangannya di depan cermin. “Ada apa?” tanya Donghae. “Aku sangat gugup” jawab Yoona. “Kenapa? Kau terlihat sangat cantik hari ini” ujar Donghae. “Aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya” ujar Yoona.

Donghae pun menatap Yoona, “Percayalah padaku” ujar Donghae, Yoona pun mengangguk pelan. Donghae mulai mendekatkan wajahnya, perlahan lahan semakin mendekat.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyunhyun. Donghae pun menarik kepalanya kembali. “Kau tidak boleh melakukannya sebelum mengucap janji” ujar Kyunhyun.

“Ne, kalian itu belum resmi” ujar Ryeowook. “Kalian terlambat, sebelumnya aku sudah pernah melakukannya dan bahkan dia sudah melahirkan putraku” ujar Donghae.

“Kalau kau melakukannya, make up Yoona akan luntur” ujar Yesung, Donghae pun menatap Yoona. “Aku tidak peduli” Donghae langsung menyambar bibir Yoona. “Kya!!” teriak Kyunhyun.


Akh…buruk sekali ya part endingnya. Maklum patah hati setelah mengetahui hubungan Yoona dan Lee Seung Gi. Author galau readers. Ya…sudahlah…. Annyeong…. 


4 comments:

  1. HappyEnd... akhirnya YoonHae bersatu, knp ga di terusin ampe nikah thor, tp ga pa2 yg penting YoonHae bahagia YoongHwa jg bahagia bs ketemu ama appa yg di rindukannya, pas Endingnya lucu Donghae udah ga sbr nyium Yoona main nyosor aja :)

    Oh ya mo sedikit ksh saran kl bs setiap pergantian POV, misal Yoona POV lsg diksh jarak jd jgn nyambung antara POV ama ceritanya, ngerti kan mksdnya thor, maaf bkn mo ngajarin cuma ga enak di baca aja, itu aja sih sarannya jgn marah yah, ditgg ff YoonHae selanjutnya, ttp berkarya thor, Kamsa ^^

    LeeAiTha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abisnya author patah hati setelah tau Yoong eonnie ama Seunggi oppa. Jadi gak semangat. Makasih ya... atas saran-sarannya dan tidak menjadi silent reader. Jeongmal Kamsahamnida...

      Delete
  2. wahhh ... jdi itu ending ny YoonHae mau nikah kan??
    aigoo knp g diseleseiin atau ditambahin dgn kehidupan YoonHae n YongHwa??

    ReplyDelete
  3. Endingnya serasa kecepettam sihh.. Tpi unik jga, biasanya yg ngejar ceweknya tuh yg cowok. Soalnya ngerasa bersalah karena pernah ninggalin yg cewekk.. Tpi nie FF mlah kebalikk., tpi lucu sihh, bkin dag dig dug jgaa
    Kekekee

    ReplyDelete